KATAGA sebagai Refleksi Kemenangan Perang di Masa Lalu dan Kini sebagai Seni Tarian yang Menarik.

kataga.jpgTarian kataga selalu mendapat perhatian khusus bagi siapapun yang menonton tarian ini. Baik di Sumba maupun di luar Sumba tarian ini selalu dinanti-nantikan oleh para penonton. Dengan irama gong yang begitu kas, sorak sorai, yel-yel khas orang sumba dan hentakan tameng yang begitu menggugah membuat para penonton terhenyak. Terlepas dari seni dan menariknya tarian Kataga, ada begitu banyak orang, baik orang sumba apalagi yang bukan orang sumba tidak tahu dari mana asal mula munculnya tarian ini. Walaupun ada yang tahu, tapi hanya sebatas pada tarian Kataga sebagai tarian perang. Berikut secara singkat uraian asal mulanya tarian Kataga.

Secara harafiah pengertian KATAGA adalah berasal dari kata TAGA yang mendapat awalan KA yang artinya “Mari kita potong atau pancung”.

 

Dalam arti yang lain KATAGA adalah memperhitungkan kekuatan lawan dan di mana letak-letak kelemahan lawan. Makanya gerakan-gerakan kaki dalam tarian ini sepertinya maju mundur pada awalnya.
Baca selengkapnya… »

TALORA NEWS - Suluh Pembebasan Masyarakat Sumba Tengah

talora.jpgWebsite TALORA NEWS hadir untuk mengobati rasa rindu dari para pembaca TALORA sekalian. Rasa rindu yang sama layaknya kerinduan akan figur pemimpin daerah SUMBA TENGAH yang betul-betul memikirkan rakyat kecil, tidak hanya memikirkan diri sendiri dengan penggunaan keuangan yang tidak secara proporsional dan tepat guna. Pemimpin yang tidak menggunakan uang rakyat hanya untuk sebuah studi banding yang sia-sia. Pemimpin yang tidak menggunakan uang dalam jumlah besar hanya untuk pembiayaan pembuatan sebuah logo pemerintahan. Pemimpin yang betul-betul tau akan keinginan rakyatnya untuk membangun daerah dengan memberi kesempatan kepada putra-putri asli daerahnya.

Dua kali sudah FMPST (Forum Masyarakat Peduli Sumba Tengah) menghadirkan media informasi “TALORA” bagi masyarakat Sumba Tengah yang ada di wilayah Jawa, Bali, Kupang dan Sumba Tengah. Beragam tan

ggapan kami dapatkan. Ungkapan BANGGA dan TERHARU dari para pembaca mengalir dengan deras kepada kami redaksi dan Forum. Semuanya karena putra-putri asli daerah ternyata mau dan mampu untuk membuat sebuah media informasi bagi pengembangan dan pembelajaran masyarakat di Sumba Tengah. Selain itu kritik dan saran juga kami peroleh dari para pembaca TALORA. Bagi kami yang masih berupa tunas ini, kritik dan saran adalah pupuk yang akan membuat kami subur untuk tetap eksis dalam penyampaian beragam informasi bagi para pembaca TALORA sekalian. Sekali lagi TIADA GADING YANG TAK RETAK.

Baca selengkapnya… »

Kemiskinan di Desa Weepangala,Sumba Barat

 

 

sumba_miskin.jpgDesa Weepangali merupakan daerah terpadat di kecamatan Loura,Waikabubak,Sumba Barat. Masyarakatnya hidup dari hasil pertanian yang tidak produktif. Umumnya warga desa Weepangali bermata pencaharian sebagai petani subsisten. Sehingga, hasil pekerjaan bertan

inya tidak mampu mencukupi kehidupan sehari-hari. Berdasarkan pejajakan lapangan yang dilakukan masyarakat dan yayasan Karya Kasih di Sumba Barat, beragam masalah yang menjadi penyebab kemiskinan.
Masalah-masalah yang berhasil diidentifikasi masyarakat sebagai berikut : Luas lahan yang diolah sangatlah sempit, karena kekurangan alat pertanian (alat bajak tanah/Luku), Masyarakat mudah jatuh sakit, karena pekerjaan mencari sumber air sangatlah jauh, Penyakit pada ternak babi, ayam dan kambing, Anak-anak tidak dapat melanjutkan sekolah karena kekurangan biaya pendidikan.

Untuk mengatasi masalah tersebut di muka, Yayasan Karya Kasih, Sumba Barat mencoba menggalang masyarakat lokal dalam bentuk usaha simpan pinjam. Terdapat 10 kelompok arisan simpan pinjam. Tujuan arisan simpan pinjam ini adalah membungakan uang diantara anggota sendiri. Untuk kemudian, bila modal warga mencukupi diperuntukan membangun bak penampungan air hujan (PAH)- yang pada musim kering dijadikan bak penampungan air yang dijual.

malaria_team_sumba.jpg Langkah untuk membantu warga desa Weepangali adalah dengan menyediakann bantuan pengadaan Luku (bajak tanah), pengadaan ternak babi dan obat-obatan, membuat sekolah alternatif yang menekankan pendidikan keterampilan.

Informasi ini ditujukan untuk mendukung kegiatan penanggulangan kemiskinan dalam Program SOLIDARITAS SUMBA.Terimakasih. Nor Pud Binarto

Inside Sumba Traditional House

To enter a traditional Sumba house, one must first be accepted as member of the house through betel-nut ceremony. Staying inside the house for about two weeks enable one to observe the daily life of Sumbanese.