Renstra AMPL, Inisiatif Baru Pembangunan di Sumba Barat

Rendahnya cakupan pelayanan dan keberlanjutan pelayanan air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL) memerlukan penanganan yang serius dengan melibatkan keterlibatan masyarakat dan pemerintah, karena pelajaran baik dan buruk atas prasarana yang terbangun telah banyak ditunjukkan oleh lembaga-lembaga pembangunan AMPL, tinggal bagaimana melanjutkannya. Demikian kata beberapa peserta dalam pelatihan penyusunan Rencana Strategis Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Renstra AMPL) yang berlangsung pada tanggal 2-5 Juni 2008, di Hotel Monalisa, Waikabubak, Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Wakil Bupati Sumba Barat, Cornelius Kadi Mete, pada sambutannya menekankan pentingnya kampanye yang terus menerus untuk pelestarian sumber air sehingga kebiasaan masyarakat baker hutan dapat dieliminasi. “Jangan bakar padang, tetapi tanamlah pohon, Pokmair harus diarahkan untuk hal seperti ini” kata Wakil Bupati. Krisis air perlu diantisipasi agar jangan sampai menimbulkan konflik sosial. Ke depannya pembangunan daerah harus ditata secara komprehensif dan terintegrasi. “Pelatihan Renstra ini menjadi momentum bagi aparat daerah untuk mengembangkan kerangka kebijakan dan menyusun program yang strategis sesuai kondis lokal” kata Corneliues sesaat sebelum mengetuk palu tanda pembukaan pelatihan.
Baca selengkapnya… »

Komunitas API Tetap Wartakan Kebenaran-45 Tahun API Pada Dita Sumba Timur

PERAYAAN 45 tahun Asrama Pewarta Injil (API) Pada Dita Sumba Timur, Selasa (24/6/2008),

berlangsung meriah. Asrama yang didirikan oleh Mgr. Gerhard Legeland CSsR, 24 Juni 1967 itu telah berhasil mendidik anak-anak Sumba menjadi imam atau orang penting, tidak hanya di Sumba Timur tetapi juga di negeri ini. Karena itu, komunitas API diminta tetap mewartakan kebenaran meskipun tidak disenangi orang lain.

Adminisrator Keuskupan Weetabula, Pater DR. Mateus Mali, CSsR, yang memimpin perayaan ekaristi 45 Tahun API Pada Dita, mengatakan, API Pada Dita didirikan dengan niat dan tujuan mulia dari Mgr. Gerhard Legeland, CSsR. Karena itu, komunitas API harus tetap menjaga cita-cita luhur tersebut.
Asrama Pada Dita, kata Mali, didirikan dengan tujuan mendidik anak-anak Sumba menjadi pribadi yang jujur, cerdas, tulus dan bertanggung jawab. Sikap seperti itu, katanya, harus melekat pada pribadi alumni komunitas API. Jika ada alumni komunitas API yang belum memliki sikap tersebut, ia menganjurkan untuk kembali ke API untuk dibina kembali.

Baca selengkapnya… »

Pleno KPU NTT Baru untuk 7 Daerah

kpu.jpgKupang, Kompas - KPU Nusa Tenggara Timur, Jumat (20/6), tidak berhasil melakukan rekapitulasi penghitungan suara secara menyeluruh. Ketua KPU, pimpinan parpol pendukung, dan saksi dari 13 kabupaten di NTT tidak bisa hadir di Kupang karena kesulitan transportasi. Menurut rencana, Sabtu pagi ini penghitungan suara akan dituntaskan.

Kemarin, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur (NTT) hanya menghitung suara dari tujuh kabupaten/kota. Ketujuh daerah dimaksud adalah Kota Kupang, Kabupaten Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Timor Tengah Utara, Sikka, dan Kabupaten Ende.

Dari ke-7 daerah tersebut, calon gubernur-calon wakil gubernurfrans-lebu-raya.png Frans Lebu Raya-Esthon Foenay (Fren) berada di posisi teratas dengan perolehan 295.313 suara. Posisi kedua ditempati Ibrahim Agustinus Medah-Paulus Moa (Tulus) dengan 204.813 suara. Posisi terakhir ditempati Gaspar Parang Ehok-Julius Bobo (Gaul) dengan 182.259 suara.

Ketua KPU NTT Robinson Ratukore ketika memimpin rapat pleno di Kupang kemarin mengatakan, rekapitulasi penghitungan suara yang dilakukan di tingkat provinsi merupakan kelanjutan rekapitulasi dari tingkat desa/kelurahan dan kecamatan. ”KPU provinsi hanya membacakan hasil dari rekapitulasi di tingkat kabupaten/kota,” paparnya.
Baca selengkapnya… »

|