Rendahnya cakupan pelayanan dan keberlanjutan pelayanan air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL) memerlukan penanganan yang serius dengan melibatkan keterlibatan masyarakat dan pemerintah, karena pelajaran baik dan buruk atas prasarana yang terbangun telah banyak ditunjukkan oleh lembaga-lembaga pembangunan AMPL, tinggal bagaimana melanjutkannya. Demikian kata beberapa peserta dalam pelatihan penyusunan Rencana Strategis Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Renstra AMPL) yang berlangsung pada tanggal 2-5 Juni 2008, di Hotel Monalisa, Waikabubak, Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Wakil Bupati Sumba Barat, Cornelius Kadi Mete, pada sambutannya menekankan pentingnya kampanye yang terus menerus untuk pelestarian sumber air sehingga kebiasaan masyarakat baker hutan dapat dieliminasi. “Jangan bakar padang, tetapi tanamlah pohon, Pokmair harus diarahkan untuk hal seperti ini” kata Wakil Bupati. Krisis air perlu diantisipasi agar jangan sampai menimbulkan konflik sosial. Ke depannya pembangunan daerah harus ditata secara komprehensif dan terintegrasi. “Pelatihan Renstra ini menjadi momentum bagi aparat daerah untuk mengembangkan kerangka kebijakan dan menyusun program yang strategis sesuai kondis lokal” kata Corneliues sesaat sebelum mengetuk palu tanda pembukaan pelatihan.
Baca selengkapnya… »














