Pleno KPU NTT Baru untuk 7 Daerah

kpu.jpgKupang, Kompas - KPU Nusa Tenggara Timur, Jumat (20/6), tidak berhasil melakukan rekapitulasi penghitungan suara secara menyeluruh. Ketua KPU, pimpinan parpol pendukung, dan saksi dari 13 kabupaten di NTT tidak bisa hadir di Kupang karena kesulitan transportasi. Menurut rencana, Sabtu pagi ini penghitungan suara akan dituntaskan.

Kemarin, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur (NTT) hanya menghitung suara dari tujuh kabupaten/kota. Ketujuh daerah dimaksud adalah Kota Kupang, Kabupaten Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Timor Tengah Utara, Sikka, dan Kabupaten Ende.

Dari ke-7 daerah tersebut, calon gubernur-calon wakil gubernurfrans-lebu-raya.png Frans Lebu Raya-Esthon Foenay (Fren) berada di posisi teratas dengan perolehan 295.313 suara. Posisi kedua ditempati Ibrahim Agustinus Medah-Paulus Moa (Tulus) dengan 204.813 suara. Posisi terakhir ditempati Gaspar Parang Ehok-Julius Bobo (Gaul) dengan 182.259 suara.

Ketua KPU NTT Robinson Ratukore ketika memimpin rapat pleno di Kupang kemarin mengatakan, rekapitulasi penghitungan suara yang dilakukan di tingkat provinsi merupakan kelanjutan rekapitulasi dari tingkat desa/kelurahan dan kecamatan. ”KPU provinsi hanya membacakan hasil dari rekapitulasi di tingkat kabupaten/kota,” paparnya.
Baca selengkapnya… »

Atasi Masalah Gizi, Bangun Sentral Pelatihan

busung_lapar.jpgWAIKABUBAK, Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Sumba Barat Daya, dr. Soleman D Poety, mengatakan, untuk menangani kasus gizi buruk perlu ada kebijakan bersama pemerintah dan DPRD menganggarkan biaya membangun sentral pelatihan tenaga medis. Dengan demikian paramedis memiliki bekal pengetahuan cukup serta tepat memberi penanganan saat turun ke lapangan.
Soleman mengatakan itu saat dihubungi Pos Kupang, Selasa (24/6/2008). Dikatakannya, selama ini penanganan gizi buruk atau kurang dipercayakan sepenuhnya kepada rumah sakit dan puskesmas. Dengan demikian, pola penanganan yang diberikan berbeda sesuai kemampuan masing-masing tenaga medis, baik di puskesmas maupun di rumah sakit.
Hal itu sangat sulit untuk mengukur keberhasilan. Selama ini, tenaga medis yang turun kurang dibekali pemahaman sehingga hasil yang diperoleh juga tidak maksimal. Karena itu sangat diharapkan pengertian baik seluruh komponen masyarakat daerah untuk mendukung gagasan pembangunan gedung sentral pelatihan tenaga medis untuk penanganan gizi kurang seperti di Kabupaten TTS. TTS menjadi pilot project di daratan Timor dalam hal penanganan gizi buruk.
Baca selengkapnya… »

Kabupaten Sumba Barat Daya Daerah Binaan BPKP NTT

Penjabat Bupati Sumba Barat Daya meminta BPKP NTT untuk menjadikan Kabupaten Sumba Barat Daya sebagai daerah binaan pada saat Musrenbangda Sumba Barat Daya.

Dalam kata sambutannya, Penjabat Bupati Sumba Barat Daya, menyatakan bahwa Musyarawah Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya ini merupakan Musrenbangda yang pertama kali bagi Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, oleh karena itu Penjabat Bupati berharap Kabupaten Sumba Barat Daya dapat menjadi daerah binaan BPKP Perwakilan Provinsi NTT demi terselenggaranya good governance di Pemerintahan Kabupaten Sumba Barat Daya, sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdayaguna, berhasil guna, bersih dan bertanggunjawab serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

Hamonangan Simarmata, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi NTT, menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya yang telah mengundang BPKP untuk hadir dan memberikan arahan pada acara Musrenbangda di Kabupaten Sumba Barat Daya. Peristiwa ini merupakan kejadian yang pertama kali di Nusa Tenggara Timur dan sebagai lanjutan setelah Kepala BPKP (Didi Widayadi) menutup acara Musrenbangnas di Jakarta.
Baca selengkapnya… »

Pulau Sumba Potensi Ubi Kayu

TAMBOLAKA, Dua pengusaha, masing-masing Marketing Manager PT.Quantum Petroleum Malaysia, L Rozario Praskah dan Direktur PT Anugrah Kurnia Abadi, Drs. Yoseph Wijaya, menyatakan, lahan yang tersedia di Sumba Barat Daya, Sumba Barat dan Sumba Tengah sangat potensial untuk pengembangan ubi kayu.
Mereka meminta pemerintah membantu agar proses investasi usaha tanaman ubi kayu berjalan sesuai harapan.

Rozario dan Wijaya menyampaikan hal itu pada pertemuan bersama yang dipandu langsung Penjabat Bupati Sumba Barat Daya, Ir. manuel Babu Eha, M.Si, yang dihadiri Wakil Bupati Sumba Barat, dr. Kornelius Kodi Mete, Asisten I Setda Sumba Barat, Richard Djami, dan sejumlah pejabat Setda Sumba Barat Daya di Kantor Bupati Sumba Barat Daya, Sabtu (21/6/2008).

Menurut Rozario, selama empat hari mengunjungi wilayah Sumba Barat Daya, yakni Bondo Boghila, Karuni, Kodi, dan Wewewa. Pihaknya juga mengunjungi wilayah Loli, Lamboya, Wanokaka dan Tanah Righu di Kabupaten Sumba Barat serta di Kecamatan Katikutana, Mamboro dan Umbu Ratu Nggay di Kabupaten Sumba Tengah. Dikatakannya, setelah survai
Baca selengkapnya… »

125 Ha Gerakan Rehabilitasi Lahan dan Hutan (Gerhan) Masuk Kategori Rawan

WAINGAPU, Seluas 125 hektar (ha) dari total 1.800 ha areal lahan program Gerakan
Rehabilitasi Lahan dan Hutan (Gerhan) di Kabupaten Sumba Timur pada tahun 2007,
masuk kategori rawan. Areal yang masuk dalam kategori rawan, ini umumnya karena
keterlambatan penanaman.

Namun, karena areal lahan yang masuk kategori rawan ini dikelola oleh pihak ketiga dengan tanggal jatuh tempo sampai 2009, maka peluang untuk mencapai tingkat keberhasilan 100 persen masih cukup terbuka. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Sumba Timur, Ir. Johanes Landuwulang di sela-sela kunjungannya bersama Kepala BPDAS Benain, Antonius Patandianan ke lokasi Gerhan di Sumba Timur, Jumat (20/6/2008).
Baca selengkapnya… »