WAINGAPU, PK- Berdasarkan laporan Kantor BRI unit yang berada di bawah supervisi Kantor Cabang BRI Waingapu, sampai 31 Juli 2008 BRI Cabang Waingapu telah menyalurkan kredit pedesaan senilai Rp 60,1 miliar. Jumlah ini dua kali lipat dari total simpanan pedesaan periode yang sama Rp 30,8 miliar. Dari data yang ada terlihat jelas terjadi penyimpangan atau defisit Rp 20,3 miliar. Sementara untuk kredit usaha rakyat (KUR) yang diluncurkan presiden pada tanggal 8 Juni 2007 lalu, dalam rangka percepatan perkembangan sektor riil dan pemberdayaan UMKM telah tersalur kepada 550 debitur. Pemimpin Cabang BRI Waingapu, Andika Sibarani, yang ditemui di kantornya, Rabu (27/8/2008), mengatakan, dari hasil evaluasi selama periode tersebut, ternyata kredit lebih besar daripada simpanan pihak ketiga (SP3). Kredit pedesaan senilai Rp 60,1 miliar ini disalurkan BRI unit kepada 4.763 debitur. Sementara simpanan masyarakat pedesaan sendiri baru Rp 30,8 miliar dengan jumlah penyimpan 23.499 nasabah. Dari data-data yang ada terdapat ketimpangan/defisit Rp 20,3 miliar yang selama ini merupakan pinjaman BRI unit dari kantor cabang induk BRI Cabang Waingapu.
Baca selengkapnya… »