Perangi Geng Pelajar Perempuan
WAIKABUBAK -- Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango, S.Pd, M.Si, memerintahkan para kepala sekolah (Kepsek) menengah umum se-Kota Waikabubak memerangi fenomena munculnya geng pelajar perempuan yang beroperasi di salah satu SMA di kota itu. Perilaku geng tak patut dilakoni para perempuan. “Saya sudah mendapat laporan adanya tiga geng perempuan yang beroperasi di salah satu SMA di kota ini. Saya minta kepala sekolah awasi dan kalau temukan segera keluarkan dari sekolah. Perbuatan itu memalukan sekolah, orang tua dan masyarakat daerah ini. Jangan tiru perbuatan tak patut dicontoh ...

” Para penghuninya adalah warga yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Mereka rata-rata buruh bangunan yang tidak menetap, ada juga pemulung. Sebagiannya juga ada yang berstatus janda. Kondisi rumah mereka sudah sangat memprihatinkan. Kalau hujan sudah dipastikan rumahnya akan kemasukan air,” kata Aloysius, yang saat itu didampingi oleh Sekretaris Lurah, Oktavianus T. Dendo, Sap. (*)Servatinus Mamilianus*Pos Kupang
















Casper.wm said on Wednesday, April 14, 2010, 11:25
Bagi sebagian orang rumah tersebut tidak layak untuk dihuni,tapi bagi mereka itu adalah satu-satunya tempat untuk bernaung.
#Apakah kita hanya perlu berkomentar dan hanya melihatnya?
#Adakah tindakan yang harus diambil untuk membantu mereka?
lukas dangu said on Tuesday, June 8, 2010, 14:42
Btul skali kalau di SBD ada banyak KK yg tinggal di rumah tak layak huni. di Waitabula saja ada 50 kk. Itu baru di Waitabula. Apkah Pemerintah tahu atau tidak, atau bahkan Tahu dan Sengaja tidak tahu, saya tidak tahu. Bahwa di Kecamatan WEWEWA Timur saja saya melihat begitu banyak rumah yang tidak layak huni, dan bahkan MAKAN MINUM keluarga sangat-sangat sulit. apalagi di DESA PADA EWETA-DIKIRA, sungguh sangat mengejutkan..TOLONG, bapak-bpk pengambil KEBIJAKAN lihat MEREKA. JGAN BILANG ADA 50 KK, TETAPI BERATUS-RATUS KK TINGGAL dan MAKAN MAKANAN TIDAK LAYAK. Semoga..