• Home
  • Tentang Sumba
    • Budaya Sumba
    • Peta Sumba
    • Geografis Sumba
    • Pasola Sumba
  • Photo Gallery
  • Info Sumba
    • Sumba of Events
    • General Info
    • Hotel & Resort
      • Sumba Nautil Resort
      • Nihiwatu Resort
      • Monalisa Cottages
      • Manandang Hotel
      • Artha Hotel
    • Pasola Information
      • Pasola Festival 2009
      • Pasola Festival 2010
      • Pasola Festival 2011
  • Buku Tamu
  • ( Serba Serbi )
  • Berita NTT
  • Sosok
  • Sumba Package Tours
  • Sumba Zone
    • Sumba Barat
    • Sumba Barat Daya
    • Sumba Tengah
    • Sumba Timur
Wednesday, February 8, 2012
  • News Feed
  • Comments Feed

Agustinus Umbu Rauta: Krusial, Pemimpin Pertama Kabupaten Sumba Tengah

1,658 views | Share ke Teman

umbu_rautaRobertus Umbu Tayi – Banyak orang berkomentar seputar masa depan Sumba Tengah. Tidak sedikit yang pesimis. Banyak juga yang tetap berpikir positif. Sumba Tengah lahir dari pemikiran yang positif, dari harapan dan kepercayaan yang tidak pernah luntur. Pada masa-masa persiapan untuk memilih Kepala Daerah yang defenitif saat ini,banyak wacana yang bergulir di masyarakat. Pemimpin pertama ini sangat krusial oleh karena mengemban tugas untuk tetap menahan Sumba Tengah pada Trek nya sekarang atau kembali bergabung dengan kabupaten induk karena dianggap tidak dapat berkembang. Pemimpin seperti apa yang paling dibutuhkan Sumba Tengah saat ini? Tim redaksi Ujas, Ade dan Roby telah mewawancarai Drs Agustinus Umbu Rauta di rumahnya di bawah kaki gunung Tadula Dewa Desa Anajiaka.Seorang tokoh senior, yang dulunya banyak berkecimpung dalam dunia pendidikan sehingga terungkap pula beberapa persoalan pendidikan yang perlu mendapat perhatian.

Bagaimana komentar bapak tetang Sumba Tengah yang telah menjadi Kabupaten…
Hal pertama yang harus dilakukan adalah bersyukur. Ini adalah sebuah berkat yang sangat besar bagi masyarakat Sumba Tengah. Keputusan yang ditunggu dengan penuh harapan akhirnya datang. Syukur bahwa upaya peningkatan kesejahteraan semakin mendekat kepada kehidupan masyarakat yang selama ini sepertinya hanya sebuah impian. Kita punya harapan hidup yang lebih baik semakin besar sekarang dan akan datang dalam waktu yang relatif singkat ke depannya.

Dari awal perjuagan hingga sekarangpun, orang selalu mebandingkan 2 kabupaten baru yang baru lahir, dan orang selalu mengaggap remeh Sumba Tengah untuk dapat maju cepat…
Undang-undang pembentukkan kabupaten baru mensyaratkan PAD yang cukup tinggi. Di sini sebenarnya tersirat prasyarat kemiskinan. Justru karena Sumba Tengah miskin makanya harus dimekarkan. Kalau saja Sumba Tengah tidak menjadi kabupaten maka akan tertinggal puluhan tahun lagi. Saya pikir orang-orang di pusat melihat bahwa kalau Sumba Tengah tidak dibantu maka akan semakin tertinggal. Menyangkut Sumba Barat Daya, kalau Sumba Barat Daya sudah makmur untuk apa lagi mekar? Sebaiknya kita berhenti sudah membanding-bandingkan apa yang tidak perlu. Mari kita berkonsentrasi pada apa yang kita miliki untuk kita kelola menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan kita. Kalau ada yang perlu kita sinergikan itu kan malah sangat baik.

Apa yang kita punya sebagai modal untuk mejalankan kabupaten ini?
Sekali lagi terlalu naif untuk mengatakan bahwa Sumba Tengah tidak punya apa-apa.Saya cukup mengikuti sejarah pembentukkan pemerintahan di pulau Sumba ini. Pada tahun 1958 pulau Sumba yang mejadi 1 unit pemerintahan tersendiri dibagi menjadi 2 kabupaten yaitu Sumba Barat dan Sumba Timur. Sumba Barat di pimpin oleh raja Loura yaitu Lede Kalumbang sebagai kepala pemerintahan sementara. Apa yang Sumba Barat punya waktu itu untuk hidup sebagai sebuah kabupaten? Jalan belum ada yang diaspal. Tidak ada satupun kendaraan. Kota Waikabubak itu panjangnya cuma 500 meter. Coba bandingkan dengan apa yang sudah ada di sumba Tengah sekarang ini untuk memulai diri mejadi kabupaten. Jalan mulus serta kendaraan banyak. Banyak yang kita bisa miliki untuk berhasil, jadi jangan dulu kita katakan Sumba Tengah tidak punya apa-apa kalau hanya melihat dengan kasat mata. Lahan bersama manusianya saja sudah cukup bagi kita untuk meretas hidup yang lebih baik.

Yang tidak kasat mata yang ada pada masyarakat, modal sosial apa yang kita punyai?

Ada buku baru yang terbit ditulis oleh Pak Hugo Kalembu. Isinya ada tentang sepintas perjalanan perjuangan pemekaran 2 kabupaten di Sumba. Dia mengakui bahwa hawa perjuangan yang sebenarnya ada di Sumba Tengah. Hal ini kiranya menjadi gambaran bahwa kita masyarakat pejuang. Kita punya semangat untuk memperjuangkan hidup yang lebih baik. Kalau kita tidak punya semangat dan daya juang, kita sudah mundur mendengar cemohan orang tentang ketidaklayakan kita menjadi daerah otonom baru. Gambaran kebersamaan, semangat dan daya juang kita bisa juga kita lihat dalam cara kita bekerja. Cara kita menarik batu kubur, menarik tiang, menanam padi. Kita selalu melakukannya secara bersama-sama dalam kegembiraan dengan nyanyian-nyanyian. Atau bahkan orang menyayi bersama kalau sedang mengendarai kuda memuat hasil dari sawah. Itu adalah modal utama kita untuk mengolah alam kita yang dinilai kurang menghasilkan. Selanjutnya kita butuh orang yang tepat yang berdiri diatas batu agar masyarakat kita benar-benar mejadi satu komando satu tujuan.

Dengan realitas masyarakat Sumba Tengah yang demikian, di masa bayi ini Sumba Tengah membutuhkan pemimpin yang seperti apa?
Nah itulah yang saya bilang butuh orang yang tepat untuk berdiri di atas batu tadi. Yang terutama adalah dikenal dan mengenal rakyatnya, dicintai dan mencintai rakyat. Masyarakat mengenalnya dari kehidupan sehari-harinya, cara dia hidup, cara dia berhubungan dengan orang lain. Bagaimana kepekaan dan keprihatinannya dengan orang lain. Perhatian yang ditunjukkan dengan mengunjungi para pencuri di tahanan, yang mengunjungi orang sakit, yang mencintai rakyatnya dengan berlaku kudus dan jujur. Tidak menipu dan memakan uang rakyat, yang tahu dan mengenal dengan baik kehidupan masyarakat Sumba Tengah yang masih susah dan hidup dari sawah dan kebun. Dengan begitu kita berharap orang yang tahu berkebun dan bersawah. Bukan apa-apa dua tempat ini terlalu penting untuk masyarakat kita. Mengenal masyarakat juga berarti mengenal dengan baik adat istiadatnya terlibat aktif dalam acara-acara adat. Mengenal rakyat juga berarti tahu dan mengenal alamnya selain mengetahui manusianya. Menguasai wilayah ini sehingga tidak memerlukan waktu banyak lagi untuk orientasi pelaksanaan program. Selain itu juga membutuhkan orang yang berpengalaman di pemerintahan. Hal ini bisa dilihat dari perjalanan karier dan track record nya selama ini. Hal ini penting, karena untuk efisiensi dan keefektifan pelaksaaan pemerintahan mengingat Sumba Tengah butuh akselarasi yang lebih. pengalaman kepamongprajaan, pengalaman lapangan. Jangan orang yang selama ini hanya mengatur dari kantor saja. Sumba Tengah sangat membutuhkan investor. Jadi sebaiknya pemimpin yang akan segera kita pilih punya modal jaringan yang kuat dalam hal ini, paling konkrit orang tahu Jakarta lah….yang tahu jalur-jalur yang baik dan benar untuk dapat mendatangkan investor ke Sumba Tengah. Pengenalan akan manusia dan alam Sumba Tengah adalah modal yang sangat berarti untuk menyusun strategi yang paling cocok agar pelaksanaan program pembangunan tepat guna dan tepat sasaran.

Dari sudut pandang budaya, kepemimpinan seperti apa yang bisa direkomendasikan?
KeUmbuan dan Kebangsawanan yang masih kelihatan dalam masyarakat ini, itulah yang bisa kita jadikan cermin kepemimpinan. Keumbuan dan kebangsawanan adalah sebuah tanggungjawab besar. Kalau di kampung dapat dibilang sebagai ina ama ta paraingu. Maramba mempunyai arti melindungi, mengayomi rakyat dalam kampung. Kalau ada satu masalah dalam kampung maramba pasti terlibat dalam penyelesaiannya. Kalau satu rumah tidak bunyi lesungnya maka atas inisiatif maramba padi akan dikirim ke rumah tersebut. Setiap acara adat baik kematian maupun perkawinan maramba selalu memainkan peran sentral. Saya punya pengalaman saat saya dianiaya marinir beberapa tahun yang lalu. Seorang yang saya anggap pembesar di Sumba Barat dengan serta merta datang memberi saya sebatang parang dan berkata: “mari kita selesaikan masalah ini apa pun caranya…” Dalam sudut pandang budaya, orang seperti ini yang secara subjektif saya anggap maramba. Atau kembali dalam metafora menarik batu, kita butuh pemimpin yang menjadi motivator ulung yang pada saat bernyanyi dan saat dia berteriak ya waa! Segenap rakyat akan menjawabnya gauwa! Motivator yang mengerti pola pikir masyarakat Sumba Tengah. Kita ini pintar kahoha atau merayu namun mudah juga untuk dikahoha atau di rayu.

Bapak berkecimpung cukup lama dalam dunia pendidikan. Apa yang ingin bapak sampaikan?

Semua orang tahu pendidikan sangat penting. Membangun pendidikan sama dengan membangun peradaban. Namun seperti yang kita alami bersama pendidikan masih morat marit. Berbicara tentang pendidikan di Sumba Tengah tidak lepas juga dari sistem pendidikan yang lebih besar, dan kenyataannya persoalan pendidikan terlalu kompleks. Oleh karena itu dengan adanya Kabupaten Sumba Tengah apa lagi dalam era otonomi daerah ini kita dapat lebih fokus untuk melihat persoalan pendidikan kita. Di tingkatan praktisi, salah satunya mempersoalkan pendidikan di Sumba Tengah adalah keterpencaran penduduk. Sumba Tengah sangat luas. Pola-pola pemukiman tradisional yang berjauhan antara satu dengan yang lain adalah tantangan tersendiri. Untuk pemerataan pendidikan pemerintah harus membangun lebih banyak SD mini. Biar 10 murid saja yang penting ada gurunya. Misalnya 1 desa luasnya 50 km2 dan hanya tersedia 1 SD kita harus perhitungkan kekuatan berjalan anak. Misalnya jarak sekolah ke rumah 4 km dengan medan yang sulit maka dalam satu hari si anak yang baru kelas 1 atau kelas 2 berjalan 8 km. Jadi SD mini ini misalnya untuk anak-anak kelas 1 sampai 3 saja dengan konsentrasi baca tulis dan hitung saja. Tidak peduli dengan tetek bengek kurikum segala. Nanti setelah itu selesai baru digabung ke SD yang lengkap. Gurunya biar tamatan SMP saja. Pemerintah bisa memfasilitasi DIKLAT khusus untuk mereka. Untuk hal ini kita sangat membutuhkan kearifan dari penguasa.

Bagaimana Tentang Kurikulum Nasioanal yang terus berubah?
Tidak usah kita dipusing dengan metode dan kurikulum yang setiap saat berubah, paling penting sekarang adalah anak kelas 1-3 bisa mebaca menulis dan menghitung. Kalau ini sudah selesai selanjutnya akan menjadi mudah. Kesalahan umum sekarang adalah karena anak kelas 4 tidak bisa membaca menulis, akibat akan terjadi saling menyalahkan di antara para guru. Kelas 4 salahkan guru kelas 3, kelas 5 salahkan guru kelas 4 dan seterusnya, sehingga guru SMP menyalahkan guru SD.

Selain CALISTUNG (membaca, menulis dan menghitung) model pendidikan praktis yang konteks dengan Sumba Tengah kira-kira apa?

Kalau pendidikan mau menghasilkan manusia yang paripurna, maka hasilnya adalah manusia yang pintar, rajin, baik dan sehat. Yang dididik adalah hati otak dan tangannya, hasilnya adalah manusia yang hidup dari keringatnya sendiri, yang tidak menindas orang lain. Untuk yang praktis dan kontekstual, Sumba Tengah ini masih tergolong desa. Akan baik kalau 1 orang anak sekolah diwajibkan memiliki 1 pohon pisang, 10 pohon mahoni dan 1 ekor ayam untuk dipelihara. Selama ini pelajaran di sekolah sangat jauh dari ligkungan, semua tentang Jawa saja malah tentang Sumba tidak ada. Kalau bisa juga sekalian diprogramkan dalam porseni untuk dipertandingkan lomba nyanyian daerah yang lama atau yang gubahan baru. Dengan demikian kita tetap hidup dalam lingkungan budaya kita serta melestarikannya. Untuk merangsang motivasi anak untuk lebih berusaha adalah dengan bentuk apresiasi terhadap prestasi mereka. Anak yang berprestasi di tingkatan kecamatan hingga nasional diarak keliling kota dan diberi hadiah yang pantas. Untuk orang-orang muda yang belum punya pekerjaan mereka dikondisikan supaya memelihara babi atau ternak yang lain sehingga kalau saatnya kawin tidak mengharapkan orang tua lagi. Mereka harus punya cangkul atau alat-alat bertani lainnya. Satu hari tidak usah terlalu banyak mencangkul cukup 2×2 meter saja. Hitung saja berapa yang sudah dicangkul selama satu bulan.

Adakah persoalan dalam dunia pendidikan yang perlu di buat menjadi PERDA?

Khusus di Sumba Tengah kita membutuhkan PERDA pendidikan yang khusus. Misalnya tentang absensi guru. Guru kita terlalu banyak urusan di luar sekolah terutama urusan adat. Waktu untuk mengajar banyak terbuang untuk urusan adat. Kalau bisa ada sanksi bagi guru-guru yang meninggalkan sekolah pada jam-jam pelajaran. Tentunya akan menjadi pertimbangan pembuat kebijakan sehingga semua menjadi sinergi. Yaa…kesemuanya itu tergantung dari kearifan pembuat kebijakan untuk melihat persoalan yang ada di Sumba Tengah. Kembali lagi semoga kita dapat memilih pemimpin yang tahu benar akan manusia dan alam Sumba Tengah dan memiliki kecerdasan untuk meramu potensi di Sumba Tengah menjadi kekuatan untuk maju.

Copyright: http://talora07.wordpress.com

Lihat Yang Lain :


  • Pegawai Teladan Ditjen Pajak
  • NTT Kehilangan Tokoh Lingkungan, Tius Natun
  • Ignatius-Maria Harumkan Nama NTT
  • Mariana Kareri Hara, Mengajar Sambil Gendong Anak
  • Atlet KKI Jaga Nama NTT
  • Semoga Sumba-ku Mendunia
  • Cari Kepuasan dalam Tulisan
  • Ignatia Sabrina Akan Kembali ke Kupang
  • Ibu Aloysia Kolin Berkisah: Perkembangan Paroki Sang Penebus
  • Drs. Umbu Dedu Ngara



You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply


Indonesia Traveling & Adventure

PT. VIP Tour Travel - Bali Hotels & Villas Booking Online - Bali Package Tours - Bali Spa, Wedding, Domestik Tour, Rent Car, Activity, Bali & Beyond

Toko Bunga Online di Bali - bali flower shop - www.baliflowershop.com

Berbagi Ilmu Pegetahuan & Wawasan - Media Sharing

  • Artikel Terbaru

    • Waspada! Pencuri Sepeda Motor di Kupang Marak Lagi
    • Perangi Geng Pelajar Perempuan
    • Jalan Propinsi Berlubang-lubang
    • Masyarakat Untung Jika Tanah di Tanjung Karoso Terjual
    • Gedung Paris Matawai Diduga Bermasalah
    • Janji Fokker 100, Datang MA-60, Merpati Dinilai Ingkar Janji
    • Rotary Club Sumbang Dua Mesin Desalinasi Air
    • Wanggameti Masih Memanas
    • 10 Ekor Kerbau Gagal ke Luar Sumba
    • Ditolak Sekolah Kepala Panti Mengadu
    • Pengusaha Jangan Permainkan Harga
    • Uma Peghe Berdayakan Masyarakat
    • DPRD Sumtim Wacanakan Pemekaran Wilayah
    • Warga Wanokaka Kurang Berminat ke Laut
    • PT FR Eksplorasi Tanpa Amdal
    • Sumba Krisis Semen n Harga Semen Rp 72 Ribu/Zak
    • Manfaatkan Dana dengan Baik
    • Retribusi Parkir Belum Ditarik
    • Bidan Jarang ke Pustu, Pasien Telantar
    • Sumba Tengah Alokasikan Rp 3,7 M
    • Beri Sepeda Motor Operasional
    • Harga Melambung, Warga Minta OPM
    • Warga Waikabubak Gunakan Air Sumur
    • Jualan di Jalan Supaya Laku
    

  • Link Partners

    • Bali Blogger
    • Baliorange Communications
    • Baliorange WebBlog
    • Flobamora Blogger NTT
    • I Love Sumba
    • Indonesia Travel Guides
    • Indonesia.Travel
    • Merpati Airlines
    • Monalisa Cottages
    • PA Waikabubak
    • PA Waingapu
    • Pemda NTT
    • Pos Kupang
    • Sumba Barat Kab.
    • Sumba Nautil Resort
    • Sumba Tengah Kab.
    • Sumba Timur Kab.
    • Sumba Tours
    • Trans Nusa
    • VIP Tour Travel Bali
    • Waingapu.Com
PT. Lombok Tropic Holidays Indonesia Komunitas Blogger NTT Pos Kupang - Suara Nusa Tenggara Timur Corat Coret - Menulis & Berkomentar Tentang Apa Saja

Lombok Hotels & Villas

Flores Explore

Informasi Wisata Pulau Lombok dan Gili Islands

Labuanbajo Hotels, Resorts, Cottages, Guesthouse, Homestay
  • Sumba Barat
  • Sumba Timur
  • Sumba Barat Daya
  • Sumba Tengah
  • Berita NTT
Perangi Geng Pelajar Perempuan

Perangi Geng Pelajar Perempuan

Sunday, August 21, 2011 18:38 |1,455 views | Share ke Teman

WAIKABUBAK -- Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango, S.Pd, M.Si, memerintahkan para kepala sekolah (Kepsek) menengah umum se-Kota Waikabubak   memerangi fenomena munculnya geng pelajar perempuan yang beroperasi di salah satu SMA di kota itu. Perilaku geng tak patut dilakoni para  perempuan. “Saya sudah mendapat laporan adanya tiga geng perempuan yang beroperasi di salah satu SMA di kota ini. Saya minta kepala sekolah awasi dan kalau temukan segera keluarkan dari sekolah. Perbuatan itu memalukan sekolah, orang tua dan masyarakat daerah ini. Jangan tiru perbuatan tak patut dicontoh ...

Berita lainnya di Sumba Barat
  • Selengkapnya
  • 2 Komentar
Gedung Paris Matawai Diduga Bermasalah

Gedung Paris Matawai Diduga Bermasalah

Friday, August 19, 2011 18:22 |1,096 views | Share ke Teman

"Selama ini bupati ditipu karena panitia dan SKPD tidak ada laporan. Mereka juga melakukan rekayasa menjadi proyek multiyears padahal sebenarnya tidak." -- Ketua Komisi B DPRD Sumtim, Arnold Huki Lalatana -- WAINGAPU -- Proyek pembangunan gedung Pasar Inpres (Paris) Matawai, di Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) senilai Rp 9,8 miliar diduga bermasalah. Dugaan ini terungkap dalam rapat dengar pendapat antara Pemerintah dan  PT Adhi Karya (AK). Dalam dengar pendapat itu menemukan dugaan terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Penyimpangan tersebut terkuak saat DPRD ...

Berita lainnya di Sumba Timur
  • Selengkapnya
  • 1 Komentar
Masyarakat Untung Jika Tanah di Tanjung Karoso Terjual

Masyarakat Untung Jika Tanah di Tanjung Karoso Terjual

Saturday, August 20, 2011 18:25 |1,359 views | Share ke Teman

"Masyarakat justru merasa untung tanah itu bisa dijual daripada tidak digarap. Ada yang membelinya, syukurlah," kata Yosep Rangga Tene, Kepala Desa Kalela Rongngo. TAMBOLAKA --- Kepala Desa Kalela Rongngo, Yosep Rangga Tena, membenarkan kalau kawasan di pesisir Tanjung Karoso ini sudah dikapling pemodal. Menurut  Yosep, warga setempat atau pemilik tanah belum jauh berpikir dan melihat potensi wisata dari kawasan pantai di situ. Karena itu mereka melepas tanah itu tanpa banyak berpikir keuntungan ekonomisnya untuk jangka panjang. "Masyarakat justru merasa untung tanah itu bisa dijual daripada tidak ...

Berita lainnya di Sumba Barat Daya
  • Selengkapnya
  • 0 Komentar
Sumba Tengah Alokasikan Rp 3,7 M

Sumba Tengah Alokasikan Rp 3,7 M

Monday, August 1, 2011 19:23 |801 views | Share ke Teman

WAIBAKUL -- Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah mengalokasikan dana senilai Rp 3,7 miliar untuk mendukung program Desa Mandiri Anggur Merah (DeMAM) di daerah itu. Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumba Tengah, Ir. Agustinus Umbu Sorung, menjelaskan hal tersebut kepada Pos Kupang, Jumat (29/7/2011). Dikatakannya, sejak pekan lalu pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan verifikasi kegiatan kelompok yang dipimpin Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Sumba Tengah, Lukas Woli, S.E. Verifikasi dilakukan untuk memperoleh kepastian kemajuan kelompok tani dalam menyerap dana DeMAM maupun dana P2ED. Secara teknis, jelas Umbu Sorung, terjadi keterlambatan pelaksanaan program ...

Berita lainnya di Sumba Tengah
  • Selengkapnya
  • 1 Komentar
Waspada! Pencuri Sepeda Motor di Kupang Marak Lagi

Waspada! Pencuri Sepeda Motor di Kupang Marak Lagi

Sunday, August 21, 2011 18:49 |964 views | Share ke Teman

KUPANG --- Bagi warga Kota Kupang kembali harus waspada terhadap aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Berdasarkan laporan yang diterima  pihak kepolisian  Mapolres Kupang Kota, Sabtu (20/8/2011) telah  terjadi dua  kasus pencurian motor. Kasus pencurian  pertama  terjadi di Arena  Pameran Fatululi, Jumat (19/8/2011), sekitar pukul  23.30 wita.  Motor Suzuki Fu 150 SCD, warna merah-hitam  DH 6058 AK, milik Enjelina Missa Pake,  warga Jalan Alor RT 02 RW 01, Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kelapa Lima, hilang di arena pameran Fatululi. Pake dalam laporannya mengisahkan, peristwa ini berawal ...

Berita lainnya di Berita NTT
  • Selengkapnya
  • 0 Komentar
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • Waspada! Pencuri Sepeda Motor di Kupang Marak Lagi - 964 views Dengan 0 Komentar Sejak Sunday, August 21, 2011 18:49
  • Perangi Geng Pelajar Perempuan - 1,455 views Dengan 2 Komentar Sejak Sunday, August 21, 2011 18:38
  • Jalan Propinsi Berlubang-lubang - 862 views Dengan 0 Komentar Sejak Sunday, August 21, 2011 18:27
  • Masyarakat Untung Jika Tanah di Tanjung Karoso Terjual - 1,359 views Dengan 0 Komentar Sejak Saturday, August 20, 2011 18:25
  • Gedung Paris Matawai Diduga Bermasalah - 1,096 views Dengan 1 Komentar Sejak Friday, August 19, 2011 18:22

  • jayanti: PESAWAT TERBANG ! Dengan pesawat terbang orang ja...
  • hurek.D: bukan cuman sekedar bagi kondom saja,peran Orang T...
  • WIRA JAYA: hampir satu tahun.. mana janjimu pak pol?? sekaran...
  • harry potter: Ayo Global......mana taringmu........................
  • harry potter: klo Radio udah dilarang siaran.....gimana dengan i...
  • Aftrinal Lubis, SP.: Mantap Pak Bupati. Lebih mantap kita naikkan menja...
  • Muhak: Kerugian jiwa dan atau materi yang dialami konsume...
447 Caleg Rebut 30 Kursi DPRD Sumtim Bupati Meninggal Dunia Verifikasi DPD Sumba Timur Dihen Dermaga Weekelo Buka Isolasi Sumba Drs. Umbu Sappi Pateduk Canangkan Gerakan Seribu Ternak Gidion Dilantik Jadi Bupati Sumtim Jelang Musim Tanam- Warga Waihibur Minta Handtractor Kantor Bupati Sumba Barat Daya Telan Dana Rp 6.3 M Korban Tewas Akibat Gizi Buruk di NTT Bertambah Lahan Rakyat Masuk Kawasan Taman Nasional (KTN) Mantan Wakapolres Sumba Timur Diberi Teguran Pembangunan Pasar Matawai Capai 50 Persen Pemkab Sumba Tengah Siapkan Dana Untuk Jaringan Telepon Pemprop Diminta Bayar Gaji Guru Honor SDK Gollu Sapi Sumba Barat Daya Stop Dreaming Start Action Sumba Timur Dapat Subsidi Kedelai Sumteng Butuh Pemimpin Berhati Luhur Sumtim Tak Perlu Wabup Tiga Sukses Umbu Saga Anakaka Warga Kambajawa Krisis Air Warga Kodi Kunsumsi Air Kali Warga Minta Bupati Basmi Pencuri Warga Pahomba Minta Mobil Tangki Warga Weetebula Krisis Air Bersih
  • ( Serba Serbi )
  • Berita NTT
  • Sosok
  • Sumba Package Tours
  • Sumba Zone
    • Sumba Barat
    • Sumba Barat Daya
    • Sumba Tengah
    • Sumba Timur

eXTReMe Tracker

Copyright 2007 - 2010