Perangi Geng Pelajar Perempuan
WAIKABUBAK -- Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango, S.Pd, M.Si, memerintahkan para kepala sekolah (Kepsek) menengah umum se-Kota Waikabubak memerangi fenomena munculnya geng pelajar perempuan yang beroperasi di salah satu SMA di kota itu. Perilaku geng tak patut dilakoni para perempuan. “Saya sudah mendapat laporan adanya tiga geng perempuan yang beroperasi di salah satu SMA di kota ini. Saya minta kepala sekolah awasi dan kalau temukan segera keluarkan dari sekolah. Perbuatan itu memalukan sekolah, orang tua dan masyarakat daerah ini. Jangan tiru perbuatan tak patut dicontoh ...

FPL memilih untuk walk out dari ruang rapat Bupati Sumba Timur. Mereka kemudian berkumpul di halaman Kantor Bupati Sumba Timur sebelum memutuskan untuk melaporkan Bupati Sumba Timur ke polisi pada pukul 15.30 Wita.
Ninggeding mengatakan, mereka sebenarnya sudah beritikad baik untuk berdialog dengan pemerintah daerah hari itu. Apalagi dalam rapat tersebut semua pihak terkait hadir. Namun karena sikap protokol yang membatasi jumlah anggota forum yang hadir, katanya, maka pihaknya terpaksa memilih untuk membawa persoalan tambang Wanggameti ke jalur hukum.
















Rambu said on Thursday, September 16, 2010, 6:43
mengapa ada oknum-oknum yang suka jadi kuda tunggang..ada organisasi yang hanya cari popularitas saja. jangan selalu membawa nama aspirasi rakyat atau untuk kepentingan masy. tapi ternyata hanya untuk kepentingan suatu golongan saja,.memangnya sudah ada penggalian tambang?? kan belum to,.atau sudah ada penyakit yang tersebar?? jangan foto-foto yang ada di internet yang diambil dan di foto kopi trus di bagikan sama semua masyarakat,.yang kami liat juga ada penghasilan dari kegiatan itu,apa kalian bersedia mencari pekerjaan baru buat orng-orng tersebut,.atau jangan sampai ingin supaya masyakarat sumba miskin trus sehingga kalian bisa menjual kemiskinan ini keluar negeri dengan meminta bantuan apa bila ada bantuan lebih banyak uang yang masuk ke pundi2 kalian?….
Rambu said on Thursday, September 16, 2010, 6:51
ada Hukum dan hukum tau siapa yang salah dan sipa yang benar…Kami sebagai masyarakat Sumba timur akan dukung Bupati terpilih walaupun sy bukan salah satu orng yang memilih beliau tetapi dia di pilih oleh masyrakat satu Sumba Timur. jadi tidak usah lah mencari-cari kesalahan,…
Yohanes K. Windi said on Thursday, September 30, 2010, 2:43
Saya kira rencana penambangan harus dihentikan karena SUmba Timur adalah daerah kering yang sangat bergantung pada sumber mata air dari Wanggameti. Sebaiknya Pemda setempat lebih memacu peternakan karean selama ini menjadi lumbung ternak di Indonesia. Sudah banytak cerita di Indonesia (Freeport,) tidak dinikmati masyarakat lokal tapi oleh pengusaha dan aparat2 pemda yang menjadi kaki tangan mereka. Rambu said terlalu sederhana melihat permasalahan. Masyarakat sekitar Wanggameti tetap aja hidup sekalipun pertambangan tidak ada. PAda umumnya warga lokal akan menjadi kuli saja……karena tidak memiliki ilmu dan skill yang memadai untuk bekerja ditambang. Kita lebih cocok beternak atau berladang lahan kering karena masyarakat kita udah terlatih untuk itu. Dan buktinya mereka masih survive. Jangan kemakmuran diukur dari kaca mata orang yang punya rumah gedung, sepeda motor atau barang mewah lainnya. Sayang kalau area wanggameti musnah oleh pertambangan…apalagi saya belum pernah lihat secara langsung he..he…