• Home
  • Tentang Sumba
    • Budaya Sumba
    • Peta Sumba
    • Geografis Sumba
    • Pasola Sumba
  • Photo Gallery
  • Info Sumba
    • Sumba of Events
    • General Info
    • Hotel & Resort
      • Sumba Nautil Resort
      • Nihiwatu Resort
      • Monalisa Cottages
      • Manandang Hotel
      • Artha Hotel
    • Pasola Information
      • Pasola Festival 2009
      • Pasola Festival 2010
      • Pasola Festival 2011
  • Buku Tamu
  • ( Serba Serbi )
  • Berita NTT
  • Sosok
  • Sumba Package Tours
  • Sumba Zone
    • Sumba Barat
    • Sumba Barat Daya
    • Sumba Tengah
    • Sumba Timur
Monday, February 6, 2012
  • News Feed
  • Comments Feed

Cari Kepuasan dalam Tulisan

2,962 views | Share ke Teman

umbu_pura_wohaMEMASUKI masa pensiun bukan berarti akhir berkarya. Pensiun bukan berarti berhenti dari segala macam aktivitas. Ini pula yang menjadi pemikiran dari Ir. Umbu Pura Woha. Bagi pria kelahiran Wualanda, Mangili, Kabupaten Sumba Timur, 22 Oktober 1936 ini, sisa hidup yang masih dianugerahkan Tuhan, harus dimanfaatkan dengan berkarya untuk generasi mendatang. Dia memilih menulis sebagai karya dalam di masa tuanya. Faktor usia baginya bukan menjadi penghalang. Bahkan pengalaman semasa mengabdi baik sebagai pejabat eksekutif maupun duduk di bangku legislatif telah membuatnya banyak ide untuk mengisi masa-masa tua.  Sebagai putra asal Pulau Sumba, Umbu Pura Woha memilih menulis tentang tanah asalnya. Sumba yang eksotik dan kaya akan budaya ternyata belum banyak ditulis. Kekurangan karya- karya tulis itulah yang mendorong Umbu Pura Woha menulis dua buku yakni Sejarah, Musyawarah dan Adat Istiadat Sumba Timur dan Sejarah Pemerintahan di Pulau Sumba. Bukan itu saja, sarjana pertanian pertama dari Pulau Sumba ini juga kini sedang menyusun cerita-cerita rakyat dan dongeng asal Pulau Sumba. Untuk mengetahi lebih banyak tentang sosok motivasi da tujuan menulis, berikut petikan perbincangan Pos Kupang dengan Umbu Pura Woha belum lama ini.

Anda telah menulis dua buku. Setidaknya itu menjadi referensi bagi generasi masa kini dan masa yang akan datang. Apakah sudah lama direncanakan?
Semasa masih aktif sebagai pegawai negeri sipil, saya tidak berpikir untuk menulis buku. Tapi saat memasuki masa pensiun baru terpikirkan oleh saya. Sebenarnya niat saya menulis buku ini adalah saya melihat tulisan-tulisan mengenai Sumba sangat sedikit. Dari situ saya mulai berpikir, kenapa saya tidak menulis tentang Sumba? Saya mulai dan dapat mengumpulkan banyak dokumen. Banyak dokumen terutama yang dikumpulkan bapak almarhum Dr. Umbu Hina Kapitan, maka saya pikir ada baiknya mengisi waktu itu dengan menulis. Saya mulai dengan tulisan referensi buku yang sebenarnya yang sudah umum, misalnya mengenai Sumba. Mungkin adat istiadatnya banyak yang sudah ditulis tapi tidak utuh semua, sehingga masih tetap memegang buku Bapak Umbu Hina Kapitan. Tapi buku itu dalam bahasa Sumba. Nah, langkah awal saya adalah menerjemahkan buku karangan Bapak Umbu Kapitan. Saya terjemahkan dulu ini buku ini ke dalam Bahasa Indonesia karena buku ini orang Sumba sendiri tidak bisa baca. Pertama karena bahasa yang digunakan bahasa Sumba kambera, Sumba Wajewa dan ada beberapa bahasa sub praja di Sumba. Jadi buku tebal itu walaupun dalam bahasa Sumba, orang Sumba tidak bisa baca karena dalam bentuk bahasa baitan, kalau Sumba bisa dikatana wunan, lulun, bahasa adat sehingga memerlukan pengertian. Untungnya, Umbu Hina kapitan bisa meninggalkan untuk generasi berikut yaitu kamus Sumba Kambera ke Bahasa Indonesia dan kamus-kamus dalam bentuk ungkapan-ungkapan yang artinya lawiti yang menurut James Fox, itu bentuk pasangan atau bahasa yang berpasangan. Bahasa ini agak sulit dimengerti kalau tidak paham. Jadi pertama saya terjemahkan buku itu, lalu saya tawarkan ke Bupati, Ir. Mehang Kundang dan langsung diterima dan dijadikan satu proyek penerbitan buku.

Anda menulis tentang pemerintahan di Sumba. Dari mana Anda mendapat data-data itu?
Saya mendapatkan dari kalangan pemerintah karena mereka menyimpan arsip-arsip. Di kalangan pemerintah banyak tersimpan arsip-arsip, tapi secara terlepas-lepas. Kebiasaan menyusun suatu memori atau laporan tahunan yang mengkaitkan semua kegiatan itu dalam bentuk kegiatan terpadu sehingga menjadi dokumen itu masih kurang. Itu terjadi di kalangan pemerintah, sehingga menjadi kesulitan juga bagi orang yang membutuhkan dokumen itu. Saya juga mengalami hal yang sama. Kelemahan lain, ada kepala daerah yang memorinya di waktu selesai dia tulis dengan baik dan diperbanyak. Tapi ada juga memori yang dirangkap empat saja dan dipakai waktu serahterima saja. Serahkan satu ke gubernur, satu ke bupati dan sebagainya. Jumlahnya terbatas baik yang sudah cetak dan diperlukan menjadi dokumen dan diketahui itu bagus, sehingga mau susun satu sejarah yang dalam masa yang panjang itu tinggal baca memori-memori yang utuh menjadi satu kesatuan.

Mengapa Anda memilih menulis buku?
Nah, itu juga saya pikir ada baiknya ada waktu dan Tuhan masih memberikan kesehatan dan kesempatan maka saya berusaha menyusun. Tentu saja karena harus mencari penerbit. Banyak juga banyak orang yang tidak suka menulis buku karena royaltinya hanya 20 persen. Sebelumnya hanya 10 persen. Tapi itu dikasih kalau bukunya sudah laku, kalau bukunya tidak laku ya tidak apa-apa. Seperti Prof. Alo Liliweri bilang, tidak ada yang kaya dengan menulis buku. Tetapi bukan kekayaan yang dikejar, tetapi kepuasan batin karena bisa meninggalkan catatan atau dokumen untuk generasi yang akan datang. Itu menurut saya yang pokok.

Apa yang paling paling membuat Anda bahagia dengan buku tulisan Anda?
Bisa menulis buku saja sudah membuat saya bahagia, apalagi kalau tulisan kita dikutip oleh penulis yang lain juga merupakan kebanggaan tersendiri, walaupun dari segi pendapatan mungkin tidak terlalu merangsang. Tapi kepuasan menulis itu yang dicari. Cuma sebenarnya kita perlu umpan balik atau tanggapan dari pembaca mengenai buku itu dan biasanya diadakan bedah buku dan sebagainya. Dari situ kita bisa dapatkan umpan balik. Tapi yang penting juga seperti dalam pengantar selalu dikatakan siap menerima kritik dan saran perbaikan. Biasanya tidak ada itu. Tapi itu baik agar cetakan berikut buku bisa lebih baik seperti perbaikan kesalahan teknis, menulis, kesalahan redaksi dan kesalahan data bisa diperbaiki untuk terbitan berikutnya.

Mengisi waktu dengan menulis juga merupakan pekerjaan yang sehat juga. Berapa lama Anda selesaikan buku ini?
Tergantung dari lengkapnya data. Kalau namanya sejarah perlu banyak dokumen, tapi banyak foto-foto itu adalah dokumen pribadi. Karena dulu waktu saya masih muda, saya selalu bawa tustel dan suka foto-foto. sehingga susudah 30 tahun kemudian foto itu memiliki nilai historis. Tetapi kalau tidak ada tulisan juga sama juga tidak ada guna juga, ditulis sehingga diketahui oleh orang lain. Kalau masalah dokumentasi ini, kita mestinya belajar dari pemerintah penjahan Belanda dulu yang selalu mendokumentasikan setiap kegiatan atau peristiwa. Seperti ke pastor dan pendeta. Mereka itu menulis apa yang mereka lihat, apa yang mereka dengar, apa yang mereka alami dan apa yang mereka perbuat selama melakukan perjalanan dan berada di tempat tertentu. Sehingga dalam dokumen-dokumen itu ada yang disebut laporan perjalanan. Kalau kita, hal-hal yang demikian dianggap sudah biasa, jadi seolah-olah semua sudah tahu. Tetapi setelah 50 tahun kemudian, belum tentu orang sudah tahu. Mengenai dokumentasi ini pernah disampaikan oleh Pak Ben Mboi saat ia jadi gubernur, yaitu setiap kepala dinas harus buat laporan perjalanan. Ya karena tidak ada yang baca, orang tidak menulis lagi. Padahal tidak dibaca juga tidak apa-apa yang penting menulis dan menjadi dokumen.

Butuh berapa waktu untuk menyelesaikan buku tentang Sumba?
Tidak sampai setahun. Saya mulai itu sejak Oktober 2007. Sebenarnya sudah bisa dicetak Juli 2008, tapi harus mencari dana lagi untuk mencetak buku ini.

Dalam buku ini, pesan apa yang ingin Anda sampaikan untuk masyarakat NTT?
Pertama, kaum terpelajar itu cintailah daerah sendiri dengan cara mendokumentasikan daerahnya. Sama dengan cinta tanah air. Sehingga orang kenal, orang tahu. Kalau bukan generasi sekarang ya generasi kemudian, sehingga berdasarkan itu banyak kalangan yang membeli buku ini. Buku ini baik untuk generasi muda yang mereka tidak tahu terjadi pada waktu-waktu yang lalu. Bung Karno juga pernah bilang jangan melupakan sejarah. Sehingga cetakan pertama in saya pasarkan di Kupang dulu. Karena di sini konsentrasi pelajar mahasiswa. Apakah mereka tertarik atau tidak, itu tidak jadi masalah. Dan, kalau ke toko- toko buku itu, buku ini tidak ada, jadi termasuk buku langka juga. Banyak pendapat yang bilang generasi muda harus memiliki buku ini untuk mengetahui perjalanan sejarah.

Apakah Anda hanya menjelaskan tentang Sumba dalam buku ini?
Dalam buku ini saya tidak fokus pada Sumba saja, karena ada dimensi nasional, ada sejarah Indonesia, ada dimensi sejarah regionalnya NTT, dan Indonesia bagian timur dan dimensi- dimensi lokal yakni Pulau Sumba. Dalam buku ini juga ada data mengenai gubernur-gubernur yang dilantik tanggal berapa, ada yang ditulis tanggal pelantikannya, ada yang hanya masa jabatannya. Kemudian ketua-ketua DPRD, hanya anggota DPRD Propinsi saya tidak tulis, hanya anggota DPR di Pulau Sumba ada semua. Dari daftar anggota DPRD Kabupaten itu, hanya satu masa jabatan di Sumba Timur yang saya tidak miliki data. Tapi ada yang mulai kasih tahu-kasih tahu siapa-siapa. Sumba barat itu ada tiga masa jabatan yang tidak ada yaitu 1971-1977, 1977-1982 dan lebih dulu dari itu yakni 1966-1971 juga tidak ada. Sebab sudah hampir semua sudah meninggal, ada juga yang masih hidup dan saya pernah wawancara tapi sudah tidak ingat lagi.

Anda memiliki latar belakang pendidikan pertanian, mengapa Anda tidak menulis sejarah perkembangan pertanian di NTT?
Terpikir juga, tapi saya masih kumpul data. Semasa aktif di kantor Dinas Pertanian, saya pernah diminta oleh Undana untuk menyusun kurikulum untuk Fakultas Pertanian tentang petanian lahan kering. Saya juga pernah ikut simposium internasional tentang pertanian yang digelar di Kupang oleh salah satu universitas di Salatiga. Sebenarnya banyak hal yang saya bisa tulis, tapi saya mesti fokus. Apalagi kemajuan ilmu pertanian sangat cepat, jangan sampai ilmu saya sudah out of date. Tapi dasar-dasar ilmu itu tidak berubah. Saya punya rencana untuk tulis buku tentang sejara petanian tapi harus temukan dulu fokus apa yang mau ditulis. Mengenai pertanian itu memang, saya belum berani juga kecuali sebagai dokumen dan pengetahuan dasar karena ilmu berkembang terus dengan pesat setiap saat sekarang.

Apakah Anda masih merencanakan menulis buku lagi?
Saya mau menulis buku lagi, tetapi masih tenang budaya Sumba, saya lagi persiapkan tiga buah buku, barangkali khusus untuk Sumba, saya masih cari penerbitnya, sudah rampung masing- masing 80 persen. Ada buku yang pertama mengenai dongeng dan cerita rakyat Sumba. Kedua, dongeng asli Sumba, dan ketiga mengenai tatakrama orang Sumba. Datanya ada dan banyak peninggalan dari Bapak Kapitan juga yang dikumpulkan bertahun-tahun. Khusus untuk dongeng asli Sumba, kalau cerita-cerita asli Sumba kalau disebut asli juga tidak karena satu dongeng bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain hanya bahasanya dan tokohnya yang disesuiakn dengan tempat. Jadi setelah satya pelajari ya begitu. Kalau dongeng yang sama diceritakan di Jawa, maka nama dan pelakunya juga orang Jawa, tapi kalau diceritakan di Sumba maka nama dan pelakiu pasti orang Sumba.

Mengapa Anda ingin membukukan dongeng dari Sumba?
Di Sumba banyak dongeng, tapi banyak yang sudah dilupakan karena banyak yang sudah tidak diceritakan lagi. Jadi kalau tidak dibukukan maka kemungkinan bisa punah atau dilupakan oleh generasi mendatang. Sekarang saya sedang kumpul. Dari Sumba Timur saja ada beberapa dongeng. Lalu Sumba Barat, yakni Anakalang, Mamboro masing-masing dengan bahasa lokal. Sekarang masih ada beberapa dongeng yang saya kasih ke orang Sumba untuk terjemahkan karena bahasanya sama seperti bahasa Mamboro. Jadi dongeng asli bahasa Mamboro tapi diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Ada juga yang mengusulkan sekaligus diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Tapi saya masih berpikir.

Anda lama di pertanian. Kalau dulu progam lebih mengena dengan kebutuhan masyarakat. Misalnya dulu ada program El Tari tetang menanam. Terus ada program Ben Mboi OMN dan ONH. Sekarang jagung lagi..
Sebenarnya, setiap orang selalu mau mengikuti perkembangan atau mode. Mode ini terus berubah dan orang ingin berubah sesuai perubahan mode. Demikian juga program dalam bidang pertanian ini. Saya lihat dalam proyek-proyek sekarang pada prinsipnya sama dengan program pada pemerintahan masa lalu. Hanya istilahnya baru, sulit, tapi sebenarnya buat apa kalau mempersulit yang muda? Nanti kalau datang ini wah orang ini punya proyek berhasillah, ini terjadi kebanggaan sektoral. Tapi sebenarnya terkait.

Apa yang tidak menyenangkan kalau menulis?
Mencari penerbit atau sponsor yang bersedia menerbitkan buku ini. Tapi menulis harus cari sponsor atau penerbit dan bersedia menerbitkan. Saya tanya juga dosen-dosen, kenapa tidak tulis buku. Mereka bilang begini, banyak mahasiswa yang di muka hidung saya ini mereka memfotokopi buku itu. Jadi pembajakan secara halus pun mengurangi minat para penulis. (alfred dama)

Data diri
Nama: Ir. Umbu Pura Woha
Tempat Tanggal lahir : Kampung Wualanda, Mangili 22 Oktober 1936
Pendidikan :
Sekolah Rakyat Masehi di Ngallu selama 4 tahun (1949).
Kelas 5 dan 6 di Melolo-Sumba Timur dan tamat tahun 1951
Melanjutkan di Sekolah Agama di Mauma’ru dan melanjutkan ke SMP Payeti Waingapu (hingga kelas III bagian B) dan tamat di SMP Kristen Waikabubak 1956
SMA Kristen Salatiga, tamat tahun 1959
Fakultas Pertanian-Institut Pertanian Bogor tamat tahun 1966
Karier:
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Timur sejak tahun 1966

Wakil Kepala Dinas Perkebunan NTT sejak tahun 1971
Kepala Dinas Perkebunan Propinsi NTT sejak 1974 (selama 20 tahun)

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultira Propinsi NTT 1994.
Pensiun 1996
Istri : Rambu Lika Ana Amahu (nikah pada tanggal 10 Januari 1969)
Anak-anak : Umbu Mangu Peter, ST, Umbu Maku Hinggiranja, SE, Umbu Tay Rawambaku, SE, Umbu Hapu Amahu dan Umbu Habita Meha, SE serta Rambu Mora Lambu Emu, S.T. (alf)

Copyright: http://jurnalis-ntt.blogspot.com/

Lihat Yang Lain :


  • Pegawai Teladan Ditjen Pajak
  • NTT Kehilangan Tokoh Lingkungan, Tius Natun
  • Ignatius-Maria Harumkan Nama NTT
  • Mariana Kareri Hara, Mengajar Sambil Gendong Anak
  • Atlet KKI Jaga Nama NTT
  • Semoga Sumba-ku Mendunia
  • Ignatia Sabrina Akan Kembali ke Kupang
  • Ibu Aloysia Kolin Berkisah: Perkembangan Paroki Sang Penebus
  • Agustinus Umbu Rauta: Krusial, Pemimpin Pertama Kabupaten Sumba Tengah
  • Drs. Umbu Dedu Ngara



You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.

6 Responses to “Cari Kepuasan dalam Tulisan”

  1. tips menulis buku said on Saturday, June 6, 2009, 9:45

    Begitu sukarkah menghasilkan buku, sama ada buku fiksyen, buku ilmiah atau buku bukan fiksyen? Buku individu yang hendak menjadi penulis tetapi ramai yang tidak berjaya, apatah lagi sebagai penulis yang dapat memberikan sumbangan yang bermakna di dalam dunia penulisan. Malah bukan menjadi rahsia lagi, ada yang masih lagi bermain dengan angan-angan. Mengapa anda hendak menadi penulis buku? Menulis buku dapat dilakukan sepenuh masa sebagai profesional dan dapat juga sebagai kerjaya sampingan.

  2. Rizal Y Bili Bani said on Saturday, July 18, 2009, 22:34

    Saya sangat tertarik dengan buku-buku ttg kebudayaan di NTT. Kalau bukunya blm diterbitkan, naskahnya bisa dikrm ke redaksi BaniBooks. Silahkan bergbung dgn komunitas kami di facebook http://www.facebook.com/pages/BANIBOOKS/98156202620

  3. yanto hambur said on Saturday, January 23, 2010, 10:05

    terimksih buat Bapak Umbu Pura Woha yng ingin mnulis buku bagi genersi brikutnya. tapi 1 saran saya Pak, ketika bukunya diterbitkan jangan diterbitkan di luar daerah. seperti bukunya Bapak Oe. H. Kapita kita susah dapat pak karena diterbitkan sampai di Belanda. makanya, orng yang menrbitkan menjdikannya aset…ketika orang sumba mau membuthkan ya kita perlu penerjemahan dan juga kita beli barang sendiri di daerah orang lain….tetap semangat Pak…Tuhan menyertaimu…
    yanto hambur
    universitas PGRI NTT

  4. kristoforusbili said on Monday, August 23, 2010, 3:12

    Wah….senang rasanya…ada orang Sumba Asli yang menulis buku tentang Sumba. Bapak, kalau bukunya udah diterbitkan tolong info. ke alamat email ini: kristoforusbili@yahoo.co.id
    Saya sangat ingin untuk memilikinya. Buku tentang cerita-cerita rakyat dan dongeng tentang Sumba sangat saya minati. Thanks before father and GBU!

  5. Rambu Inanda Dwihasti said on Thursday, January 13, 2011, 15:46

    Senang sekali rasanya paman saya bisa tetap meluangkan kreativitas, ide pikiran ke dalam bentuk tulisan. Sulit sekali mencari info tentang budaya Sumba. Pernah saya dapatkan info dari salah satu website tapi yang membuat justru malah orang dari luar bangsa Indonesia. Saya tunggu karya nya sampai ke Jakarta, mudah-mudahan bisa diakses pula melalui layanan online sebagai perkenalan tentang NTT. Kalau mungkin buku nya bisa “go international”, mengapa tidak?karena saya yakin alam Sumba jauh lebih eksotik dari manapun. salam kangen pak de dr Bogor

  6. ADRIANA LORU said on Wednesday, June 8, 2011, 4:39

    Wahhh…luar biasa….sbgai orng asli sumba,sy sngat tertarik dgn crta dri sumba dan sy mndkng sepenuhnya,dgn dmkian crta ttg smba tdk hlang bgtu saja tp dapat diteruskan ke generasi berikutnya……good luck.GBU
    UKAW NTT

Leave a Reply


Indonesia Traveling & Adventure

PT. VIP Tour Travel - Bali Hotels & Villas Booking Online - Bali Package Tours - Bali Spa, Wedding, Domestik Tour, Rent Car, Activity, Bali & Beyond

Toko Bunga Online di Bali - bali flower shop - www.baliflowershop.com

Berbagi Ilmu Pegetahuan & Wawasan - Media Sharing

  • Artikel Terbaru

    • Waspada! Pencuri Sepeda Motor di Kupang Marak Lagi
    • Perangi Geng Pelajar Perempuan
    • Jalan Propinsi Berlubang-lubang
    • Masyarakat Untung Jika Tanah di Tanjung Karoso Terjual
    • Gedung Paris Matawai Diduga Bermasalah
    • Janji Fokker 100, Datang MA-60, Merpati Dinilai Ingkar Janji
    • Rotary Club Sumbang Dua Mesin Desalinasi Air
    • Wanggameti Masih Memanas
    • 10 Ekor Kerbau Gagal ke Luar Sumba
    • Ditolak Sekolah Kepala Panti Mengadu
    • Pengusaha Jangan Permainkan Harga
    • Uma Peghe Berdayakan Masyarakat
    • DPRD Sumtim Wacanakan Pemekaran Wilayah
    • Warga Wanokaka Kurang Berminat ke Laut
    • PT FR Eksplorasi Tanpa Amdal
    • Sumba Krisis Semen n Harga Semen Rp 72 Ribu/Zak
    • Manfaatkan Dana dengan Baik
    • Retribusi Parkir Belum Ditarik
    • Bidan Jarang ke Pustu, Pasien Telantar
    • Sumba Tengah Alokasikan Rp 3,7 M
    • Beri Sepeda Motor Operasional
    • Harga Melambung, Warga Minta OPM
    • Warga Waikabubak Gunakan Air Sumur
    • Jualan di Jalan Supaya Laku
    

  • Link Partners

    • Bali Blogger
    • Baliorange Communications
    • Baliorange WebBlog
    • Flobamora Blogger NTT
    • I Love Sumba
    • Indonesia Travel Guides
    • Indonesia.Travel
    • Merpati Airlines
    • Monalisa Cottages
    • PA Waikabubak
    • PA Waingapu
    • Pemda NTT
    • Pos Kupang
    • Sumba Barat Kab.
    • Sumba Nautil Resort
    • Sumba Tengah Kab.
    • Sumba Timur Kab.
    • Sumba Tours
    • Trans Nusa
    • VIP Tour Travel Bali
    • Waingapu.Com
PT. Lombok Tropic Holidays Indonesia Komunitas Blogger NTT Pos Kupang - Suara Nusa Tenggara Timur Corat Coret - Menulis & Berkomentar Tentang Apa Saja

Lombok Hotels & Villas

Flores Explore

Informasi Wisata Pulau Lombok dan Gili Islands

Labuanbajo Hotels, Resorts, Cottages, Guesthouse, Homestay
  • Sumba Barat
  • Sumba Timur
  • Sumba Barat Daya
  • Sumba Tengah
  • Berita NTT
Perangi Geng Pelajar Perempuan

Perangi Geng Pelajar Perempuan

Sunday, August 21, 2011 18:38 |1,441 views | Share ke Teman

WAIKABUBAK -- Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango, S.Pd, M.Si, memerintahkan para kepala sekolah (Kepsek) menengah umum se-Kota Waikabubak   memerangi fenomena munculnya geng pelajar perempuan yang beroperasi di salah satu SMA di kota itu. Perilaku geng tak patut dilakoni para  perempuan. “Saya sudah mendapat laporan adanya tiga geng perempuan yang beroperasi di salah satu SMA di kota ini. Saya minta kepala sekolah awasi dan kalau temukan segera keluarkan dari sekolah. Perbuatan itu memalukan sekolah, orang tua dan masyarakat daerah ini. Jangan tiru perbuatan tak patut dicontoh ...

Berita lainnya di Sumba Barat
  • Selengkapnya
  • 2 Komentar
Gedung Paris Matawai Diduga Bermasalah

Gedung Paris Matawai Diduga Bermasalah

Friday, August 19, 2011 18:22 |1,088 views | Share ke Teman

"Selama ini bupati ditipu karena panitia dan SKPD tidak ada laporan. Mereka juga melakukan rekayasa menjadi proyek multiyears padahal sebenarnya tidak." -- Ketua Komisi B DPRD Sumtim, Arnold Huki Lalatana -- WAINGAPU -- Proyek pembangunan gedung Pasar Inpres (Paris) Matawai, di Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) senilai Rp 9,8 miliar diduga bermasalah. Dugaan ini terungkap dalam rapat dengar pendapat antara Pemerintah dan  PT Adhi Karya (AK). Dalam dengar pendapat itu menemukan dugaan terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Penyimpangan tersebut terkuak saat DPRD ...

Berita lainnya di Sumba Timur
  • Selengkapnya
  • 1 Komentar
Masyarakat Untung Jika Tanah di Tanjung Karoso Terjual

Masyarakat Untung Jika Tanah di Tanjung Karoso Terjual

Saturday, August 20, 2011 18:25 |1,348 views | Share ke Teman

"Masyarakat justru merasa untung tanah itu bisa dijual daripada tidak digarap. Ada yang membelinya, syukurlah," kata Yosep Rangga Tene, Kepala Desa Kalela Rongngo. TAMBOLAKA --- Kepala Desa Kalela Rongngo, Yosep Rangga Tena, membenarkan kalau kawasan di pesisir Tanjung Karoso ini sudah dikapling pemodal. Menurut  Yosep, warga setempat atau pemilik tanah belum jauh berpikir dan melihat potensi wisata dari kawasan pantai di situ. Karena itu mereka melepas tanah itu tanpa banyak berpikir keuntungan ekonomisnya untuk jangka panjang. "Masyarakat justru merasa untung tanah itu bisa dijual daripada tidak ...

Berita lainnya di Sumba Barat Daya
  • Selengkapnya
  • 0 Komentar
Sumba Tengah Alokasikan Rp 3,7 M

Sumba Tengah Alokasikan Rp 3,7 M

Monday, August 1, 2011 19:23 |796 views | Share ke Teman

WAIBAKUL -- Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah mengalokasikan dana senilai Rp 3,7 miliar untuk mendukung program Desa Mandiri Anggur Merah (DeMAM) di daerah itu. Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumba Tengah, Ir. Agustinus Umbu Sorung, menjelaskan hal tersebut kepada Pos Kupang, Jumat (29/7/2011). Dikatakannya, sejak pekan lalu pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan verifikasi kegiatan kelompok yang dipimpin Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Sumba Tengah, Lukas Woli, S.E. Verifikasi dilakukan untuk memperoleh kepastian kemajuan kelompok tani dalam menyerap dana DeMAM maupun dana P2ED. Secara teknis, jelas Umbu Sorung, terjadi keterlambatan pelaksanaan program ...

Berita lainnya di Sumba Tengah
  • Selengkapnya
  • 1 Komentar
Waspada! Pencuri Sepeda Motor di Kupang Marak Lagi

Waspada! Pencuri Sepeda Motor di Kupang Marak Lagi

Sunday, August 21, 2011 18:49 |960 views | Share ke Teman

KUPANG --- Bagi warga Kota Kupang kembali harus waspada terhadap aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Berdasarkan laporan yang diterima  pihak kepolisian  Mapolres Kupang Kota, Sabtu (20/8/2011) telah  terjadi dua  kasus pencurian motor. Kasus pencurian  pertama  terjadi di Arena  Pameran Fatululi, Jumat (19/8/2011), sekitar pukul  23.30 wita.  Motor Suzuki Fu 150 SCD, warna merah-hitam  DH 6058 AK, milik Enjelina Missa Pake,  warga Jalan Alor RT 02 RW 01, Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kelapa Lima, hilang di arena pameran Fatululi. Pake dalam laporannya mengisahkan, peristwa ini berawal ...

Berita lainnya di Berita NTT
  • Selengkapnya
  • 0 Komentar
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • Waspada! Pencuri Sepeda Motor di Kupang Marak Lagi - 960 views Dengan 0 Komentar Sejak Sunday, August 21, 2011 18:49
  • Perangi Geng Pelajar Perempuan - 1,441 views Dengan 2 Komentar Sejak Sunday, August 21, 2011 18:38
  • Jalan Propinsi Berlubang-lubang - 853 views Dengan 0 Komentar Sejak Sunday, August 21, 2011 18:27
  • Masyarakat Untung Jika Tanah di Tanjung Karoso Terjual - 1,348 views Dengan 0 Komentar Sejak Saturday, August 20, 2011 18:25
  • Gedung Paris Matawai Diduga Bermasalah - 1,088 views Dengan 1 Komentar Sejak Friday, August 19, 2011 18:22

  • jayanti: PESAWAT TERBANG ! Dengan pesawat terbang orang ja...
  • hurek.D: bukan cuman sekedar bagi kondom saja,peran Orang T...
  • WIRA JAYA: hampir satu tahun.. mana janjimu pak pol?? sekaran...
  • harry potter: Ayo Global......mana taringmu........................
  • harry potter: klo Radio udah dilarang siaran.....gimana dengan i...
  • Aftrinal Lubis, SP.: Mantap Pak Bupati. Lebih mantap kita naikkan menja...
  • Muhak: Kerugian jiwa dan atau materi yang dialami konsume...
447 Caleg Rebut 30 Kursi DPRD Sumtim Bupati Meninggal Dunia Verifikasi DPD Sumba Timur Dihen Dermaga Weekelo Buka Isolasi Sumba Drs. Umbu Sappi Pateduk Canangkan Gerakan Seribu Ternak Gidion Dilantik Jadi Bupati Sumtim Jelang Musim Tanam- Warga Waihibur Minta Handtractor Kantor Bupati Sumba Barat Daya Telan Dana Rp 6.3 M Korban Tewas Akibat Gizi Buruk di NTT Bertambah Lahan Rakyat Masuk Kawasan Taman Nasional (KTN) Mantan Wakapolres Sumba Timur Diberi Teguran Pembangunan Pasar Matawai Capai 50 Persen Pemkab Sumba Tengah Siapkan Dana Untuk Jaringan Telepon Pemprop Diminta Bayar Gaji Guru Honor SDK Gollu Sapi Sumba Barat Daya Stop Dreaming Start Action Sumba Timur Dapat Subsidi Kedelai Sumteng Butuh Pemimpin Berhati Luhur Sumtim Tak Perlu Wabup Tiga Sukses Umbu Saga Anakaka Warga Kambajawa Krisis Air Warga Kodi Kunsumsi Air Kali Warga Minta Bupati Basmi Pencuri Warga Pahomba Minta Mobil Tangki Warga Weetebula Krisis Air Bersih
  • ( Serba Serbi )
  • Berita NTT
  • Sosok
  • Sumba Package Tours
  • Sumba Zone
    • Sumba Barat
    • Sumba Barat Daya
    • Sumba Tengah
    • Sumba Timur

eXTReMe Tracker

Copyright 2007 - 2010