Perangi Geng Pelajar Perempuan
WAIKABUBAK -- Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango, S.Pd, M.Si, memerintahkan para kepala sekolah (Kepsek) menengah umum se-Kota Waikabubak memerangi fenomena munculnya geng pelajar perempuan yang beroperasi di salah satu SMA di kota itu. Perilaku geng tak patut dilakoni para perempuan. “Saya sudah mendapat laporan adanya tiga geng perempuan yang beroperasi di salah satu SMA di kota ini. Saya minta kepala sekolah awasi dan kalau temukan segera keluarkan dari sekolah. Perbuatan itu memalukan sekolah, orang tua dan masyarakat daerah ini. Jangan tiru perbuatan tak patut dicontoh ...

MEMASUKI masa pensiun bukan berarti akhir berkarya. Pensiun bukan berarti berhenti dari segala macam aktivitas. Ini pula yang menjadi pemikiran dari Ir. Umbu Pura Woha. Bagi pria kelahiran Wualanda, Mangili, Kabupaten Sumba Timur, 22 Oktober 1936 ini, sisa hidup yang masih dianugerahkan Tuhan, harus dimanfaatkan dengan berkarya untuk generasi mendatang. Dia memilih menulis sebagai karya dalam di masa tuanya. Faktor usia baginya bukan menjadi penghalang. Bahkan pengalaman semasa mengabdi baik sebagai pejabat eksekutif maupun duduk di bangku legislatif telah membuatnya banyak ide untuk mengisi masa-masa tua. Sebagai putra asal Pulau Sumba, Umbu Pura Woha memilih menulis tentang tanah asalnya. Sumba yang eksotik dan kaya akan budaya ternyata belum banyak ditulis. Kekurangan karya- karya tulis itulah yang mendorong Umbu Pura Woha menulis dua buku yakni Sejarah, Musyawarah dan Adat Istiadat Sumba Timur dan Sejarah Pemerintahan di Pulau Sumba. Bukan itu saja, sarjana pertanian pertama dari Pulau Sumba ini juga kini sedang menyusun cerita-cerita rakyat dan dongeng asal Pulau Sumba. Untuk mengetahi lebih banyak tentang sosok motivasi da tujuan menulis, berikut petikan perbincangan Pos Kupang dengan Umbu Pura Woha belum lama ini.
















tips menulis buku said on Saturday, June 6, 2009, 9:45
Begitu sukarkah menghasilkan buku, sama ada buku fiksyen, buku ilmiah atau buku bukan fiksyen? Buku individu yang hendak menjadi penulis tetapi ramai yang tidak berjaya, apatah lagi sebagai penulis yang dapat memberikan sumbangan yang bermakna di dalam dunia penulisan. Malah bukan menjadi rahsia lagi, ada yang masih lagi bermain dengan angan-angan. Mengapa anda hendak menadi penulis buku? Menulis buku dapat dilakukan sepenuh masa sebagai profesional dan dapat juga sebagai kerjaya sampingan.
Rizal Y Bili Bani said on Saturday, July 18, 2009, 22:34
Saya sangat tertarik dengan buku-buku ttg kebudayaan di NTT. Kalau bukunya blm diterbitkan, naskahnya bisa dikrm ke redaksi BaniBooks. Silahkan bergbung dgn komunitas kami di facebook http://www.facebook.com/pages/BANIBOOKS/98156202620
yanto hambur said on Saturday, January 23, 2010, 10:05
terimksih buat Bapak Umbu Pura Woha yng ingin mnulis buku bagi genersi brikutnya. tapi 1 saran saya Pak, ketika bukunya diterbitkan jangan diterbitkan di luar daerah. seperti bukunya Bapak Oe. H. Kapita kita susah dapat pak karena diterbitkan sampai di Belanda. makanya, orng yang menrbitkan menjdikannya aset…ketika orang sumba mau membuthkan ya kita perlu penerjemahan dan juga kita beli barang sendiri di daerah orang lain….tetap semangat Pak…Tuhan menyertaimu…
yanto hambur
universitas PGRI NTT
kristoforusbili said on Monday, August 23, 2010, 3:12
Wah….senang rasanya…ada orang Sumba Asli yang menulis buku tentang Sumba. Bapak, kalau bukunya udah diterbitkan tolong info. ke alamat email ini: kristoforusbili@yahoo.co.id
Saya sangat ingin untuk memilikinya. Buku tentang cerita-cerita rakyat dan dongeng tentang Sumba sangat saya minati. Thanks before father and GBU!
Rambu Inanda Dwihasti said on Thursday, January 13, 2011, 15:46
Senang sekali rasanya paman saya bisa tetap meluangkan kreativitas, ide pikiran ke dalam bentuk tulisan. Sulit sekali mencari info tentang budaya Sumba. Pernah saya dapatkan info dari salah satu website tapi yang membuat justru malah orang dari luar bangsa Indonesia. Saya tunggu karya nya sampai ke Jakarta, mudah-mudahan bisa diakses pula melalui layanan online sebagai perkenalan tentang NTT. Kalau mungkin buku nya bisa “go international”, mengapa tidak?karena saya yakin alam Sumba jauh lebih eksotik dari manapun. salam kangen pak de dr Bogor
ADRIANA LORU said on Wednesday, June 8, 2011, 4:39
Wahhh…luar biasa….sbgai orng asli sumba,sy sngat tertarik dgn crta dri sumba dan sy mndkng sepenuhnya,dgn dmkian crta ttg smba tdk hlang bgtu saja tp dapat diteruskan ke generasi berikutnya……good luck.GBU
UKAW NTT