<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sumba Island - Media Informasi Pulau Sumba &#187; Berita NTT</title>
	<atom:link href="http://sumbaisland.com/category/berita-ntt/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sumbaisland.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Jan 2012 04:00:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Waspada! Pencuri Sepeda Motor di Kupang Marak Lagi</title>
		<link>http://sumbaisland.com/waspada-pencuri-sepeda-motor-di-kupang-marak-lagi/</link>
		<comments>http://sumbaisland.com/waspada-pencuri-sepeda-motor-di-kupang-marak-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Aug 2011 18:49:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita NTT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumbaisland.com/?p=3861</guid>
		<description><![CDATA[KUPANG &#8212; Bagi warga Kota Kupang kembali harus waspada terhadap aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Berdasarkan laporan yang diterima  pihak kepolisian  Mapolres Kupang Kota, Sabtu (20/8/2011) telah  terjadi dua  kasus pencurian motor. Kasus pencurian  pertama  terjadi di Arena  Pameran Fatululi, Jumat (19/8/2011), sekitar pukul  23.30 wita.  Motor Suzuki Fu 150 SCD, warna merah-hitam  DH 6058 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-3863" style="margin-left: 3px; margin-right: 3px;" title="Pencuri Sepeda Motor di Kupang" src="http://sumbaisland.com/wp-content/uploads/2011/08/Pencuri-Sepeda-Motor-di-Kupang.jpg" alt="" width="254" height="191" />KUPANG &#8212; Bagi warga Kota Kupang kembali harus waspada terhadap aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).</p>
<p>Berdasarkan laporan yang diterima  pihak kepolisian  Mapolres Kupang Kota, Sabtu (20/8/2011) telah  terjadi dua  kasus pencurian motor.</p>
<p>Kasus pencurian  pertama  terjadi di Arena  Pameran Fatululi, Jumat (19/8/2011), sekitar pukul  23.30 wita.  Motor Suzuki Fu 150 SCD, warna merah-hitam  DH 6058 AK, milik Enjelina Missa Pake,  warga Jalan Alor RT 02 RW 01, Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kelapa Lima, hilang di arena pameran Fatululi.</p>
<p>Pake dalam laporannya mengisahkan, peristwa ini berawal ketika dirinya pergi di lokasi pameran  hendak betemu dengan suaminya  yang berada  stan permainan ketangkasan. Sebelum bertemu suaminya, motor diparkir di sekitar stand permainan ketangkasan. Ketika hendak pulang, Pake tidak menemukan lagi motor yang diparkir di sekitar stand ketangkasan.</p>
<p>Kasus pencurian lainya menimpa Hendrikus Belaon Rebon, warga jalan Hati Mulia RT 01 RW 05, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.</p>
<p>Kasus pencurian terjadi Sabtu ( 20/8/2011) sekitar pukul 01.00 wita, ditempat salah satu rumag  kos di wilayah  Kelurahan Kelapa lima. Motor Suzuki Thunder, warna Abu-abu hitam DH 6142 H, digasak pencuri saat diparkir  di depan rumah kos, Jefri Rebon  Rebon mengisahkan, peristiwa pencurian berawal ketika dirinya hendak  pergi  ke lokasi arena pameran Fatulili.</p>
<p>Sebelum ke arena pameran, motor dititip di depan rumah  kos Jefri Rebon  Keduanya kemudian pergi ke arena pameran. Sekitar pukul 00.30 wita keduanya kembali ke rumah kost dan masih melihat sepeda motor  masih ada.</p>
<p>Keduanya kemudian  langsung masuk ke dalam  kamar kost dan bercerita. Namun  sekitar  pukul  01.00 wita, saat pamit hendak pulang,  Hendrikus tidak melihat lagi motornya yang sedang parkir di depan kamar kos.</p>
<p>Kapolresta  Kupang AKBP  Bambang Sugiarto M.S.i dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Iptu Simon Satu di ruang kerjanya  membenarkan   adanya laporan kasus pencurian sepeda motor.*Pos Kupang</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumbaisland.com/waspada-pencuri-sepeda-motor-di-kupang-marak-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Angkot, Peluang yang Terabaikan</title>
		<link>http://sumbaisland.com/angkot-peluang-yang-terabaikan/</link>
		<comments>http://sumbaisland.com/angkot-peluang-yang-terabaikan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jul 2011 18:39:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Sumba Barat Daya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumbaisland.com/?p=3725</guid>
		<description><![CDATA[MESKI derap pembangunan terlihat  cepat dan pesat dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten  pemekaran lain di NTT, Kota Tambolaka, Ibukota Kabupaten Sumba Barat Daya, sejauh ini belum memiliki moda transportasi dalam kota (Angkot). Sejak resmi berpisah dari kabupaten induk, Sumba Barat, 22 Mei 2007 lalu, Tambolaka mengandalkan ojek sebagai  andalan transportasi dalam kota. Ojek juga masih bebas‘beroperasi tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-3727" style="margin-left: 3px; margin-right: 3px;" title="ojek sumba" src="http://sumbaisland.com/wp-content/uploads/2011/07/ojek-sumba-300x212.jpg" alt="" width="290" height="205" />MESKI derap pembangunan terlihat  cepat dan pesat dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten  pemekaran lain di NTT, Kota Tambolaka, Ibukota Kabupaten Sumba Barat Daya, sejauh ini belum memiliki moda transportasi dalam kota (Angkot).</p>
<p>Sejak resmi berpisah dari kabupaten induk, Sumba Barat, 22 Mei 2007 lalu, Tambolaka mengandalkan ojek sebagai  andalan transportasi dalam kota. Ojek juga masih bebas‘beroperasi tanpa ada pangkalan-pangkalan dengan kawasan operasi  yang ditentukan.</p>
<p>Menurut Sekretaris Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten SBD, John Tende, S.H, di Tambolaka, Kamis (21/7/2011),  moda angkutan  darat di SBD berupa bemo dan minibus hanya menghubungkan Tambolaka dengan daerah-daerah di luar kota seperti Tambolaka-Kodi dan  Tambolaka-Waikabubak, Ibukota Kabupaten Sumba Barat.  “Ada sekitar  50-an unit bemo dan minibus,” kata Tende.</p>
<p>Transportasi dalam kota di Tambolaka, sebagaimana disaksikan, memang hanya ojek. Bemo dan minibus yang  ada beroperasi ke luar kota.  Di mana-mana ojek berseliweran. Tarifnya jauh dekat Rp 2.000.  Kondisi seperti ini  menyulitkan  para pendatang dan atau tamu dari luar yang ingin berkelana di Tambolaka dan mau menyaksikan tempat-tempat bersejarah atau  obyek-obyek wisata.</p>
<p>Tentang moda transportasi dalam kota, mantan wartawan Pos Kupang ini mengatakan, “Ini peluang bisnis yang belum dilirik  para pengusaha. Kita harapkan agar ada pengusaha yang berinvestasi di bidang angkutan kota,” katanya.<br />
Menyangkut pengaturan ojek, Tende mengatakan, saat ini Dishubkominfo setempat sedang melakukan sosialisasi untuk menata para tukang ojek agar menjadi lebih teratur, tertib dengan area operasi yang terfokus.</p>
<p>Tende juga mengatakan, Dishubkominfo setempat juga berkoordinasi dengan lantas Polsek  Loura untuk memberikan penyuluhan dan pembekalan kepada para pengojek menyangkut tertib berlalu lintas. “Karena banyak yang belum punya SIM, kita akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memberikan penyuluhan mengenai etika berlalu lintas,  dan    memberikan mereka SIM,” kata Tende.*Pos Kupang</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumbaisland.com/angkot-peluang-yang-terabaikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rawan Pangan Mengancam Warga Pantura Sumba</title>
		<link>http://sumbaisland.com/rawan-pangan-mengancam-warga-pantura-sumba/</link>
		<comments>http://sumbaisland.com/rawan-pangan-mengancam-warga-pantura-sumba/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 18:23:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Sumba Tengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumbaisland.com/?p=3699</guid>
		<description><![CDATA[Warga di wilayah Pantai Utara (Pantura) Sumba  kini terancam  rawan pangan. Daerah pesisir yang gersang itu hanya mengharapkan ternak, tapi tidak semua warga memilikinya. Kepala Desa Lenang, Agustinus Lota Lapu yang ditemui di Lenang, Senin (18/7/2011), mengatakan, hampir 400 kepala keluarga warga desanya gagal tanam dan panen karena kelebihan hujan. Saat ini warga hanya mengharapkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-3701" style="margin-left: 3px; margin-right: 3px;" title="Pantura Sumba" src="http://sumbaisland.com/wp-content/uploads/2011/07/Pantura-Sumba.jpg" alt="" width="300" height="225" />Warga di wilayah Pantai Utara (Pantura) Sumba  kini terancam  rawan pangan. Daerah pesisir yang gersang itu hanya mengharapkan ternak, tapi tidak semua warga memilikinya.</p>
<p>Kepala Desa Lenang, Agustinus Lota Lapu yang ditemui di Lenang, Senin (18/7/2011), mengatakan, hampir 400 kepala keluarga warga desanya gagal tanam dan panen karena kelebihan hujan. Saat ini warga hanya mengharapkan ternak, tapi tidak semua memilikinya.</p>
<p>Kalau pun ada, hanya untuk dijual dan membeli beras. Satu-satunya penopang hidup masyarakat adalah beras untuk orang miskin. Namun, untuk mendapatkan uang Rp 1.000, warga kesulitan.</p>
<p>Untungnya, saat ini ada proyek pengerjaan jalan dari perbatasan Sumba Timur ke wilayah Sumba Tengah sehingga warga dapat bekerja sebagai buruh. Upah buruh itu akan dimanfaatkan untuk membeli beras miskin (Raskin). Terakhir, Raskin yang masuk ke desa itu bulan April dan dalam waktu dekat akan didrop  lagi dari Waibakul, Ibukota Kabupaten Sumba Tengah.</p>
<p>Di wilayah Pantura, kata Lota Lapu, juga memiliki potensi laut tapi kultur melaut hampir tidak dimiliki warga. Warga hanya mampu menangkap ikan di pesisir dengan peralatan tangkap yang sederhana untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.<br />
Kondisi sulit itu juga dibenarkan Ani Rambu Rauna, Pendamping Kelompok Masyarakat (PKM) Desa Mandiri Anggur Merah.</p>
<p>Menurut Ani, warga desa itu punya semangat untuk menanam jagung, ubi-ubian dan lain-lain, tapi tidak ada air. Sumur yang ada, kadar garamnya tinggi sehingga tanaman mati saat menyiraman.<br />
Untuk itu, katanya, warga mengharapkan dana Desa Mandiri Anggur Merah untuk berusaha ternak kambing dan babi.</p>
<p>Harapannya usaha itu membuahkan hasil sehingga warga bisa keluar dari belenggu kemiskinan.<br />
Yulius Umbu Lauta menuturkan, setiap tahun warga Pantura Sumba dilanda kekeringan. Kondisi tanah karang tersebut tidak menguntungkan buat lahan pertanian. Namun, mereka tidak bisa meninggalkan desa, seperti di  Tanambanas karena warisan leluhur.</p>
<p>Disaksikan Pos Kupang, sepanjang jalur Pantura kering kerontang. Sejauh mata memandang rumput  kering  tumbuh di atas wadas batu karang. Walau demikian, ada warga  menyimpan sedikit jagung pada pohon di halaman rumah sebagai pangan cadangan di musim paceklik.</p>
<p>Jagung itu, selain untuk dimakan pada saat sulit, juga untuk bibit pada musim tanam berikut. Warga mengharapkan ada pemerataan hujan dan panas sehingga tahun depan jagung bisa tumbuh dan membuahkan hasil yang baik.*Pos Kupang</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumbaisland.com/rawan-pangan-mengancam-warga-pantura-sumba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Harus Danai Hak Paten Tenun Ikat NTT</title>
		<link>http://sumbaisland.com/pemerintah-harus-danai-hak-paten-tenun-ikat-ntt/</link>
		<comments>http://sumbaisland.com/pemerintah-harus-danai-hak-paten-tenun-ikat-ntt/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jul 2011 18:26:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita NTT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumbaisland.com/?p=3676</guid>
		<description><![CDATA[KUPANG &#8212; Pemerintah diminta untuk mengalokasikan dana dalam rangka pengajuan hak paten untuk tenun ikat yang ada di NTT Demikian Dorce  Lusi dari sentra tenun ikat Ina Ndao. Pembahasan mengenai hak paten tenun ikat ini dibicarakan dalam rapat koordinasi peningkatakan produktivitas dan nilai tambah hasil produk olahan berbasis komoditi lokal unggulan daerah berhak atas HAKi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-3685" style="margin-left: 3px; margin-right: 3px;" title="tenun sumba" src="http://sumbaisland.com/wp-content/uploads/2011/07/tenun-sumba-300x224.jpg" alt="" width="244" height="182" />KUPANG &#8212; Pemerintah diminta untuk mengalokasikan dana dalam rangka pengajuan hak paten untuk tenun ikat yang ada di NTT Demikian Dorce  Lusi dari sentra tenun ikat Ina Ndao.</p>
<p>Pembahasan mengenai hak paten tenun ikat ini dibicarakan dalam rapat koordinasi peningkatakan produktivitas dan nilai tambah hasil produk olahan berbasis komoditi lokal unggulan daerah berhak atas HAKi dan rakor pengembangan objek wisata dan destimasi pariwisata unggulan daerah serta industri pariwisata potensian tingkat NTT yang berlangsung di Hotel Pelangi, Jalan Veteran, Kupang, Rabu (13/7/2011).</p>
<p>Ina Ndao mengatakan, dirinya pernah menangis karena ada banyak produk Cina yang motifnya menggunakan tenun ikat dari NTT. &#8220;Dimana perlindungan terhadap para penenun di NTT ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut Dorce Lussi, Ina Ndao pernah mengajukan permohonan untuk mendapatkan HAKI sejak tahun 2006 tapi sampai sekarang belum ada kabar. Tetapi dari dekranasda sudah ada janji untuk mengajukan hak paten tenun ikat di NTT karena ini menyangkut budaya.</p>
<p>Mengenai adanya kualitas tenun ikat yang bervariasi, menurut Dorce Lussi bahwa tenun ikat ini dikerjakan oleh banyak tangan sehingga bisa saja ada yang kualitasnya kurang baik. Karena itu pemerintah bisa melakukan pendampingan. Menurut Dorce Lussy, dia sudah berkeliling di NTT untuk melakukan pelatihan dalam Program Anggur Merah.</p>
<p>Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT, Drs. Yos Lewa Keda mengatakan bahwa saat ini sudah ada benang celupan yang sangat kecil untuk tenun ikat untuk meningkatkan kualitas tenun ikat. Bahkan Menteri Perindustrian dan Perdagangan, ujar Yoseph Lewo Keda,  saat melakukan kunjungan ke Ina Ndao mengakui kalau kualitas tenun ikat dari NTT sangay bagus.</p>
<p>Menurut Yosep Lewo Keda, ada dua menteri yang selalu menggunakan tenun ikat dalam berbagai kesempatan yaknu menteri perindustrian dan perdagangan serta menteri kesehatan.*Pos Kupang</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumbaisland.com/pemerintah-harus-danai-hak-paten-tenun-ikat-ntt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tobat Jadi TKW</title>
		<link>http://sumbaisland.com/tobat-jadi-tkw/</link>
		<comments>http://sumbaisland.com/tobat-jadi-tkw/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jul 2011 18:04:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Sumba Timur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumbaisland.com/?p=3655</guid>
		<description><![CDATA[WAINGAPU &#8212; Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri. Itulah yang dialami mantan TKW Malaysia asal Pandawai, Sumba Ti-mur, Sriyati Konga Wandal (20). Wanita ini mengaku tobat menjadi TKW karena pengalaman buruk-nya selama bekerja di Malaysia. Kini Sriyati sudah berada di kampung halamannya, Kambatatana, Kecamatan Pandawai, bersama keluarga yang dia cintai dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-3657" style="margin-left: 3px; margin-right: 3px;" title="tkw-sumba" src="http://sumbaisland.com/wp-content/uploads/2011/07/tkw-sumba.jpg" alt="" width="297" height="283" />WAINGAPU</strong> &#8212; Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri  sendiri. Itulah yang dialami mantan TKW Malaysia asal Pandawai, Sumba  Ti-mur, Sriyati Konga Wandal (20). Wanita ini mengaku tobat menjadi TKW  karena pengalaman buruk-nya selama bekerja di Malaysia.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini Sriyati sudah berada di kampung halamannya, Kambatatana,  Kecamatan Pandawai, bersama keluarga yang dia cintai dan yang  menyayanginya.<br />
Ditemui di kediamannya, Rabu (5/7/2011), Sriyati mengisahkan pengalamannya menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia ke Malaysia pertama kali pada tahun 2006. Saat itu, usianya baru  14 tahun. Namun dimark-up oleh PJTKI Surya Pasifik Jaya-Surabaya di  Waingapu, menjadi 26 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba di Malaysia, dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT).  Dia hanya bertahan lima bulan. Sebab majikan laki-laki selalu  mengintipnya saat dia mandi. Dia juga nyaris diperkosa sang majikan. Dia  melarikan diri dari majikannya dan minta perlindungan ke pihak  imigrasi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Saya disuruh mengisi formulir pengaduan, terus polisi pergi ke rumah  majikan tapi katanya majikan sudah lari. Paspor saya juga dibawa,”  kisahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Petugas imigrasi memberinya paspor baru, namun ternyata tidak sah  alias palsu Dia kemudian diserahkan ke salah satu keluarga untuk kembali  menjadi PRT. Itu pun tidak bertahan lama. Sriyati mulai hidup  berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain karena tidak memiliki  parpor. “Banyak orang yang seperti saya dan kita yang illegal itu selalu  dikejar polisi,” kenangnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama menjadi TKW ilegal di Malaysia, dirinya sempat divonis penjara  selama dua tahun. Alasannya karena tidak memiliki paspor. Namun hukuman  itu hanya dijalaninya satu tahun karena mendapat potongan masa tahanan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dirinya baru kembali berkumpul bersama keluarganya pada awal bulan Mei 2011 setelah pulang menggunakan sebuah kapal tongkang.</p>
<p style="text-align: justify;">“Karena capek dikejar-kejar, akhirnya saya serahkan diri ke polisi  dan masuk penjara satu tahun.  Selama enam tahun di luar negeri saya  tidak bisa kontak sama keluarga karena tidak punya nomor. Jadi saya  pesan kepada saudara-saudara saya agar jangan mau ke luar negeri karena  saya lihat sendiri dengan mata kepala, kita yang orang Indonesia itu  diperlakukan tidak baik. Saya sudah tidak mau lagi jadi TKW,” tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumbaisland.com/tobat-jadi-tkw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KPA Kota Kupang Bagi Gratis 20 Ribu Kondom Perempuan</title>
		<link>http://sumbaisland.com/kpa-kota-kupang-bagi-gratis-20-ribu-kondom-perempuan/</link>
		<comments>http://sumbaisland.com/kpa-kota-kupang-bagi-gratis-20-ribu-kondom-perempuan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jul 2011 14:18:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita NTT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumbaisland.com/?p=3640</guid>
		<description><![CDATA[KUPANG -Komisi Penanggulangan AIDS (KPA)  Kota Kupang saat ini melaksanakan program pembagian kondom sutera untuk perempuan.  KPA Kota Kupang mendapat 20 ribu kondom perempuan dari KPA Nasional untuk dibagikan secara gratis. Program kondom untuk perempuan ini sementara disosialisasikan kepada warga Kota Kupang dan sekitarnya. Demikian penjelasan Sekretaris KPA Kota Kupang, Bastian Benufinit yang ditemui di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">KUPANG -Komisi Penanggulangan AIDS (KPA)  Kota Kupang saat ini melaksanakan program pembagian kondom sutera untuk perempuan.  KPA Kota Kupang mendapat 20 ribu kondom perempuan dari KPA Nasional untuk dibagikan secara gratis.</p>
<p>Program kondom untuk perempuan ini sementara disosialisasikan kepada warga Kota Kupang dan sekitarnya. Demikian penjelasan Sekretaris KPA Kota Kupang, Bastian Benufinit yang ditemui di Kupang, Senin (4/7/2011).</p>
<p>Dia menjelaskan, 20 ribu kondom khusus untuk perempuan itu  dibagikan kepada warga yang rentan dengan HIV dan AIDS misalnya di lokalisasi. Namun,  jika ada warga Kota Kupang yang ingin mendapatkan  kondom btersebut bisa menghubungi KPA Kota Kupang yang beralamat di lantai tiga kantor Walikota Kupang.*Pos Kupang</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumbaisland.com/kpa-kota-kupang-bagi-gratis-20-ribu-kondom-perempuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencairan Bansos Rp 3 M Dipercepat</title>
		<link>http://sumbaisland.com/pencairan-bansos-rp-3-m-dipercepat/</link>
		<comments>http://sumbaisland.com/pencairan-bansos-rp-3-m-dipercepat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jun 2011 06:17:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita NTT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumbaisland.com/?p=3607</guid>
		<description><![CDATA[LEWOLEBA &#8212; Untuk mempercepat pencairan dana bantuan sosial (Bansos) pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Lembata,  instansi ini menggelar workshop dengan para kelompok tani atau gabungan kelompok tani (Gapoktan) selama empat hari. Dana bansos di instansi ini untuk kelompok tani mencapai Rp 3 miliar. Workshop ini diikuti seluruh kelompok tani dan gapoktan sebanyak 131 kelompok [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-3609" style="margin-left: 3px; margin-right: 3px;" title="Bansos Lewoleba" src="http://sumbaisland.com/wp-content/uploads/2011/06/Bansos-Lewoleba.jpg" alt="" width="300" height="225" />LEWOLEBA &#8212; </strong>Untuk mempercepat pencairan dana  bantuan sosial  (Bansos) pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten  Lembata,   instansi ini menggelar workshop dengan para kelompok tani atau  gabungan  kelompok tani (Gapoktan) selama empat hari. Dana bansos di  instansi  ini untuk kelompok tani mencapai Rp 3 miliar.</p>
<p>Workshop ini diikuti seluruh kelompok tani dan gapoktan sebanyak 131   kelompok yang merupakan penerima manfaat bantuan sosial. Workshop   digelar di halaman depan dinas  itu, sejak Senin (20/6/2011) hingga   Kamis (23/6/2011). Dan, para ketua kelompok sibuk menandatangani   perjanjian kerja sama kelompok dengan dinas.<br />
Untuk mencairkan dana bansos setiap kelompok wajib memiliki rekening di   bank. Bagi yang belum memiliki rekening kelompok, harus membuka  rekening  terlebih dulu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kadis  Pertanian  dan Kehutanan Kabupaten Lembata, Virgilius Natal, SP,   kepada Pos Kupang di ruang kerjanya, Rabu (22/6/2011), mengatakan,   workshop bagi para kelompok tani atau gapoktan ini digelar selama empat   hari. Mereka diberi penjelasan serta dimintai penyelesaian administrasi   dalam kaitan perjanjian kerja sama dan kelengkapan dokumen untuk  proses  permintaan keuangan kelompok.</p>
<p style="text-align: justify;">“Dana bantuan sosial bersumber dari APBN, APBD I dan APBD II. Ada   tuntutan dari pusat bahwa sampai akhir Juni 2011  dana bansos sudah   harus ada di rekening kelompok minimal 60 persen. Karena itu kita   workshop untuk percepatan,” katanya.<br />
Mengenai jenis kegiatan, jelas Natal, di bidang kehutanan ada kebun   bibit desa, penghijauan dan pengkayaan vegetatif dan konservasi tanah   dan air. Untuk bidang pertanian, ada pengeloaan lahan dan air serta   sekolah lapangan, pengelolaan tanaman terpadu (SLPTT).</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara bidang perkebunan ada pengembangan kelapa rakyat. “Total dana   dari pusat hampir Rp 3 miliar.  Alokasi besaran dana untuk  masing-masing  jenis kegiatan sudah standar ditetapkan pusat melalui  perhitungan yang  matang,” katanya.*<em>Pos Kupang<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumbaisland.com/pencairan-bansos-rp-3-m-dipercepat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bensin Dijual Rp 10 Ribu/Liter</title>
		<link>http://sumbaisland.com/bensin-dijual-rp-10-ribuliter/</link>
		<comments>http://sumbaisland.com/bensin-dijual-rp-10-ribuliter/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jun 2011 06:14:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita NTT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumbaisland.com/?p=3603</guid>
		<description><![CDATA[LEWOLEBA &#8211; Sejak tiga hari terakhir penjual bensin eceran yang biasanya menjamur di berbagai sudut Kota Lewoleba berkurang. Namun harga bensin eceran dijual dengan harga Rp 10 ribu/liter. Dari hasil pantauan Pos Kupang, Senin (20/6/2011) siang, terlihat antrean pengendara sepeda motor dan mobil pada dua agen penyaluran minyak solar (APMS), baik di Rayuan Kelapa maupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-3605" style="margin-left: 3px; margin-right: 3px;" title="lewoleba-antri-bensin" src="http://sumbaisland.com/wp-content/uploads/2011/06/lewoleba-antri-bensin.jpg" alt="" width="300" height="225" />LEWOLEBA &#8211;</strong> Sejak tiga hari terakhir penjual  bensin eceran  yang biasanya menjamur di berbagai sudut Kota Lewoleba  berkurang. Namun  harga bensin eceran dijual dengan harga Rp 10  ribu/liter.</p>
<p>Dari hasil pantauan Pos Kupang, Senin (20/6/2011) siang, terlihat   antrean pengendara sepeda motor dan mobil pada dua agen penyaluran   minyak solar (APMS), baik di Rayuan Kelapa maupun yang di Lamahora. Ada   penjual eceran yang ikut mengantre menggunakan sepeda motor untuk   kemudian menjual lagi dengan harga yang tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Antrean panjang masih terjadi hari Selasa (21/6/2011).<br />
Bensin dalam botol aqua 1,5 liter yang biasa dijual Rp 10 ribu, kini   tidak ada lagi. Yang dijual dalam ukuran setengah botol atau kurang dari   satu liter dengan harga Rp 7.000 hingga Rp 10 ribu.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah seorang penjual bensin eceran di sekitar pertigaan gedung Dekenat   Lembata bahkan menjual bensin ukuran setengah botol aqua ukuran 1,5   liter seharga Rp 10 ribu. “Sudah beberapa hari bensin susah, jadi   harganya juga mahal. Antre di agen juga susah,” kata penjual yang enggan   menyebut namanya ini, saat ditanya Pos Kupang, Senin (20/6/2011).</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa penjual eceran lainnya mengaku heran dengan berkurangnya bensin   beberapa hari terakhir. Bensin yang biasanya dengan mudah didapat di   agen, kini harus antre. Tidak jarang ada yang memilih pulang sebelum   mengisi kendaraan. “Mungkin satu atau dua hari lagi sudah stabil,” kata   salah seorang penjual eceran di wilayah Lamahora.</p>
<p style="text-align: justify;">Keluhan lainnya datang dari beberapa tukang ojek yang kesulitan mengisi   bensin karena harus antre di agen. “Biasanya kita banyak pilihan untuk   isi bensin. Mau antre di agen atau isi di jalan bisa saja, tapi  sekarang  bensin seperti menghilang,” kata Doris Duan seorang ojek  sambil  berharap agar secepatnya persedian bensin normal kembali.*<em>Pos Kupang</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumbaisland.com/bensin-dijual-rp-10-ribuliter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelayaran Feri di NTT Lumpuh</title>
		<link>http://sumbaisland.com/pelayaran-feri-di-ntt-lumpuh/</link>
		<comments>http://sumbaisland.com/pelayaran-feri-di-ntt-lumpuh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jun 2011 14:57:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita NTT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumbaisland.com/?p=3534</guid>
		<description><![CDATA[KUPANG &#8211; Pelayaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikelola PT Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang saat ini lumpuh total akibat cuaca buruk. Tinggi gelombang pada sejumlah perairan mencapai 4 meter sehingga pelayaran dihentikan sementara waktu. Menurut rencana, mulai Rabu (15/6/2011) hari ini, pelayaran kembali normal. Manajer Operasi PT Indonesia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-3541" style="margin-left: 3px; margin-right: 3px;" title="feri kupang" src="http://sumbaisland.com/wp-content/uploads/2011/06/feri-kupang.jpg" alt="" width="300" height="226" />KUPANG &#8211; Pelayaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikelola PT Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang saat ini lumpuh total akibat cuaca buruk. Tinggi gelombang pada sejumlah perairan mencapai 4 meter sehingga pelayaran dihentikan sementara waktu. Menurut rencana, mulai Rabu (15/6/2011) hari ini, pelayaran kembali normal.</p>
<p>Manajer Operasi PT Indonesia Fery Cabang Kupang, Arnoldus Yansen,  mengatakan hal itu kepada Pos Kupang, Selasa (14/6/2011). Yansen mengatakan, pengentian  sementara hanya berlangsung pada Selasa (14/6/2011), dan diperkirakan akan kembali beroperasi pada Rabu (15/6/2011).</p>
<p>Pembatalan pelayaran kapal feri, kata Yansen, menyusul tinggi gelombang laut yang berkisar 2 hingga 4 meter pada sejumlah wilayah di perairan di NTT yang merupakan lintasan operasi kapal feri. &#8220;Sesuai dengan prakiraan yang kami peroleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang prakiraan cuaca, terutama tinggi gelombang  2 &#8211; 4 m. Ini sangat berbahaya bagi pelayaran sehingga kami batalkan operasi kapal feri semua lintasan di NTT,&#8221; kata Yansen.</p>
<p>Kepala Stasiun Meteorologi Klas II El Tari Kupang, Syapi&#8217;i melalui Kepala Seksi Observasi dan Informasi, Moh Syaeful Hadi, S.P, mengingatkan untuk mewaspadai pelayaran yang melewati Selat Rote dan Laut Sawu.</p>
<p>Menurut Hadi, sesuai pemantauan citra satelit terjadi peningkatan tinggi gelombang di perairan NTT, terutama pada zona rawan seperti Selat Rote, Laut Sawu, Laut Timor, Laut Arafuru Barat dan Samudera Hindia Selatan NTT mencapai 3- 4 m. Sementara tinggi gelombang di Laut Flores dan perairan Selatan Sumbawa 2- 3 m.</p>
<p>Dijelaskannya, gelombang tinggi ini akibat angin kencang yang melanda NTT. Angin yang bertiup sekarang kecepatannya antara 10-35 km/jam.  &#8220;Adanya angin ini akibat tekanan rendah dari Australia sehingga berdampak pada angin di NTT,&#8221; kata  Hadi. (yel)*<em>Pos Kupang</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumbaisland.com/pelayaran-feri-di-ntt-lumpuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bandara Ende Ditutup</title>
		<link>http://sumbaisland.com/bandara-ende-ditutup/</link>
		<comments>http://sumbaisland.com/bandara-ende-ditutup/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jun 2011 14:56:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita NTT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumbaisland.com/?p=3539</guid>
		<description><![CDATA[ENDE, Otoritas Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende sejak hari Minggu (12/6/2011) menutup bandara tersebut bagi maskapai penerbangan. Penutupan itu dilakukan menyusul angin kencang yang melanda Kota Ende beberapa hari terakhir. Angin kencang yang melanda Ende belakangan mencapai kecepatan 25 knot perjam. Kondisi ini sangat membahayakan penerbangan. Ketua Kelompok Teknisi Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende, Kanisius [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-3545" style="margin-left: 3px; margin-right: 3px;" title="bandara ende tutup" src="http://sumbaisland.com/wp-content/uploads/2011/06/bandara-ende-tutup.jpg" alt="" width="300" height="168" />ENDE, Otoritas Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende sejak hari Minggu (12/6/2011) menutup bandara tersebut bagi maskapai penerbangan. Penutupan itu dilakukan menyusul angin kencang yang melanda Kota Ende beberapa hari terakhir.</p>
<p>Angin kencang yang melanda Ende belakangan mencapai kecepatan 25 knot perjam. Kondisi ini sangat membahayakan penerbangan. Ketua Kelompok Teknisi Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende, Kanisius Riberu, yang dihubungi Pos Kupang, Selasa (14/6/2011) petang, mengatakan, kondisi cuaca di Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende sudah memburuk semenjak Minggu (12/6/2011).</p>
<p>Akibat angin kencang itu, otoritas bandara mengeluarkan surat yang dinamakan NOTAM atau Notice to Airmen kepada maskapai penerbangan. Isi NOTAM itu menyatakan Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende tidak memungkinkan bagi penerbangan karena kondisi cuaca akibat angin  yang bertiup sangat kencang.</p>
<p>“Kami tidak bisa prediksikan sampai kapan Bandara Ende bisa dibuka kembali untuk penerbangan karena hal ini sangat tergantung dari kondisi cuaca yang ada. Kalau kondisi cuaca sudah membaik, maka bandara dapat kembali dibuka untuk penerbangan,” kata Kanisius.</p>
<p>Kanisius mengatakan, angin yang bertiup di area Bandara Ende datang dari satu arah serta bertiup dari arah belakang ekor pesawat. Keadaan ini tentu sangat membahayakan bagi pesawat baik hendak mendarat atapun hendak terbang.</p>
<p>Dikatakannya, untuk mencegah segala kemungkinan terburuk, maka untuk sementara Bandara Haji Hasan Aroboesman ditutup tanpa batas waktu. Bandara baru dibuka kembali apabila kondisi cuaca sudah membaik. “Kami berharap semoga Rabu (15/6/2011) cuaca sudah membaik sehingga bandara bisa dibuka kembali untuk penerbangan,” kata Kanisius.</p>
<p><strong>Penumpang kecewa</strong><br />
Penutupan bandara itu membuat para calon penumpang di Ende kecewa.  Kekecewaan itu juga dialami rombongan Olimpiade Olahraga Seni Nasional  (O2SN) Kabupaten Ende yang hendak mengikuti O2SN di Kupang, pada 15 Juni hingga 21 Juni.</p>
<p>Rombongan sebanyak 22 orang terpaksa membatalkan penerbangan ke Kupang, Selasa (14/6/2011). Rencananya rombongan O2SN Kabupaten Ende ke Kupang menggunakan pesawat Wings Air, namun gagal terbang karena bandara ditutup.</p>
<p>“Sebagai manusia kami kecewa, namun mau bagaimana kondisi cuaca memang tidak mungkin dipaksa,” kata Ketua Rombongan 02SN Kabupaten Ende, Lea Paulita, ketika ditemui di Bandara Ende, Selasa (14/6/2011) sore. Paulita mengatakan, dia dan anggota rombongan akan tetap berangkat ke Kupang melalui Maumere.</p>
<p>Sementara orangtua siswa yang anaknya hendak mengikuti O2SN di Kupang juga mengungkapkan kekecewaan mereka, namun mereka memaklumi kondisi cuaca yang sedang terjadi. “Kami hendak menghantar anak-anak kami, namun mereka belum bisa berangkat karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan,” kata Ny. Aisah Abdullah, salah satu orangtua murid.<em>*Pos Kupang</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumbaisland.com/bandara-ende-ditutup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

