<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sumba Island - Media Informasi Pulau Sumba &#187; Sumba Tengah</title>
	<atom:link href="http://sumbaisland.com/category/sumba-zone/sumba-tengah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sumbaisland.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Jan 2012 04:00:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Sumba Tengah Alokasikan Rp 3,7 M</title>
		<link>http://sumbaisland.com/sumba-tengah-alokasikan-rp-37-m/</link>
		<comments>http://sumbaisland.com/sumba-tengah-alokasikan-rp-37-m/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 19:23:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sumba Tengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumbaisland.com/?p=3806</guid>
		<description><![CDATA[WAIBAKUL &#8212; Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah mengalokasikan dana senilai Rp 3,7 miliar untuk mendukung program Desa Mandiri Anggur Merah (DeMAM) di daerah itu. Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumba Tengah, Ir. Agustinus Umbu Sorung, menjelaskan hal tersebut kepada Pos Kupang, Jumat (29/7/2011). Dikatakannya, sejak pekan lalu pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan verifikasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-3812" title="logo-sumba-tengah" src="http://sumbaisland.com/wp-content/uploads/2011/08/logo-sumba-tengah.jpg" alt="" width="137" height="155" />WAIBAKUL &#8212; Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah mengalokasikan dana senilai Rp 3,7 miliar untuk mendukung program Desa Mandiri Anggur Merah (DeMAM) di daerah itu.</p>
<p>Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumba Tengah, Ir. Agustinus Umbu Sorung, menjelaskan hal tersebut kepada Pos Kupang, Jumat (29/7/2011).<br />
Dikatakannya, sejak pekan lalu pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan verifikasi kegiatan kelompok yang dipimpin Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Sumba Tengah, Lukas Woli, S.E.</p>
<p>Verifikasi dilakukan untuk memperoleh kepastian kemajuan kelompok tani dalam menyerap dana DeMAM maupun dana P2ED. Secara teknis, jelas Umbu Sorung, terjadi keterlambatan pelaksanaan program DeMAM karena keterlambatan pencairan dana. Sedangkan dana P2ED lebih cepat sehingga pelaksanaan usaha kelompok tani di desa-desa lebih cepat.</p>
<p>Meski demikian, Umbu Sorung mengakui, kedua program tersebut sudah berjalan. Baik dana DeMAM maupun P2ED sudah cair dan sedang digunakan kelompok tani untuk mengembangkan usahanya.<br />
Ia menyarankan ke depan anggaran  DeMAM sebaiknya ditransfer langsung ke rekening kas daerah (kabupaten) untuk  memudahkan koordinasi dan pencairannya. Pengalaman saat ini, pencairan dana DeMAM terlambat karena koordinasi kurang berjalan lancar.</p>
<p>Pemkab Sumba Tengah, jelas Umbu Sorung, sangat mendukung program DeMAM dengan mengalokasikan dana percepatan pembangunan ekonomi desa bagi 15 desa sebesar Rp 3.750.000.000. Setiap desa mendapat kucuran dana Rp 250 juta. Sedangkan lima desa lainnya mendapat alokasi dana DeMAM dari program Gubernur NTT.*Pos Kupang</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumbaisland.com/sumba-tengah-alokasikan-rp-37-m/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rawan Pangan Mengancam Warga Pantura Sumba</title>
		<link>http://sumbaisland.com/rawan-pangan-mengancam-warga-pantura-sumba/</link>
		<comments>http://sumbaisland.com/rawan-pangan-mengancam-warga-pantura-sumba/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 18:23:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Sumba Tengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumbaisland.com/?p=3699</guid>
		<description><![CDATA[Warga di wilayah Pantai Utara (Pantura) Sumba  kini terancam  rawan pangan. Daerah pesisir yang gersang itu hanya mengharapkan ternak, tapi tidak semua warga memilikinya. Kepala Desa Lenang, Agustinus Lota Lapu yang ditemui di Lenang, Senin (18/7/2011), mengatakan, hampir 400 kepala keluarga warga desanya gagal tanam dan panen karena kelebihan hujan. Saat ini warga hanya mengharapkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-3701" style="margin-left: 3px; margin-right: 3px;" title="Pantura Sumba" src="http://sumbaisland.com/wp-content/uploads/2011/07/Pantura-Sumba.jpg" alt="" width="300" height="225" />Warga di wilayah Pantai Utara (Pantura) Sumba  kini terancam  rawan pangan. Daerah pesisir yang gersang itu hanya mengharapkan ternak, tapi tidak semua warga memilikinya.</p>
<p>Kepala Desa Lenang, Agustinus Lota Lapu yang ditemui di Lenang, Senin (18/7/2011), mengatakan, hampir 400 kepala keluarga warga desanya gagal tanam dan panen karena kelebihan hujan. Saat ini warga hanya mengharapkan ternak, tapi tidak semua memilikinya.</p>
<p>Kalau pun ada, hanya untuk dijual dan membeli beras. Satu-satunya penopang hidup masyarakat adalah beras untuk orang miskin. Namun, untuk mendapatkan uang Rp 1.000, warga kesulitan.</p>
<p>Untungnya, saat ini ada proyek pengerjaan jalan dari perbatasan Sumba Timur ke wilayah Sumba Tengah sehingga warga dapat bekerja sebagai buruh. Upah buruh itu akan dimanfaatkan untuk membeli beras miskin (Raskin). Terakhir, Raskin yang masuk ke desa itu bulan April dan dalam waktu dekat akan didrop  lagi dari Waibakul, Ibukota Kabupaten Sumba Tengah.</p>
<p>Di wilayah Pantura, kata Lota Lapu, juga memiliki potensi laut tapi kultur melaut hampir tidak dimiliki warga. Warga hanya mampu menangkap ikan di pesisir dengan peralatan tangkap yang sederhana untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.<br />
Kondisi sulit itu juga dibenarkan Ani Rambu Rauna, Pendamping Kelompok Masyarakat (PKM) Desa Mandiri Anggur Merah.</p>
<p>Menurut Ani, warga desa itu punya semangat untuk menanam jagung, ubi-ubian dan lain-lain, tapi tidak ada air. Sumur yang ada, kadar garamnya tinggi sehingga tanaman mati saat menyiraman.<br />
Untuk itu, katanya, warga mengharapkan dana Desa Mandiri Anggur Merah untuk berusaha ternak kambing dan babi.</p>
<p>Harapannya usaha itu membuahkan hasil sehingga warga bisa keluar dari belenggu kemiskinan.<br />
Yulius Umbu Lauta menuturkan, setiap tahun warga Pantura Sumba dilanda kekeringan. Kondisi tanah karang tersebut tidak menguntungkan buat lahan pertanian. Namun, mereka tidak bisa meninggalkan desa, seperti di  Tanambanas karena warisan leluhur.</p>
<p>Disaksikan Pos Kupang, sepanjang jalur Pantura kering kerontang. Sejauh mata memandang rumput  kering  tumbuh di atas wadas batu karang. Walau demikian, ada warga  menyimpan sedikit jagung pada pohon di halaman rumah sebagai pangan cadangan di musim paceklik.</p>
<p>Jagung itu, selain untuk dimakan pada saat sulit, juga untuk bibit pada musim tanam berikut. Warga mengharapkan ada pemerataan hujan dan panas sehingga tahun depan jagung bisa tumbuh dan membuahkan hasil yang baik.*Pos Kupang</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumbaisland.com/rawan-pangan-mengancam-warga-pantura-sumba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SMP Matawoga Sumba Tengah Pesta Gol</title>
		<link>http://sumbaisland.com/smp-matawoga-sumba-tengah-pesta-gol/</link>
		<comments>http://sumbaisland.com/smp-matawoga-sumba-tengah-pesta-gol/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jun 2011 07:31:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sumba Tengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumbaisland.com/?p=3469</guid>
		<description><![CDATA[KUPANG &#8212; Tim asal Kabupaten Sumba Tengah, SMP Matawoga, pesta gol 6-0 ke gawang SMPN 1 Kupang Timur dalam lanjutan pertandingan Liga Pendidikan Indonesia (LPI) 2011 tingkat Propinsi NTT di Stadion Oepoi, Kupang, Senin (13/6/2011) pagi. Tak diunggulkan, ternyata tim asuhan Yudikar Landu Praing, S.Pd, ini menampilkan kualitas yang sangat fantastis. Hasil ini membuat mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-3473" title="Liga Pendidikan Indonesia" src="http://sumbaisland.com/wp-content/uploads/2011/06/Liga-Pendidikan-Indonesia1.jpeg" alt="" width="148" height="125" />KUPANG &#8212; </strong>Tim asal Kabupaten Sumba Tengah, SMP Matawoga, pesta  gol 6-0 ke gawang SMPN 1 Kupang Timur dalam lanjutan pertandingan Liga  Pendidikan Indonesia (LPI) 2011 tingkat Propinsi NTT di Stadion Oepoi,  Kupang, Senin (13/6/2011) pagi.</p>
<p>Tak diunggulkan, ternyata tim asuhan Yudikar Landu Praing, S.Pd, ini  menampilkan kualitas yang sangat fantastis. Hasil ini membuat mereka  untuk sementara memimpin klasemen sementara kategori SLTP.</p>
<p>Sebelumnya dalam pertandingan kategori SLTA, tim SMK Pancasila  Tambolaka, Sumba Barat Daya (SBD) berhasil mengalahkan SMAN 2 Kota  Kupang 2-0, dalam*<em>Pos Kupang<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumbaisland.com/smp-matawoga-sumba-tengah-pesta-gol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bangun PLTMH Harangi Pusat Alokasi Rp 1,6 M</title>
		<link>http://sumbaisland.com/bangun-pltmh-harangi-pusat-alokasi-rp-16-m/</link>
		<comments>http://sumbaisland.com/bangun-pltmh-harangi-pusat-alokasi-rp-16-m/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 21:28:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sumba Tengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumbaisland.com/?p=3354</guid>
		<description><![CDATA[WAIBAKUL, Pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tahun 2011 mengalokasikan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 1,6 miliar untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro memanfaatkan Air Terjun Harangi di Desa Umbu Kawula, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah. Proyek ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan listrik bagi 124 kepala keluarga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-3360" style="margin-left: 3px; margin-right: 3px;" title="PLTMH sumba" src="http://sumbaisland.com/wp-content/uploads/2011/06/PLTMH-sumba.jpg" alt="" width="203" height="300" />WAIBAKUL, Pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tahun 2011 mengalokasikan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 1,6 miliar untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro memanfaatkan Air Terjun Harangi di Desa Umbu Kawula, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah. Proyek ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan listrik bagi 124 kepala keluarga desa tersebut.</p>
<p>Demikian dikemukakan Kepala Dinas (Kadis) Pertambangan Kabupaten Sumba Tengah, Ir. Umbu Katanga, di ruang kerjanya. Katanga menjelaskan, instansinya ini juga akan terus berupaya mengembangkan potensi pembangkit tenaga listrik yang masih ada di wilayah ini seperti Air Terjun Patira Tanah dan Air Terjun Mata Yangu, dan beberapa potensi sumber daya alam lainnya.</p>
<p>Katanga  menjelaskan, saat ini panitia tender sedang menyiapkan dokumen lelang dan secara resmi akan ditenderkan pada bulan Juni 2011 ini.</p>
<p>Pembangunan PLTMH Harangi merupakan upaya pemerintah menyediakan penerangan listrik yang memadai bagi masyarakat. Dengan demikian banyak hal positif yang bisa dilakukan terutama pada malam hari dan mempermudah anak-anak belajar Juga untuk membangkitkan usaha industri rumah tangga dan beragam kebutuhan masyarakat yang membutuhkan energi listrik.</p>
<p>Disadarinya, jangkauan pelayanan listrik PLN Ranting Sumba Barat dan Sumba Tengah belum mampu melayani kebutuhan listrik masyarakat  hingga ke pelosok desa. Keterbatasan daya listrik yang dimiliki PLN menyebabkan belum semua warga mampu menikmati listrik. Padahal kebutuhan listrik merupakan hal penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.</p>
<p>Katanga mengatakan,  pemerintah berkreasi memanfaatkan potensi sumber daya alam yang dimiliki masyarakat Sumba Tengah untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. “Kalau potensi alam dimanfaatkan semaksimal mungkin diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.*Pos Kupang</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumbaisland.com/bangun-pltmh-harangi-pusat-alokasi-rp-16-m/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>25 Mahasiswa Akper PKL di Sumteng</title>
		<link>http://sumbaisland.com/25-mahasiswa-akper-pkl-di-sumteng/</link>
		<comments>http://sumbaisland.com/25-mahasiswa-akper-pkl-di-sumteng/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 May 2011 17:06:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sumba Tengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumbaisland.com/?p=3288</guid>
		<description><![CDATA[WAIBAKUL, Pemerintah Daerah  Sumba Tengah (Sumteng) menerima 25 mahasiswa/i Akademi Perawat (Akper) asal Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, melakukan praktek kerja lapangan (PKL)  di Desa Dameka, Kecamatan Katikutana Selatan. Kegiatan PKL berlangsung sekitar sebulan terhitung 26 April 2011-21 Mei 2011. Wakil Bupati Sumba Tengah, Umbu Dondu, BBA, dalam arahannya saat menerima ke-25 mahasiswa/i di Aula Kantor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">WAIBAKUL, Pemerintah Daerah  Sumba Tengah (Sumteng) menerima 25 mahasiswa/i Akademi Perawat (Akper) asal Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, melakukan praktek kerja lapangan (PKL)  di Desa Dameka, Kecamatan Katikutana Selatan. Kegiatan PKL berlangsung sekitar sebulan terhitung 26 April 2011-21 Mei 2011.</p>
<p style="text-align: justify;">Wakil Bupati Sumba Tengah, Umbu Dondu, BBA, dalam arahannya saat menerima ke-25 mahasiswa/i di Aula Kantor Camat Katikutana Selatan menyatakan, pemerintah menyambut baik kedatangan mahasiswa untuk kegiatan PKL di wilayah ini. Perlakuan yang sama juga berlaku bagi perguruan tinggi lain di Indonesia dan NTT khususnya yang mau mempercayakan mahasiswa-mahasiswinya mengadakan kegiatan PKL maupun kuliah kerja nyata (KKN) di Sumba Tengah.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian disampaikan Kabag Humas  Setda Sumba Tengah, WS Ari P Umbu Dauta, S.E, ketika ditemui Pos Kupang di ruang kerjanya. Menurut Ari, Wakil Bupati, Umbu Dondu, dalam arahannya berharap agar 25 mahasiswa yang  PKL di Desa Dameka dapat menjalankan tugas dengan baik. Sebab PKL merupakan media pembelajaran, media sosialisasi dan media implementasi pengetahuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan PKL merupakan wadah mengaktualisasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama di bangku kuliah ke dalam dunia nyata pekerjaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia berharap peserta PKL mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan baru agar bisa melangsungkan kegiatan PKL dengan baik dan berdampak positif terhadap derajat kesehatan masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Wabup Umbu Dondu juga menambahkan, pemerintah  Sumba Tengah terus berjuang meningkatkan derajat kesehatan masyarakat berbasis partisipatif masyarakat. Pola hidup masyarakat yang kurang memperhatikan faktor kesehatan berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Di akhir arahannya, Wabup Umbu Dondu berharap agar kegiatan PKL berjalan lancar dan dapat meninggalkan kesan bermakna bagi masyarakat Desa Damake, terutama mampu menyadarkan masyarakat Dameka akan pentingnya dimensi kesehatan dalam seluruh aspek kehidupan warga.*pos-kupang</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumbaisland.com/25-mahasiswa-akper-pkl-di-sumteng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bupati SUmba Tengah melantik Direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sola Pora</title>
		<link>http://sumbaisland.com/bupati-sumba-tengah-melantik-direksi-badan-usaha-milik-daerah-bumd-sola-pora/</link>
		<comments>http://sumbaisland.com/bupati-sumba-tengah-melantik-direksi-badan-usaha-milik-daerah-bumd-sola-pora/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 May 2011 17:18:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sumba Tengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumbaisland.com/?p=3305</guid>
		<description><![CDATA[WAIBAKUL,  Bupati Sumba Tengah, Drs. Umbu Sappi Pateduk, belum lama ini melantik Direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sola Pora, Kabupaten Sumba Tengah. Direksi BUMD Sola Pora terdiri dari Yakobus Woli, S.E, sebagai Direktur Umum, Danni Rossa Wahyuningdita S.T sebagai Direktur Administrasi, dan Umbu Remu Samapaty sebagai Direktur Operasional. Demikian dikatakan Kepala Bagian (Kabag) Humas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-3308" style="margin-left: 3px; margin-right: 3px;" title="Umbu Sappi Pateduk" src="http://sumbaisland.com/wp-content/uploads/2011/05/Umbu-Sappi-Pateduk.jpg" alt="" width="256" height="192" />WAIBAKUL,  Bupati Sumba Tengah, Drs. Umbu Sappi Pateduk, belum lama ini melantik Direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sola Pora, Kabupaten Sumba Tengah. Direksi BUMD Sola Pora terdiri dari Yakobus Woli, S.E, sebagai Direktur Umum, Danni Rossa Wahyuningdita S.T sebagai Direktur Administrasi, dan Umbu Remu Samapaty sebagai Direktur Operasional.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian dikatakan Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Sumba Tengah, WS. Ari P Umbu Dauta, S.E, ketika ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (7/5/2011). Menurut Ari, Bupati Sumba Tengah, Umbu Sappi Pateduk, dalam sambutannya  meminta anggota direksi yang baru  dilantik  agar obyektif ketika mengelola badan usaha milik daerah ini. Diingatkan pula pengelolaan sebuah badan usaha seperti ini membutuhkan  pola pengelolaan yang baik dan cerdas.</p>
<p style="text-align: justify;">Bupati Umbu Sappi juga meminta tiga direksi yang baru  dilantik untuk mengedepankan profesionalisme, integritas dan kejujuran dalam mengelola institusi ini agar lebih setia dengan idealisme yang lebih energik juga mampu memikul risiko sebagai salah satu syarat pengelolaan unit usaha dan mampu berinovasi, serta selalu berorientasi untuk memberikan yang terbaik.</p>
<p style="text-align: justify;">Managemen yang handal dan profesional menjadi kunci sukses membawa BUMD Sola Pora ke arah lebih baik. Kehadiran usaha ini diharapkan dapat memberi dampak positif bagi perkembangan ekonomi warga Sumba Tengah di masa mendatang. *pos-kupang</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumbaisland.com/bupati-sumba-tengah-melantik-direksi-badan-usaha-milik-daerah-bumd-sola-pora/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Petani Wairasa Bantai 2.000 Tikus</title>
		<link>http://sumbaisland.com/petani-wairasa-bantai-2-000-tikus/</link>
		<comments>http://sumbaisland.com/petani-wairasa-bantai-2-000-tikus/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 18:44:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sumba Tengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumbaisland.com/?p=3190</guid>
		<description><![CDATA[WAIBAKUL, Ratusan anggota kelompok tani yang menanam padi di areal persawahan Desa Wairasa, Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah, menangkap dan membantai sekitar 2.000 ekor tikus. Hama tikus  selama ini menjadi pengganggu dan selalu menggerogoti tanaman padi milik petani di hamparan persawahan di daerah itu. Pembantaian ribuan ekor tikus dipimpin Kepala Desa  (Kades) Wairasa, Umbu Sappi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-3195" style="margin-left: 3px; margin-right: 3px;" title="hama_tikus" src="http://sumbaisland.com/wp-content/uploads/2011/04/hama_tikus.jpg" alt="" width="298" height="212" />WAIBAKUL, Ratusan anggota kelompok tani yang menanam padi di areal persawahan Desa Wairasa, Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah, menangkap dan membantai sekitar 2.000 ekor tikus.</p>
<p style="text-align: justify;">Hama tikus  selama ini menjadi pengganggu dan selalu menggerogoti tanaman padi milik petani di hamparan persawahan di daerah itu. Pembantaian ribuan ekor tikus dipimpin Kepala Desa  (Kades) Wairasa, Umbu Sappi Ladunawu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tokoh masyarakat Desa Wairasa, Lowo Lodja, menjelaskan hal ini kepada Pos Kupang di Desa Wairasa, Kamis (7/3/2011).<br />
Lowo Lodja, didampingi Wempy L Umbu Tara dan Mawu, menjelaskan, pembantaian ribuan ekor tikus di persawahan itu dilakukan tanggal 1 April lalu karena serangan hama tikus ini telah merusak ratusan hektar tanaman padi milik petani di daerah itu. Apalagi saat ini padi dalam masa berbunga atau sedang bunting.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Para petani menggunakan alat traktor lalu dengan sistem rencah menutup ruang gerak ribuan tikus yang  bersembunyi di dalam lubang dalam bedeng,&#8221; jelas Lowo Lodja.<br />
Menurutnya,  tikus yang berhasil ditangkap petani ini dikumpulkan lalu dibakar.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Serangan tikus sangat ganas sehingga mengancam tanaman padi milik petani di wilayah  persawahan Latigeruwatu. Bahkan di persawahan di Desa Pondok juga serangan tikus sangat ganas merusak tanaman padi milik petani yang lagi bunting serta padi yang masih mudah,&#8221; jelas mantan pensiunan  kepala sekolah dan guru/penilik ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Lodja, yang juga Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Umbu Kawolu, mengakui, Kepala Dinas Pertanian Sumteng, Ir. Martinus Ndjurumana, M.Si, sudah membantu obat pembasmi tikus, namun masyarakat dengan inisiatif sendiri proaktif untuk ikut membamsi langsung tikus secara manual di hamparan persawahan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tapi hasil panen pada petani di daerah persawahan di Loli, Sumba Barat, justru  sangat baik karena saat serangan tikus mulai mengganas, mereka sudah panen padi. Sementara petani di persawahan di Wairasa saat ini padinya baru berbunga,&#8221; jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lodja saat ini juga menggeluti dunia jasa pemborong mengakui, Bupati Sumba Tengah, Drs Umbu Sappi Pateduk, dalam rapat pamong praja bersama elemen terkait di Desa Ole Ate, beberapa waktu lalu, sudah menginstruksikan kepada anggota kempok tani agar secara serempak memberantas hama penyakit tanaman pertanian untuk meningkatkan hasil produksi tanaman pertanian, termasuk memberantas tikus serta hama pengganggu tanaman lainnya.  (pet)*Pos Kupang</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumbaisland.com/petani-wairasa-bantai-2-000-tikus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Warga Sumba Bakar Peralatan Tambang</title>
		<link>http://sumbaisland.com/warga-sumba-bakar-peralatan-tambang/</link>
		<comments>http://sumbaisland.com/warga-sumba-bakar-peralatan-tambang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Apr 2011 18:54:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sumba Tengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumbaisland.com/?p=3199</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar 20 orang warga Desa Praikarokujangga  di Kabupaten Sumba Tengah, menyerang dan membakar peralatan bor milik PT Fathi Resources yang tengah melaksanakan aktivitas pertambangan di Padang Rua Awa, Desa Praikarokujangga, Kecamatan Umbu Ratu Nggay, Rabu, (6/4/2011) sekitar pukul 22.52 Wita. Kepala Kesbangpol Linmas Kabupaten Sumba Tengah, Umbu Windi, Kamis (7/4/2011), mengatakan, dalam aksi penyerangan itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-3202" style="margin-left: 3px; margin-right: 3px;" title="PT Fathi Resources" src="http://sumbaisland.com/wp-content/uploads/2011/04/PT-Fathi-Resources.jpg" alt="" width="300" height="225" />Sekitar 20 orang warga Desa Praikarokujangga  di Kabupaten Sumba Tengah, menyerang dan membakar peralatan bor milik PT Fathi Resources yang tengah melaksanakan aktivitas pertambangan di Padang Rua Awa, Desa Praikarokujangga, Kecamatan Umbu Ratu Nggay, Rabu, (6/4/2011) sekitar pukul 22.52 Wita.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Kesbangpol Linmas Kabupaten Sumba Tengah, Umbu Windi, Kamis (7/4/2011), mengatakan, dalam aksi penyerangan itu lima karyawan PT Fathi Resouces  berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan sebuah alat bor, dua genset listrik, HP dan peralatan lainnya tak luput dari aksi anarkis warga.</p>
<p style="text-align: justify;">Diduga aksi tersebut merupakan buntut penolakan warga terhadap keinginan PT Fathi Resources melakukan aktivitas tambang di wilayah mereka. Sebelumnya warga setempat sudah telah melayangkan surat penolakan tambang kepada Bupati Sumba Tengah, Drs.Umbu Sappi Pateduk.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemerintah sedang mempersiapkan tim untuk turun ke lapangan guna mengklarifikasi surat penolakan warga tersebut, namun hal itu belum dilakukan sudah muncul aksi anarkis warga tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemerintah setempat, kata Windi. sangat menyayangkan tindakan anarkis warga yang membakar peralatan tambang milik PT Fathi Resources yang menyebabkan perusahaan menderita kerugian sekitar Rp 3 miliar.</p>
<p style="text-align: justify;">Warga seharusnya bersikap arif untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan itu dan jangan memaksakan kehendak yang pada akhirnya harus berurusan dengan hukum.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat dikontak ke ponselnya, Umbu Windi mengaku baru kembali dari Umbu Ratu Nggay namun tidak bisa masuk ke lokasi kejadian karena hujan lebat. Ia mengaku sudah bertemu dengan staf PT Fathi dan Kapolsek Umbu Ratu Nggay, Pak Udrus.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut keterangan staf PT Fathi, katanya, saat kejadian, mereka tengah melakukan pengeboran. Warga datang dan melempari mereka dengan batu. Mereka ketakutan dan lari menyelamatkan diri ke hutan. Saat itulah warga membakar alat bor yang sedang hidup, dua mesin genset, handphone milik mereka dan peralatan lainnya. Barang bukti sisa kebakaran telah dievakuasi ke base camp di samping Mapolsek Umbu Ratu Nggay.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Kapolsek Udrus, demikian Umbu Windi, para pelaku berjumlah sekitar  20 orang dan telah diidentifikasi.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sampai pukul 16.00 Wita (kemarin, Kamis 7/4/2011&#8211; Red) belum ada yang ditangkap,&#8221; kata Windi.<br />
Wakapolres Sumba Barat, Kompol Riwanto Suyono, S.E, yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (7/4/2011), mengatakan, belum bisa memberi keterangan karena Kapolres AKBP Yayat Jatnika sedang dalam perjalanan menuju lokasi kejadian. &#8220;Sebaiknya menunggu Pak Kapolres kembali dari lokasi kejadian dulu,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pos Kupang sudah mengontak Kapolres melalui ponselnya dan melalui pesan singkatnya dia mengatakan bersedia ditemui hari ini, Jumat (8/4/2011). (pet)*Pos Kupang</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumbaisland.com/warga-sumba-bakar-peralatan-tambang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemda Sumteng Segera Pakai Kantor Baru</title>
		<link>http://sumbaisland.com/pemda-sumteng-segera-pakai-kantor-baru/</link>
		<comments>http://sumbaisland.com/pemda-sumteng-segera-pakai-kantor-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Feb 2011 13:16:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sumba Tengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumbaisland.com/?p=3087</guid>
		<description><![CDATA[WAIBAKUL,  Pemerintah Daerah (Pemda) Sumba Tengah (Sumteng) menargetkan pada bulan Mei 2011 sudah menggunakan gedung kantor baru di Makatul-Waibakul.  Saat ini, pembangunan gedung kantor pusat Pemda Sumteng di Makatul sedang dalam tahap penyelesaian (finishing). Demikian dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumba Tengah, Umbu Puda, Sabtu (19/2/2011). Umbu Puda menjelaskan, yang masih menjadi kendala saat ini adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">WAIBAKUL,  Pemerintah Daerah (Pemda) Sumba Tengah (Sumteng) menargetkan pada bulan Mei 2011 sudah menggunakan gedung kantor baru di Makatul-Waibakul.  Saat ini, pembangunan gedung kantor pusat Pemda Sumteng di Makatul sedang dalam tahap penyelesaian (finishing).</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumba Tengah, Umbu Puda, Sabtu (19/2/2011).</p>
<p style="text-align: justify;">Umbu Puda menjelaskan, yang masih menjadi kendala saat ini adalah soal jaringan listrik ke kantor baru tersebut, termasuk jaringan air bersih.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mudah-mudahan dalam waktu dekat kedua pekerjaan ini dapat diselesaikan, terutama jaringan listrik sehingga aktivitas penyelenggaraan pemerintahan sudah bisa dilakukan di kantor yang baru,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan bekerja di kantor baru, katanya, aktivitas pelayanan kemasyarakatan dan penyelenggaraan pemerintahan akan berlangsung lebih leluasa dan nyaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama ini, kata Umbu Puda, pemerintah terus mendesak kontraktor pelaksana agar segera merampungkan pembangunan kantor pusat pemerintahan Sumba Tengah di Makatul.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun mengingat pembangunan kantor bupati dan kantor SKPD tidak dilaksanakan serempak, tetapi dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah, maka penyelesaiannya tidak bisa secepat yang diharapkan. Ia meminta masyarakat setempat memahami kondisi yang sedang dialami pemerintah saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Beragam kendala pelayanan kemasyarakatan, katanya, masih terus ditemui sampai saat ini karena pemerintah masih menggunakan kantor sementara yakni gedung SMU Kristen Laikaruda dan sejumlah rumah milik warga. Akibatnya jarak kantor bupati dengan beberapa SKPD cukup jauh. Hal ini tentunya berdampak terhadap pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Untuk mendapatkan pelayanan warga harus rela berjalan kaki atau menggunakan ojek dari satu kantor ke kantor lainnya,&#8221; tambahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun ia optimis ketika gedung baru pusat pemerintahan Sumba Tengah digunakan maka pelayanan pemerintahan lebih cepat dan muda terjangkau. (pet)*Pos Kupang</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumbaisland.com/pemda-sumteng-segera-pakai-kantor-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gubernur Diminta Turunkan Tim</title>
		<link>http://sumbaisland.com/gubernur-diminta-turunkan-tim/</link>
		<comments>http://sumbaisland.com/gubernur-diminta-turunkan-tim/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Feb 2011 13:07:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sumba Tengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumbaisland.com/?p=3082</guid>
		<description><![CDATA[WAIBAKUL, Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah meminta Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya  menurunkan tim untuk menyelesaikan persoalan batas wilayah antara Kabupaten Sumba Tengah dengan Kabupaten Sumba Barat. Beberapa titik perbatasan wilayah rawan  terjadi konflik antarwarga sperti antara wilayah Kecamatan Katikutana Selatan dengan wilayah Kecamatan Wanokaka; perbatasan wilayah Kecamatan Katikutana dengan wilayah Kecamatan Loli dan Kecamatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-3085" style="margin-left: 3px; margin-right: 3px;" title="Frans_Lebu_Raya" src="http://sumbaisland.com/wp-content/uploads/2011/02/Frans_Lebu_Raya.jpg" alt="" width="184" height="235" />WAIBAKUL, Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah meminta Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya  menurunkan tim untuk menyelesaikan persoalan batas wilayah antara Kabupaten Sumba Tengah dengan Kabupaten Sumba Barat.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa titik perbatasan wilayah rawan  terjadi konflik antarwarga sperti antara wilayah Kecamatan Katikutana Selatan dengan wilayah Kecamatan Wanokaka; perbatasan wilayah Kecamatan Katikutana dengan wilayah Kecamatan Loli dan Kecamatan Mamboro dengan wilayah Kecamatan Tanah Righu.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian disampaikan Asisten I Setda Sumba Tengah, Drs. Chris Umbu Riada, di ruang kerjanya, Jumat (18/2/2011).</p>
<p style="text-align: justify;">Tahun lalu, katanya, Bupati Sumba Tengah, Drs. Umbu Sappi Pateduk telah mengadakan pertemuan bersama Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat, Julianus Pote Leba dan Toda Lero Ora, S.H membahas masalah batas antar wilayah kedua kabupaten.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka menyepakati titik batas dua wilayah yang ada. Namun dialog seperti itu perlu dilanjutkan hingga mencapai kesepakatan penyelesaian akhir terhadap batas wilayah kedua kabupaten.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemda Sumba Tengah, demikian Umbu Riada, berencana mengadakan pertemuan dengan Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango, dan Reko Deta untuk membahas batas kedua wilayah.<br />
Penyelesaian batas wilayah antarkabupaten wilayah ini mendesak diselesaikan agar suasana kehidupan warga di perbatasan berjalan aman.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang selama ini kehidupan warga di perbatasan berjalan kondusif. Hanya saja ke depan diperlukan tindakan cepat oleh Pemerintah Propinsi NTT untuk  menurunkan tim guna melakukan pembicaraan penyelesaian batas wilayah antarkabupaten. (pet)*Pos Kupang</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumbaisland.com/gubernur-diminta-turunkan-tim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

