• Home
  • Tentang Sumba
    • Budaya Sumba
    • Peta Sumba
    • Geografis Sumba
    • Pasola Sumba
  • Photo Gallery
  • Info Sumba
    • Sumba of Events
    • General Info
    • Hotel & Resort
      • Sumba Nautil Resort
      • Nihiwatu Resort
      • Monalisa Cottages
      • Manandang Hotel
      • Artha Hotel
    • Pasola Information
      • Pasola Festival 2009
      • Pasola Festival 2010
      • Pasola Festival 2011
  • Buku Tamu
  • ( Serba Serbi )
  • Berita NTT
  • Sosok
  • Sumba Package Tours
  • Sumba Zone
    • Sumba Barat
    • Sumba Barat Daya
    • Sumba Tengah
    • Sumba Timur
Monday, February 6, 2012
  • News Feed
  • Comments Feed

Dari Sumba, Awal Proses Gurun NTT

4,663 views | Share ke Teman

awal_proses_gurun_nttKOLAM AIRNONA — Kolam Airnona yang selalu penuh dengan air pada musim hujan menjadi fasilitas mandi dan cuci yang menyenangkan bagi warga sekitar. Namun kelestarian kolam ini patut dijaga agar kolam ini tidak menjadi cerita masa lalu bagi warga Kota Kupang yang hidup 50 tahun mendatang.

PERMUKAAN air kolam Airnona  tenang pada Rabu (25/2/2009) sore.  Hanya nampak beberapa warga sekitar yang duduk-duduk disekitar kolam selus empat kali lapangan voly tersebut. Beberapa pemuda memanfaatkan air itu untuk mencuci sepeda motor.
Beberapa jam sebelumnya, di kolam ini ramai anak-anak  berenang dan menikmati dinginnya air di Kelurahan Airnona-Kecamatan Oebobo, Kota Kupang ini. Setiap hari, kolam ini bukan saja menjadi kebanggaan warga sekitar, tetapi juga menjadi tempat mandi, cuci dan kebutuhan lainnya oleh warga yang tinggal di tempat itu.

Di Kota Kupang banyak tempat yang hampir serupa dimana muncul mata air dan kemudian menjadi sumber air. Sebut saja di kolam Oeba, sumber air Oepura dan Sikumana serta beberapa titik sumber air. Bila di lihat lebih luas lagi di NTT, banyak tempat-tempat serupa. Pada umumnya sumber air menjadi urat nadi kehidupan warga sekitar bukan saja sebagai sumber air bersih untuk air minum maupun cuci, tetapi juga untuk perhatian.

Sumber air di NTT yang tersebar di seluruh wilayah NTT telah membentuk beberapa sungai dan selanjutnya mengairi lahan-lahan pertanian, memenuhi kolam-kolam tambak ikan bahkan menjadi sumber air bersih untuk wilayah lain. Sumber air tersebut tidak terlepas dari kehadiran hutan-hutan yang yang berada di hulu sungai. Peran hutan-hutan jelas yaitu mencegah erosi yang menyimpan sumber air hujan.

Cerita NTT yang memiliki kolam, danau dan sungai meski tidak sebesar di Pulau Sumatera, Kalimantan atau Jawa, bisa saja hanya menjadi kisah manis pada 50 tahun mendatang. Sebab, sadar atau tidak sadar, hutan-hutan di NTT telah rusak, baik oleh alam maupun oleh perbuatan manusia.

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof.Ir.Frans Umbu Datta, M.App, Sc, Ph.D, saat bertemu Menteri Kehutanan, MS.Ka’ban, di Kampus Undana belum lama ini mengatakan, luas tutupan hutan di NTT hanya sekitar lima persen saja. Jumlah itu juga berangsur berkurang.

Proses Jadi Gurun

Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) NTT, Dr. Michael Riwu-Kaho, yang ditemui di sela seminar Forum Das NTT dan Tim Forum Das Kabupaten Aceh Jaya, Propinsi Nangroe Aceh Darusalam di Hotel Silvia-Kupang, Sabtu (14/2/2009) menyebutkan, proses pembentukan gurun di NTT kini sedang berlangsung. Sadar atau tidak, bahkan cikal bakal gurun di NTT sudah mulai berlangsung. Ia menyebutkan, kawasan Wairinding di Kabupaten Sumba Timur sudah menunjukan tanda-tanda proses menjadi gurun. “Saya merasa sangat ngeri saat berada di Wairinding, karena disana sangat panas dan kering. Itu merupakan tanda-tanda terjadi gurun di wilaya itu,” ujarnya.

Ia menyebutkan, di kawasan itu kini sudah hidup sejenis rumput anual yaitu fimbristilys cymosa. Rumput ini biasanya hanya hidup di gurun pasir, sehingga bila rumput jenis ini sudah ada di Wairinding berarti proses penggurunan sudah dimulai di tempat itu. “Saya merasa ngeri sekali dengan situasi di sana, kalau ini tidak diantisipasi sejak sejak sekakarang maka gurun akan terjadi di wilayah ini dalam 40 tahun mendatang,” jelasnya.
Luas hutan di NTT saat ini sekitar 600 ribu hektar dan tingkat rata-rata kerusakan hutan  (deforestasi) NTT adalah 15 ribu hektar per tahun. Sedangkan kemampuan pemerintah merehabalitasi hutan hanya sekitar tiga ribu hektar pertahun, serta sisanya dari masyarakat dengan asumsi semua pohon yang ditanam tumbu menjadi besar. Jadi pertambahan lahan yang rusak di NTT sekitar 12 ribu hektar pertahun. “Itupun kalau pohon yang ditanam dalam program perbakan lahan itu berjalan baik, kalau pohon-pohon yang ditanam itu mati, terbakar atau di makan ternak berarti semakin luas kerusakan hutan jelasnya,” jelasnya.

Dengan perhitungan tersebut maka dalam waktu 40 tahun, hutan di NTT bakal habis. Dan, gurun pasir pun mulai terjadi di hampir semua wilayah di NTT.
Menurut Riwu Kaho, berdasarkan Citra Landsat Propinsi NTT, Tahun 2003 komposisi kualitas lahan di NTT adalah 98.127 ha (20,85 persen) sangat kritis, 2.255.462 ha (47,63) kritis, 1.184.665 ha (25,02 persen) agak kritis, 288.064 (5,96 persen) potensial kritis dan 23.994 ha (0,51 persen) tidak kritis. Ini menunjukan NTT sangat memungkinkan menjadi daerah gurun.Sumba merupakan cikal bakal gurun di NTT, namun potensi itu bisa dengan cepat meluas dan merata ke seluruh wilayah NTT.
Bila gurun benar terjadi di bumi Flobamora maka masyarakat wilayah ini harus siap untuk mengalami hidup dengan kondisi alam yang sangat keras seperti tinggal di wilayah yang amat tandus dengan cura hujan rata-rata kurang dai 25 cm pertahun serta turun tidak teratur dan tidak pernah lebat, sinar matahari sangat terik bahkan bisa mencapai 40 derajat cercius dan perbedaan suhu siang dan malan sangat tinggi.

Antisipasi

Bila tidak ada antisipasi maka lahan kritis di NTT akan menjadi lahan lebih kritis,  lahan yang agak kritis menjadi kritis dan lahan yang potensial kritis menjadi agak kritis bahkan lahan yang tidak kritis masuk dalam lahan yang berpotensi kritis. “Sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi menjadi hamparan gurun, apabila kebiasaan menebas hutan, membakar semak-belukar, dan berkebun perpindah-pindah tidak dapat dikurangi. Tiga daerah berpotensi gurun di Indonesia adalah  NTB, NTT dan Sulawesi Tengah,” jelasnya.

Langka-langka serius dengan menam pohon, mencitpakan cinta lingkungan di kalangan anak-anak merupakan langka yang harus di galakan. Sebab, hanya dengan menanam pohon saja bumi NTT bisa diselamatkan. Upaya-upaya pembakalan liar pun harus berantas habis.

Bila tidak, NTT akan masuk dalam fase baru kehidupan yakni hidup dalam alam gurun. Di alam gurun, hampir pasti air menjadi barang yang sangat langka. Sesama warga bisa saling membunuh hanya untuk sumber air yang sangat minim, pertanian dan pertenakan akan dengan sendirinya menjadi hal mustahil di kembangkan dan selanjutnya wabah penyakit dan kelaparan akan terjadi dimana-mana.

Air yang berlimpa seperti halnya kolam Air Nona, sungai-sungai dan hutan-hutan  hanya akan menjadi cerita masa lalu tentang kejayaan NTT.

Fonema ini sudah terjadi di Afrika dimana kekeringan dan kelaparan terjadi sepanjang tahun dan selanjutnya memicu perang hanya untuk memperebutkan makanan.
Agar NTT tidak seperti beberapa negara Afrika yang kerap mengalami kelaparan, maka kebiasaan menanam pohon harus dilakukan sejak sekarang. Upaya-upaya serius melindungi hutan dan isinya harus dilakukan sejak kini demikian juga sosialisasi bahaya gurun tersebut.*

Copyright: http://www.pos-kupang.com

Lihat Yang Lain :


  • Perangi Geng Pelajar Perempuan
  • Jalan Propinsi Berlubang-lubang
  • Janji Fokker 100, Datang MA-60, Merpati Dinilai Ingkar Janji
  • Ditolak Sekolah Kepala Panti Mengadu
  • Pengusaha Jangan Permainkan Harga
  • Warga Wanokaka Kurang Berminat ke Laut
  • Bidan Jarang ke Pustu, Pasien Telantar
  • Harga Melambung, Warga Minta OPM
  • Warga Waikabubak Gunakan Air Sumur
  • Tanamkan Nilai Kejujuran pada Anak
  • Dewan Tanya Perkembangan Investasi di PDAM dan Merpati
  • Dewan Soroti Kinerja Dua Perusahaan
  • 285 Kuda Berpacu di Gelora Pada Eweta
  • Pimpinan SKPD Wajib Pelihara Kuda Pacu
  • Realisasi Pendapatan 101 Persen
  • PT Fathi Resources Didesak Keluar dari TN
  • Biarkan Masyarakat Membangun Desanya
  • 1 Tewas, 12 Rumah Dibakar
  • Polres Sumba Barat Gelar Aneka Lomba
  • Sumba Barat Siapkan Rp 8 M untuk Listrik Gratis
  • PLTMH Lapopu Mulai Dibangun
  • Bupati Pandango Tolak Tambang
  • Air Terjun Lapopu untuk PLTMH
  • Guru Terus Pacu Kualitas KBM
  • Kerusakan Jalan Negara Akibat Resapan Air
  • Bangun Budaya Ketahanan Pangan Lokal
  • Warga Kampung Sawah Bersihkan Lingkungan
  • 12 CPNSD 2010 Belum Dapat NIP
  • Beberapa titik jalan dalam Kota Waikabubak rusak parah
  • Sumba Barat Alokasikan ADD Rp 3,1 Miliar
  • Masa Jabatan Edy Samalati Diperpanjang
  • 13 Pelajar SMP Lamboya Tak Ikut UN
  • Stok Pangan di Sumba Barat Cukup
  • Hujan Berkepanjangan Hambat Panen Padi
  • Staf Larang Bupati Periksa Proyek
  • Tiga CPNSD di Sumbar Mengundurkan Diri
  • Mentri Kehutanan Larang Fathi Resources Tambang di Kawasan TN Manupeu Tana Daru
  • Pelaku Sodomi Diamankan
  • Kepala BPS Dituntut Satu Tahun Penjara
  • Menteri PDT Prihatin Kondisi SMA Karanu
  • Gugatan terhadap Kapolres Sumbar Berakhir Damai
  • Menteri PDT Kunjungi Sumba – Pacu Ekonomi, Janji Kucurkan Dana
  • DPRD Sumba Barat Bahas 15 Ranperda
  • Warga Wanokaka Sepakat Potong 5 Hewan
  • Kuburan Megalitik Kebanggaan Orang Sumba
  • Mobil Pemadam Kembali Layani Merpati
  • Bupati Sumba Barat Tarik Mobil Pemadam
  • Satpol PP Versus Polres Sumbar, BAP 8 Tersangka Dilimpahkan
  • Polres Sumbar Kalah Praperadilan – 8 Satpol PP Dibebaskan dari Sel
  • Delapan Satpol PP Gugat Kapolres Sumbar



You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Responses to “Dari Sumba, Awal Proses Gurun NTT”

  1. Simon Nany said on Friday, April 24, 2009, 1:48

    Mari menanam pohon………..mulailah dari sekitar rumah kita………..

  2. Rudy Rasyidi said on Friday, July 30, 2010, 13:56

    Waow, mengerikan sekali ! …wahai para pencinta lingkungan khususnya dan warga dunia umumnya, marilah kita selamatkan Sumba menjadi gurun. Tanam dan peliharalah pohon !!!

Leave a Reply


Indonesia Traveling & Adventure

PT. VIP Tour Travel - Bali Hotels & Villas Booking Online - Bali Package Tours - Bali Spa, Wedding, Domestik Tour, Rent Car, Activity, Bali & Beyond

Toko Bunga Online di Bali - bali flower shop - www.baliflowershop.com

Berbagi Ilmu Pegetahuan & Wawasan - Media Sharing

  • Artikel Terbaru

    • Waspada! Pencuri Sepeda Motor di Kupang Marak Lagi
    • Perangi Geng Pelajar Perempuan
    • Jalan Propinsi Berlubang-lubang
    • Masyarakat Untung Jika Tanah di Tanjung Karoso Terjual
    • Gedung Paris Matawai Diduga Bermasalah
    • Janji Fokker 100, Datang MA-60, Merpati Dinilai Ingkar Janji
    • Rotary Club Sumbang Dua Mesin Desalinasi Air
    • Wanggameti Masih Memanas
    • 10 Ekor Kerbau Gagal ke Luar Sumba
    • Ditolak Sekolah Kepala Panti Mengadu
    • Pengusaha Jangan Permainkan Harga
    • Uma Peghe Berdayakan Masyarakat
    • DPRD Sumtim Wacanakan Pemekaran Wilayah
    • Warga Wanokaka Kurang Berminat ke Laut
    • PT FR Eksplorasi Tanpa Amdal
    • Sumba Krisis Semen n Harga Semen Rp 72 Ribu/Zak
    • Manfaatkan Dana dengan Baik
    • Retribusi Parkir Belum Ditarik
    • Bidan Jarang ke Pustu, Pasien Telantar
    • Sumba Tengah Alokasikan Rp 3,7 M
    • Beri Sepeda Motor Operasional
    • Harga Melambung, Warga Minta OPM
    • Warga Waikabubak Gunakan Air Sumur
    • Jualan di Jalan Supaya Laku
    

  • Link Partners

    • Bali Blogger
    • Baliorange Communications
    • Baliorange WebBlog
    • Flobamora Blogger NTT
    • I Love Sumba
    • Indonesia Travel Guides
    • Indonesia.Travel
    • Merpati Airlines
    • Monalisa Cottages
    • PA Waikabubak
    • PA Waingapu
    • Pemda NTT
    • Pos Kupang
    • Sumba Barat Kab.
    • Sumba Nautil Resort
    • Sumba Tengah Kab.
    • Sumba Timur Kab.
    • Sumba Tours
    • Trans Nusa
    • VIP Tour Travel Bali
    • Waingapu.Com
PT. Lombok Tropic Holidays Indonesia Komunitas Blogger NTT Pos Kupang - Suara Nusa Tenggara Timur Corat Coret - Menulis & Berkomentar Tentang Apa Saja

Lombok Hotels & Villas

Flores Explore

Informasi Wisata Pulau Lombok dan Gili Islands

Labuanbajo Hotels, Resorts, Cottages, Guesthouse, Homestay
  • Sumba Barat
  • Sumba Timur
  • Sumba Barat Daya
  • Sumba Tengah
  • Berita NTT
Perangi Geng Pelajar Perempuan

Perangi Geng Pelajar Perempuan

Sunday, August 21, 2011 18:38 |1,441 views | Share ke Teman

WAIKABUBAK -- Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango, S.Pd, M.Si, memerintahkan para kepala sekolah (Kepsek) menengah umum se-Kota Waikabubak   memerangi fenomena munculnya geng pelajar perempuan yang beroperasi di salah satu SMA di kota itu. Perilaku geng tak patut dilakoni para  perempuan. “Saya sudah mendapat laporan adanya tiga geng perempuan yang beroperasi di salah satu SMA di kota ini. Saya minta kepala sekolah awasi dan kalau temukan segera keluarkan dari sekolah. Perbuatan itu memalukan sekolah, orang tua dan masyarakat daerah ini. Jangan tiru perbuatan tak patut dicontoh ...

Berita lainnya di Sumba Barat
  • Selengkapnya
  • 2 Komentar
Gedung Paris Matawai Diduga Bermasalah

Gedung Paris Matawai Diduga Bermasalah

Friday, August 19, 2011 18:22 |1,088 views | Share ke Teman

"Selama ini bupati ditipu karena panitia dan SKPD tidak ada laporan. Mereka juga melakukan rekayasa menjadi proyek multiyears padahal sebenarnya tidak." -- Ketua Komisi B DPRD Sumtim, Arnold Huki Lalatana -- WAINGAPU -- Proyek pembangunan gedung Pasar Inpres (Paris) Matawai, di Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) senilai Rp 9,8 miliar diduga bermasalah. Dugaan ini terungkap dalam rapat dengar pendapat antara Pemerintah dan  PT Adhi Karya (AK). Dalam dengar pendapat itu menemukan dugaan terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Penyimpangan tersebut terkuak saat DPRD ...

Berita lainnya di Sumba Timur
  • Selengkapnya
  • 1 Komentar
Masyarakat Untung Jika Tanah di Tanjung Karoso Terjual

Masyarakat Untung Jika Tanah di Tanjung Karoso Terjual

Saturday, August 20, 2011 18:25 |1,348 views | Share ke Teman

"Masyarakat justru merasa untung tanah itu bisa dijual daripada tidak digarap. Ada yang membelinya, syukurlah," kata Yosep Rangga Tene, Kepala Desa Kalela Rongngo. TAMBOLAKA --- Kepala Desa Kalela Rongngo, Yosep Rangga Tena, membenarkan kalau kawasan di pesisir Tanjung Karoso ini sudah dikapling pemodal. Menurut  Yosep, warga setempat atau pemilik tanah belum jauh berpikir dan melihat potensi wisata dari kawasan pantai di situ. Karena itu mereka melepas tanah itu tanpa banyak berpikir keuntungan ekonomisnya untuk jangka panjang. "Masyarakat justru merasa untung tanah itu bisa dijual daripada tidak ...

Berita lainnya di Sumba Barat Daya
  • Selengkapnya
  • 0 Komentar
Sumba Tengah Alokasikan Rp 3,7 M

Sumba Tengah Alokasikan Rp 3,7 M

Monday, August 1, 2011 19:23 |796 views | Share ke Teman

WAIBAKUL -- Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah mengalokasikan dana senilai Rp 3,7 miliar untuk mendukung program Desa Mandiri Anggur Merah (DeMAM) di daerah itu. Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumba Tengah, Ir. Agustinus Umbu Sorung, menjelaskan hal tersebut kepada Pos Kupang, Jumat (29/7/2011). Dikatakannya, sejak pekan lalu pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan verifikasi kegiatan kelompok yang dipimpin Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Sumba Tengah, Lukas Woli, S.E. Verifikasi dilakukan untuk memperoleh kepastian kemajuan kelompok tani dalam menyerap dana DeMAM maupun dana P2ED. Secara teknis, jelas Umbu Sorung, terjadi keterlambatan pelaksanaan program ...

Berita lainnya di Sumba Tengah
  • Selengkapnya
  • 1 Komentar
Waspada! Pencuri Sepeda Motor di Kupang Marak Lagi

Waspada! Pencuri Sepeda Motor di Kupang Marak Lagi

Sunday, August 21, 2011 18:49 |960 views | Share ke Teman

KUPANG --- Bagi warga Kota Kupang kembali harus waspada terhadap aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Berdasarkan laporan yang diterima  pihak kepolisian  Mapolres Kupang Kota, Sabtu (20/8/2011) telah  terjadi dua  kasus pencurian motor. Kasus pencurian  pertama  terjadi di Arena  Pameran Fatululi, Jumat (19/8/2011), sekitar pukul  23.30 wita.  Motor Suzuki Fu 150 SCD, warna merah-hitam  DH 6058 AK, milik Enjelina Missa Pake,  warga Jalan Alor RT 02 RW 01, Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kelapa Lima, hilang di arena pameran Fatululi. Pake dalam laporannya mengisahkan, peristwa ini berawal ...

Berita lainnya di Berita NTT
  • Selengkapnya
  • 0 Komentar
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • Waspada! Pencuri Sepeda Motor di Kupang Marak Lagi - 960 views Dengan 0 Komentar Sejak Sunday, August 21, 2011 18:49
  • Perangi Geng Pelajar Perempuan - 1,441 views Dengan 2 Komentar Sejak Sunday, August 21, 2011 18:38
  • Jalan Propinsi Berlubang-lubang - 853 views Dengan 0 Komentar Sejak Sunday, August 21, 2011 18:27
  • Masyarakat Untung Jika Tanah di Tanjung Karoso Terjual - 1,348 views Dengan 0 Komentar Sejak Saturday, August 20, 2011 18:25
  • Gedung Paris Matawai Diduga Bermasalah - 1,088 views Dengan 1 Komentar Sejak Friday, August 19, 2011 18:22

  • jayanti: PESAWAT TERBANG ! Dengan pesawat terbang orang ja...
  • hurek.D: bukan cuman sekedar bagi kondom saja,peran Orang T...
  • WIRA JAYA: hampir satu tahun.. mana janjimu pak pol?? sekaran...
  • harry potter: Ayo Global......mana taringmu........................
  • harry potter: klo Radio udah dilarang siaran.....gimana dengan i...
  • Aftrinal Lubis, SP.: Mantap Pak Bupati. Lebih mantap kita naikkan menja...
  • Muhak: Kerugian jiwa dan atau materi yang dialami konsume...
447 Caleg Rebut 30 Kursi DPRD Sumtim Bupati Meninggal Dunia Verifikasi DPD Sumba Timur Dihen Dermaga Weekelo Buka Isolasi Sumba Drs. Umbu Sappi Pateduk Canangkan Gerakan Seribu Ternak Gidion Dilantik Jadi Bupati Sumtim Jelang Musim Tanam- Warga Waihibur Minta Handtractor Kantor Bupati Sumba Barat Daya Telan Dana Rp 6.3 M Korban Tewas Akibat Gizi Buruk di NTT Bertambah Lahan Rakyat Masuk Kawasan Taman Nasional (KTN) Mantan Wakapolres Sumba Timur Diberi Teguran Pembangunan Pasar Matawai Capai 50 Persen Pemkab Sumba Tengah Siapkan Dana Untuk Jaringan Telepon Pemprop Diminta Bayar Gaji Guru Honor SDK Gollu Sapi Sumba Barat Daya Stop Dreaming Start Action Sumba Timur Dapat Subsidi Kedelai Sumteng Butuh Pemimpin Berhati Luhur Sumtim Tak Perlu Wabup Tiga Sukses Umbu Saga Anakaka Warga Kambajawa Krisis Air Warga Kodi Kunsumsi Air Kali Warga Minta Bupati Basmi Pencuri Warga Pahomba Minta Mobil Tangki Warga Weetebula Krisis Air Bersih
  • ( Serba Serbi )
  • Berita NTT
  • Sosok
  • Sumba Package Tours
  • Sumba Zone
    • Sumba Barat
    • Sumba Barat Daya
    • Sumba Tengah
    • Sumba Timur

eXTReMe Tracker

Copyright 2007 - 2010