WAINGAPU, PK–Dalam rangka mengevaluasi keberhasilan ilmu pengetahuan, pembinaan seni dan olahraga kepada anak usia dini, Dinas Pendidikan Sumba Timur sejak Jumat (27/6/2008), menggelar olimpiade mata pelajaran Mipa, paduan suara dan olahraga tingkat SD/MI. Kegiatan ini berlangsung dari 27 Juni-1 Juli, diikuti anak-anak usia dini dari 21 kecamatan.
Bupati Sumba Timur, Ir. Umbu Mehang Kunda, saat membuka kegiatan itu di lapangan Matawai, Sumba Timur, Jumat (27/6/2008), mengatakan, sesuai dengan amanat UU Pendidikan Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, tujuan pendidikan, yakni membentuk manusia seutuhnya, yaitu manusia yang berilmu, berakhlak mulia, sehat. Karena itu, katanya, seluruh potensi dan bakat anak didik harus dikembangkan secara maksimal guna mencapai tujuan pendidikan tersebut.
Untuk maksud tersebut, kata Mehang, kuadran pendidikan yang digunakan harus terus memperhatikan olah rasa, olah hati, olah pikir dan olah raga. Keempat kuadran ini, jelas Mehang, harus mendapat perhatian seimbang dalam menciptakan sumber daya manusia yang utuh.
Dalam kaitan dengan olahraga, demikian Mehang, pemerintah maupun pemerintah daerah telah memberikan dukungan melalui peningkatan mutu pendidikan jasmani dan kesehatan yang dilaksanakan melalui pembinaan olahraga pada semua jenjang pendidikan.
Lebih lanjut Mehang mengatakan, dalam rangka mengevaluasi keberhasilan pembinaan olahraga, peningkatan mutu ilmu pengetahuan dan pembinaan seni pada jenjang SD/MI, perlu penilaian terhadap setiap perlombaan secara obyektif dan kompetitif. “Jangan menonjolkan ego daerah atau kecamatan masing-masing. Penilaian harus obyektif dan jangan berat sebelah, menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran sehingga tujuan untuk menghasilkan atlet berkualitas di daerah ini bisa tercapai dan suatu saat bisa mewakili Sumba Timur untuk perlombaan ke tingkat propinsi atau nasional,” kata Mehang.
Mehang juga menyinggung hasil UN SMA/SMK dan SMP/MTs tahun 2008 di daerah itu. Menurut Mehang hasil ujian nasional untuk SMA masih cukup bagus, karena mampu mencapai 83,84 persen. Namun untuk SMP/MTS kurang menggembirakan karena hanya 46,55 persen atau berada pada urutan ke-13 dari 15 kabupaten/ kota di NTT.
Ketua Panitia Ruben Nggulindima, S.Sos, MPd dalam laporannya, mengatakan, kegiatan itu mempertandingkan 13 cabang olahraga dengan 28 nomor lomba, lomba mata pelajaran 4 nomor, lomba MIPA dua nomor, dan satu nomor lomba paduan suara. Kegiatan ini diikuti 1.483 peserta dari 21 kecamatan.(dea)
Sumber : Pos Kupang ( http://www.indomedia.com/poskup/ )




























































