WAINGAPU, Program primatani perlu diperluas ke semua desa di Sumba Timur. Selama ini program itu masih terbatas pada desa-desa tertentu. Primatani merupakan program pembangunan pertanian pedesaan dari Litbang Pertanian, Departemen Pertanian yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani/ peternak melalui pemberdayaan dan pemanfaatan sumber daya potensial yang dimiliki desa, baik berupa sumber alam maupun sumber daya manusia.
Harapan ini dikemukakan Bupati Sumba Timur, Ir. Umbu Mehang Kunda, saat membuka rapat koordinasi primatani di Hotel Merlin Waingapu, Rabu (25/6/2008). Mehang meminta BPTP dan Pusat Penelitian Peternakan, Departemen Pertanian mengembangkan program primatani dalam skala yang lebih luas.
Mehang mengatakan, program primatani yang sudah berlangsung empat tahun di Desa Kambatatan, Sumba Timur telah memberikan bukti nyata keberhasilan program ini.
Dia berharap, program ini bisa dikembangkan ke desa lain di Sumba Timur. Pernyataan Mehang ini menanggapi pernyataan Kepala Pusat Penelitian Peternakan Departemen Pertanian, Dr. Abdurrahman Bamualim yang mengatakan, tahun 2009 program primatani di Desa Kambatatana akan diserahkan pengelolaannya kepada pemerintah daerah.
Menurut Mehang, Pemerintah Daerah Sumba Timur tidak keberatan dengan penyerahan tanggung jawab pengelolaan Desa Kambatatana, namun program ini bisa dipindahkan ke desa lain di Sumba Timur. Kalau Kambatatana seluruh biaya dan tenaga disiapkan dari BPPT, maka untuk desa lain Pemda bersedia menyiapkan dana asalkan tenaga teknisnya disiapkan oleh Puslitbangnak, Departemen Pertanian.
Kapuslitbangnak, Departemen Pertanian, Dr. Abdurrahman Bamualim mengatakan, target keberhasilan primatani adalah terbentuknya unit agribisnis industrial pedesaan (AIP) dan Sistem Usaha Intensifikasi dan Diversifikasi (SUID) di desa bersangkutan.
Program yang dimulai tahun 2005 ini, jelas Bamualim, terus menunjukkan keberhasilan. Pada tahun 2005 yang dimulai dari 22 desa, tahun 2008 telah berkembang menjadi 212 desa yang tersebar di 211 kabupaten/ kota di Indonesia.
Bamualim berharap, primatani yang sudah diakui kesuksesannya oleh 211 pemerintah kabupaten/ kota, ini dapat dijadikan desa percontohan bagi pembangunan pertanian pedesaan di kabupaen/ kota bersangkutan.(dea)
Sumber : Pos Kupang ( http://www.indomedia.com/poskup/ )




























































