WAINGAPU, PK- Dalam rangka meningkatkan mutu genetik ternak sapi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Timur (Sumtim) tahun ini mengembangkan program inseminasi buatan dengan menggunakan semen segar dan semen beku.
Untuk mendukung program ini dibangun gedung laboratorium reproduksi untuk uji sperma yang berlokasi di Breeding Centre Matawai Maringu. Sementara untuk semen beku, pemerintah daerah bekerja sama dengan BIB Singosari telah menyebarkan 200 ekseptor di Kecamatan Kota Waingapu, Kambera, Pandawai dan Kecamatan Kanatang. Wakil Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si menyampaikan hal itu dalam
pidatonya pada peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Lapangan Pahlawan Waingapu, Minggu (17/8/2008). Gidion mengatakan, upaya ini dalam rangka memperbaiki mutu dan meningkatkan produksi ternak dengan tujuan mengembalikan Sumba sebagai gudang ternak di NTT, bahkan secara nasional. “Kita sama-sama bermimpi untuk memutihkan padang yang ada dengan sapi ongole yang selama ini telah menjadi icon Sumba Timur pada tataran regional atau nasional. Dalam upaya itu, pada tahun 2008 melalui APBD, pemerintah daerah melakukan pengadaan dan pendistribusian bibit ternak kepada masing-masing sapi 270 ekor, kerbau 180 ekor, kuda 150 ekor, kambing 1000 ekor, dan babi 100 ekor serta tambahan dari APBN 108 ekor kerbau,” kata Gidion. Untuk mendukung program tersebut, demikian Gidion, pemerintah akan membangun dua unit gedung poskeswan di Kecamatan Rindi dan Nggaha Ori Angu. Upaya ini, kata Gidion, akan diikuti dengan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit menular melalui pengobatan dan pelayanan vaksinasi pada ternak besar, kecil dan ungas dengan target pelayanan pengobatan sebanyak 9.250 ekor dan vaksinasi sebanyak 159.300 dosis. (dea)
Sumber : Pos Kupang




























































