• Home
  • Tentang Sumba
    • Budaya Sumba
    • Peta Sumba
    • Geografis Sumba
    • Pasola Sumba
  • Photo Gallery
  • Info Sumba
    • Sumba of Events
    • General Info
    • Hotel & Resort
      • Sumba Nautil Resort
      • Nihiwatu Resort
      • Monalisa Cottages
      • Manandang Hotel
      • Artha Hotel
    • Pasola Information
      • Pasola Festival 2009
      • Pasola Festival 2010
      • Pasola Festival 2011
  • Buku Tamu
  • ( Serba Serbi )
  • Berita NTT
  • Sosok
  • Sumba Package Tours
  • Sumba Zone
    • Sumba Barat
    • Sumba Barat Daya
    • Sumba Tengah
    • Sumba Timur
Monday, February 6, 2012
  • News Feed
  • Comments Feed

Ibu Aloysia Kolin Berkisah: Perkembangan Paroki Sang Penebus

2,264 views | Share ke Teman

ibu_aloysia_kolinIbu Aloysia Kolin yang akrab disapa Nenek Guru telah tiada. Itu terjadi pada tanggal 10 September 2008 dalam usia 94 tahun. Tapi jasa yang ditinggalkannya untuk gereja dan sesama tidak kecil. Hal itu dapat dilihat dari hari pengebumiannya 15 September 2008 yang mana Gereja Sang Penebus Wara Waingapu dipadati oleh umat, baik dari golongan Islam, Protestan, maupun dari kalangan Katolik. Tidak kurang dari 22 imam yang merayakan misa reqiem dalam rangka pelepasan jenasah almarhum untuk dikebumikan di pekuburan Katolik Wara. Betapa Ibu Aloysia Kolin dan Bapak Mikhail Wuring Muda, suaminya, menjadi peletak dasar agama Katolik di Paroki Sang Penebus Waingapu, beberapa waktu yang lalu penulis sempat berbincang-bincang dengannya. Inilah kisahnya;

Waktu itu tahun 1939. Seorang pemuda berusia 27 tahun kelahiran Lewo Awan Flores Timur, tepatnya 29 September 1912, menginjakkan kaki untuk pertama kali di Waitebula. Pemuda yang mendapat pendidikan seminari rendah Mataloko, kemudian melanjutkan ke seminari tinggi Sika, rupanya tidak terpanggil menjadi imam, karena itu tidak meneruskan sejak tahun 1938. Dia diutus ke Waitabula sebagai pewarta injil dengan wilayah kerja Sumba Barat dan Sumba Timur. Pemuda itu adalah Mikhail Wuring Muda yang kemudian menjadi suami Ibu Aloysia Kolin. Menreka menikah 7 Agustus 1941.

Sebagai Pastor Paroki Waitabula saat itu Pater Aloysius de Rechter. Bersama Pater de Rechter, Mikhail Wuring Muda mengunjungi Waingapu tiga bulan sekali mewartakan injil. Hubungan lalulintas Sumba Barat dan Sumba Timur waktu itu sangat sulit. Jalan raya juga masih buruk. Pernah ‘oto’ mereka terbalik di Tana Daru, tapi untung masih selamat meski mereka mengalami cedera kecil yang tidak membahayakan.

Karena pertimbangan sulitnya hubungan lalu-lintas, maka sejak 1940 Bapak Mikhail Wuring Muda menetap di Waingapu hingga menikah dengan Ibu Aloysia Kolin kelahiran Larantuka 20 Juni 1914.

Mulai saat itu keluarga muda menjalin hubungan dengan beberapa nama; Hendrik Hena Ama, Ola Tokan dan Kapitan yang kemudian menjadi murid mereka yang pertama. Dan inilah yang menjadi cikal-bakal umat Katolik di Waingapu. Bapak Mikhail dan Ibu Aloysia memilih tempat tinggal di Pakamburung. Dari sinilah kegiatan gerejawi dilaksanakan seperti berdoa bersama serta latihan nyanyi bersama. Untuk menjalin kerjasama, Bapak Mikhail segera menjalin hubungan dengan beberapa pendeta, diantaranya Pendeta Dara dan Pendeta Bapa Pa (ayah Ibu Paulina Bara Pa mantan Pemimpin SMP 2 Waingau). Karena sulitnya mengabar injil untuk memupuk dulu iman beberapa anggota yang waktu itu sudah belasan orang yang berada dalam kota.

Perkembangan umat Katolik yang mulai berkecambah tiba-tiba terhambat ketika Jepang mendarat di Waingapu. Bom dijatuhkan dan penduduk kota berlarian mencari tempat persembunyian. Atas bantuan seorang mantan napi Bapak Mikhail dan Ibu Aloysia dihantar ke Makamenggit 30 KM dari Waingapu dan menetap hampir satu tahun. Meskipun demikian Bapak Mikhail turun Waingapu dua minggu sekali dengan menunggang kuda yang disiapkan oleh Ama Tua Deru mantan Napi yang menyelamatkan keluarga tadi. Di Panda ada rumah Bapak Hendrik Hena Ama yang waktu itu pegawai penjara. Di sinilah Bapak Mikhail menginap dan menghimpun kembali umat awal yang berjumlah belasan orang untuk berdoa dan bernyanyi bersama yang diambil dari lagu-lagu Gregorian.

Pada suatu hari orang Jepang menggeledah rumah0-rumah di Pakamburung. Tidak terkecuali rumah keluarga Bapak Mikhail. Koper yang berisi pakaian misa (walaupun pastor tidak ada, tapi selalu dibawa di tempat berdoa) digeledah. Begitu orang Jepang melihat salib, penggeledahan dihentikan. Dengan hormat yang mendalam si jepang meninggalkan rumah itu.Dan Bapak Mikhail merasa aman.

Di Makamenggit terjadi mukjisat kecil. Pada suatu hari Ibu Aloysia diinterogasi oleh beberapa tentara Jepang yang mengira ibu ini orang Belanda karena berkulit putih. “Ibu orang Belanda, ya?” tanya tentara Jepang. “Tidak tuan, saya orang Flores” jawab Ibu Aloysia. “itu tidak mungkin. Mana ada orang Flores yang putih” lanjut tentara Jepang yang tidak yakin meskipun beberapa orang Makamenggit membenarkan bahwa ibu ini benar orang Flores. Tentara Jepang bertanya terus sambil mengayun-ayunkan samurainya (kelewang). Tiba-tiba ada ayam terbang dan hinggap persis di depan tentara tadi. Serta merta tentara itu meninggalkan Ibu Aloysia lalu mengejar ayam karena memangnya ini yang mereka cari di setiap kampung. Sedapat ayam itu tentara kembali lai. Ama Tua Deru segera menemui tentara Jepang, dan dalam sikap ramah dia menjanjikan ayam tiap kali datang ke Makamengit asal Ibu Aloysia tidak dipengapakan. Tentara Jepang setuju.

Pada tahun 1944 Mgr. Ogihara uskup Jepang mengunjungi Waingapu. Di Waingapu Bapak Uskup menyakan kalau-kalau di sini ada orang Katolik. Bapak Mikhail sekeluarga bersama umat menghadap Bapak Uskup yang disaksikan oleh pembesar-pembesar Jepang. Peristiwa ini membawa hikmat bagi perkembangan umat selanjutnya. Karena sejak peristiwa itu Bapak Mikhail dan keluarga Katolik lainnya tidak lagi diamat-amati apalagi digeledah oleh tentara Jepang.

Suatu hai di Panda. Sementara BApak Mikhail memimpin kebaktian (tanpa imam tentunya), tiba-tiba ada bunyi sirene. Pesawat terbang begitu rendah. Semua orang di dalam rumah, apalagi ibu-ibu berlarian mencari lubang persembunyian. Karena Bapak Mikhail tidak ada di tempat persembunyian, orang panik mencarinya. Ternyata Bapak Mikhail masih di dalam rumah tadi. Beliau sedang asyik menyusun kembali pakaian misa menurut susunan semula; kasula, alba, amik, stola, manipel, singelum. Bom pun dijatuhkan di Wangga lama, barulah Bapak Mikhail lari ke tempat persembunyian.

Setelah situasi agak aman Bapak Mikhail membuat rumah dekat SD (SR) Anda Luri lama dan gedung gereja lama. Bapak Hendrik Hena Ama adalah kawan setia. Seperti dituturkan Ibu Aloysia saat itu umat belum bisa berkembang karena situasi belum kondusif. Untuk mendapakan ijasah guru sekolah, karena sulitnya tenaga guru waktu itu, Bapak Mikhail melanjutkan ke Normal School di Ndona Flores. Sementara Ibu Aloysia mengajar di SR Ndona karena memiliki ijasah OVO (tamat tahun 1930 di Larantuka).

Setelah menamatkan Normal School Bapak Mikhail dan Ibu Aloysia kembali ke Sumba, namun bukan di Waingapu, melainkan di Waitebula. Bapak Mikhail dan Ibu Aloysia mengajar di SR Waitebula. Waktu itu SMP Waitebula dibuka yang dipimpin oleh Pater de Rechter. Bpak Mikhail dialihkan ke SMP untuk mengajar Bahasa Inggris. Karena belum ada kelas III semua siswa harus melanjutkan ke SMP Pancrasio di Labao Larantuka. Salah satu siswa yang melanjutkan ke sana yang masih diingat Ibu Aloysia adalah Jacobus Tedenz (kini mantan Lurah Waitebula).

Tahun 1955 Juli Bapak Mikhail pindah Waingapu. Bapak Mikhail mengajar di SMP Anda Luri sedangkan Ibu di SR (SD) Anda Luri. Pemimpin SMP Pater Donkers merangkap Pastor Paroki menggantikan Pater Kale Bale. Waktu itu sudah ada umat di Kalumbang dan Panda. Yang namanya pastor pembantu belum ada.

Setelah Pater Donkers menyusul Pater Gerhard Legeland dari Kongregasi CSSR yang menggantikan Kongregasi SVD di Sumba. Pater Gerhard Legeland menjadi Pastor Paroki Wara (Sang Penebus) yang gedungnya diresmikan pada 8 September 1956. Pater Gerhard Legeland kemudian dilantik menjadi Perfek Apostolik Sumba-Sumbawa. Beliau mendirikan KGA (Kursus Guru Agama), yang kemudian berganti SGA (Sekolah Guru Agama) dan terakhir menjadi IPGA (Institut Pendidikan Guru Agama).

Tahun 1970 Bapak Mikhail Wuring Muda dan Ibu Aloysia Kolin pensiun (Bapak guru swasta, Ibu guru negri), namun dalam kegiatan gerejawi keduanya tetap aktif. Ibu Aloysia menangani anak temu minggu hingga tahun 2000, kemudian menerima katekumen. Bapak Mikail Wuring Muda meninggal 11 Juni 1977. Namun namanya tetap dikenang sebagai peletak dasar iman kristiani di Paroki Sang Penebus. Di bidang pendidikan beliau juga tetap dikenang dalam lagunya “Mars Anda Luri”.

Saat meresmikan gedung gereja Sang Penebus yang baru belum lama ini, Ibu Aloysia mengenangkan kembali pembangunan gedung gereja lama. Ada swadaya umat berupa batu dan pasir. Ibu Aloysia masih ingat betapa setiap istirahat, anak-anak SD dibawah bimbingan Ibu ramai-ramai mengambil pasir kali (karena tidak jauh), dan itu hanya memakai tempurung kelapa. Disebutkan pula, Om Buto yang adalah tukang Don Bosco waktu itu sangat berperanan dalam membangun gedung gereja lama.

“Saya sekarang dalam usia 92 tahun (diungkapkan 25 Juli 2006) senang sekali masih bisa menyaksikan pentahbisan gedung gereja yang baru”, kata Ibu Aloysia yang akrab dipanggil Nenek Guru atau Mama Nyora oleh anak-anak temu minggu, bahkan oleh orang-orang dewasa. “Tapi harapan saya”, Ibu Aloysia melanjutkan lagi, “Kuantitas umat yang sudah begitu banyak, hendaknya diimbangi juga dengan kualitas iman”. Demikian Ibu Aloysia mengakhiri ceritanya.

Artikel: Frans W. Hebi
Copyright : Waingapu.com

Lihat Yang Lain :


  • Pegawai Teladan Ditjen Pajak
  • NTT Kehilangan Tokoh Lingkungan, Tius Natun
  • Ignatius-Maria Harumkan Nama NTT
  • Mariana Kareri Hara, Mengajar Sambil Gendong Anak
  • Atlet KKI Jaga Nama NTT
  • Semoga Sumba-ku Mendunia
  • Cari Kepuasan dalam Tulisan
  • Ignatia Sabrina Akan Kembali ke Kupang
  • Agustinus Umbu Rauta: Krusial, Pemimpin Pertama Kabupaten Sumba Tengah
  • Drs. Umbu Dedu Ngara



You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.

3 Responses to “Ibu Aloysia Kolin Berkisah: Perkembangan Paroki Sang Penebus”

  1. ika ratna sari said on Wednesday, March 18, 2009, 18:16

    Walaupun jasad tiada lagi telihat namun jiwa mu,Nene Guru,tetap melekat di hati kami anak2mu.

  2. Ivon Keraf said on Wednesday, July 8, 2009, 23:59

    iiaaaaah ….. tetap saiank nene guru ….
    makasih bwad nama “Aloysia” yg sudah dikasih buad sya ….

  3. hanes said on Friday, September 17, 2010, 8:59

    paroki wara, andaluri serta beberapa asrama sangat berarti dalam menciptakan manusia baru. trima kasih nene guru atas jasanya mengawali penciptaan itu. Engkau selalu menjadi kebanggaan Tuhan Yesus dan bersama bp Mikail adalah untusan Yesus untuk sumba. Jadilah pendoa untuk kami agar kami dapat melakukan dan mengembangkan iman kami kepada Yesus

Leave a Reply


Indonesia Traveling & Adventure

PT. VIP Tour Travel - Bali Hotels & Villas Booking Online - Bali Package Tours - Bali Spa, Wedding, Domestik Tour, Rent Car, Activity, Bali & Beyond

Toko Bunga Online di Bali - bali flower shop - www.baliflowershop.com

Berbagi Ilmu Pegetahuan & Wawasan - Media Sharing

  • Artikel Terbaru

    • Waspada! Pencuri Sepeda Motor di Kupang Marak Lagi
    • Perangi Geng Pelajar Perempuan
    • Jalan Propinsi Berlubang-lubang
    • Masyarakat Untung Jika Tanah di Tanjung Karoso Terjual
    • Gedung Paris Matawai Diduga Bermasalah
    • Janji Fokker 100, Datang MA-60, Merpati Dinilai Ingkar Janji
    • Rotary Club Sumbang Dua Mesin Desalinasi Air
    • Wanggameti Masih Memanas
    • 10 Ekor Kerbau Gagal ke Luar Sumba
    • Ditolak Sekolah Kepala Panti Mengadu
    • Pengusaha Jangan Permainkan Harga
    • Uma Peghe Berdayakan Masyarakat
    • DPRD Sumtim Wacanakan Pemekaran Wilayah
    • Warga Wanokaka Kurang Berminat ke Laut
    • PT FR Eksplorasi Tanpa Amdal
    • Sumba Krisis Semen n Harga Semen Rp 72 Ribu/Zak
    • Manfaatkan Dana dengan Baik
    • Retribusi Parkir Belum Ditarik
    • Bidan Jarang ke Pustu, Pasien Telantar
    • Sumba Tengah Alokasikan Rp 3,7 M
    • Beri Sepeda Motor Operasional
    • Harga Melambung, Warga Minta OPM
    • Warga Waikabubak Gunakan Air Sumur
    • Jualan di Jalan Supaya Laku
    

  • Link Partners

    • Bali Blogger
    • Baliorange Communications
    • Baliorange WebBlog
    • Flobamora Blogger NTT
    • I Love Sumba
    • Indonesia Travel Guides
    • Indonesia.Travel
    • Merpati Airlines
    • Monalisa Cottages
    • PA Waikabubak
    • PA Waingapu
    • Pemda NTT
    • Pos Kupang
    • Sumba Barat Kab.
    • Sumba Nautil Resort
    • Sumba Tengah Kab.
    • Sumba Timur Kab.
    • Sumba Tours
    • Trans Nusa
    • VIP Tour Travel Bali
    • Waingapu.Com
PT. Lombok Tropic Holidays Indonesia Komunitas Blogger NTT Pos Kupang - Suara Nusa Tenggara Timur Corat Coret - Menulis & Berkomentar Tentang Apa Saja

Lombok Hotels & Villas

Flores Explore

Informasi Wisata Pulau Lombok dan Gili Islands

Labuanbajo Hotels, Resorts, Cottages, Guesthouse, Homestay
  • Sumba Barat
  • Sumba Timur
  • Sumba Barat Daya
  • Sumba Tengah
  • Berita NTT
Perangi Geng Pelajar Perempuan

Perangi Geng Pelajar Perempuan

Sunday, August 21, 2011 18:38 |1,441 views | Share ke Teman

WAIKABUBAK -- Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango, S.Pd, M.Si, memerintahkan para kepala sekolah (Kepsek) menengah umum se-Kota Waikabubak   memerangi fenomena munculnya geng pelajar perempuan yang beroperasi di salah satu SMA di kota itu. Perilaku geng tak patut dilakoni para  perempuan. “Saya sudah mendapat laporan adanya tiga geng perempuan yang beroperasi di salah satu SMA di kota ini. Saya minta kepala sekolah awasi dan kalau temukan segera keluarkan dari sekolah. Perbuatan itu memalukan sekolah, orang tua dan masyarakat daerah ini. Jangan tiru perbuatan tak patut dicontoh ...

Berita lainnya di Sumba Barat
  • Selengkapnya
  • 2 Komentar
Gedung Paris Matawai Diduga Bermasalah

Gedung Paris Matawai Diduga Bermasalah

Friday, August 19, 2011 18:22 |1,088 views | Share ke Teman

"Selama ini bupati ditipu karena panitia dan SKPD tidak ada laporan. Mereka juga melakukan rekayasa menjadi proyek multiyears padahal sebenarnya tidak." -- Ketua Komisi B DPRD Sumtim, Arnold Huki Lalatana -- WAINGAPU -- Proyek pembangunan gedung Pasar Inpres (Paris) Matawai, di Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) senilai Rp 9,8 miliar diduga bermasalah. Dugaan ini terungkap dalam rapat dengar pendapat antara Pemerintah dan  PT Adhi Karya (AK). Dalam dengar pendapat itu menemukan dugaan terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Penyimpangan tersebut terkuak saat DPRD ...

Berita lainnya di Sumba Timur
  • Selengkapnya
  • 1 Komentar
Masyarakat Untung Jika Tanah di Tanjung Karoso Terjual

Masyarakat Untung Jika Tanah di Tanjung Karoso Terjual

Saturday, August 20, 2011 18:25 |1,348 views | Share ke Teman

"Masyarakat justru merasa untung tanah itu bisa dijual daripada tidak digarap. Ada yang membelinya, syukurlah," kata Yosep Rangga Tene, Kepala Desa Kalela Rongngo. TAMBOLAKA --- Kepala Desa Kalela Rongngo, Yosep Rangga Tena, membenarkan kalau kawasan di pesisir Tanjung Karoso ini sudah dikapling pemodal. Menurut  Yosep, warga setempat atau pemilik tanah belum jauh berpikir dan melihat potensi wisata dari kawasan pantai di situ. Karena itu mereka melepas tanah itu tanpa banyak berpikir keuntungan ekonomisnya untuk jangka panjang. "Masyarakat justru merasa untung tanah itu bisa dijual daripada tidak ...

Berita lainnya di Sumba Barat Daya
  • Selengkapnya
  • 0 Komentar
Sumba Tengah Alokasikan Rp 3,7 M

Sumba Tengah Alokasikan Rp 3,7 M

Monday, August 1, 2011 19:23 |796 views | Share ke Teman

WAIBAKUL -- Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah mengalokasikan dana senilai Rp 3,7 miliar untuk mendukung program Desa Mandiri Anggur Merah (DeMAM) di daerah itu. Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumba Tengah, Ir. Agustinus Umbu Sorung, menjelaskan hal tersebut kepada Pos Kupang, Jumat (29/7/2011). Dikatakannya, sejak pekan lalu pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan verifikasi kegiatan kelompok yang dipimpin Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Sumba Tengah, Lukas Woli, S.E. Verifikasi dilakukan untuk memperoleh kepastian kemajuan kelompok tani dalam menyerap dana DeMAM maupun dana P2ED. Secara teknis, jelas Umbu Sorung, terjadi keterlambatan pelaksanaan program ...

Berita lainnya di Sumba Tengah
  • Selengkapnya
  • 1 Komentar
Waspada! Pencuri Sepeda Motor di Kupang Marak Lagi

Waspada! Pencuri Sepeda Motor di Kupang Marak Lagi

Sunday, August 21, 2011 18:49 |960 views | Share ke Teman

KUPANG --- Bagi warga Kota Kupang kembali harus waspada terhadap aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Berdasarkan laporan yang diterima  pihak kepolisian  Mapolres Kupang Kota, Sabtu (20/8/2011) telah  terjadi dua  kasus pencurian motor. Kasus pencurian  pertama  terjadi di Arena  Pameran Fatululi, Jumat (19/8/2011), sekitar pukul  23.30 wita.  Motor Suzuki Fu 150 SCD, warna merah-hitam  DH 6058 AK, milik Enjelina Missa Pake,  warga Jalan Alor RT 02 RW 01, Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kelapa Lima, hilang di arena pameran Fatululi. Pake dalam laporannya mengisahkan, peristwa ini berawal ...

Berita lainnya di Berita NTT
  • Selengkapnya
  • 0 Komentar
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • Waspada! Pencuri Sepeda Motor di Kupang Marak Lagi - 960 views Dengan 0 Komentar Sejak Sunday, August 21, 2011 18:49
  • Perangi Geng Pelajar Perempuan - 1,441 views Dengan 2 Komentar Sejak Sunday, August 21, 2011 18:38
  • Jalan Propinsi Berlubang-lubang - 853 views Dengan 0 Komentar Sejak Sunday, August 21, 2011 18:27
  • Masyarakat Untung Jika Tanah di Tanjung Karoso Terjual - 1,348 views Dengan 0 Komentar Sejak Saturday, August 20, 2011 18:25
  • Gedung Paris Matawai Diduga Bermasalah - 1,088 views Dengan 1 Komentar Sejak Friday, August 19, 2011 18:22

  • jayanti: PESAWAT TERBANG ! Dengan pesawat terbang orang ja...
  • hurek.D: bukan cuman sekedar bagi kondom saja,peran Orang T...
  • WIRA JAYA: hampir satu tahun.. mana janjimu pak pol?? sekaran...
  • harry potter: Ayo Global......mana taringmu........................
  • harry potter: klo Radio udah dilarang siaran.....gimana dengan i...
  • Aftrinal Lubis, SP.: Mantap Pak Bupati. Lebih mantap kita naikkan menja...
  • Muhak: Kerugian jiwa dan atau materi yang dialami konsume...
447 Caleg Rebut 30 Kursi DPRD Sumtim Bupati Meninggal Dunia Verifikasi DPD Sumba Timur Dihen Dermaga Weekelo Buka Isolasi Sumba Drs. Umbu Sappi Pateduk Canangkan Gerakan Seribu Ternak Gidion Dilantik Jadi Bupati Sumtim Jelang Musim Tanam- Warga Waihibur Minta Handtractor Kantor Bupati Sumba Barat Daya Telan Dana Rp 6.3 M Korban Tewas Akibat Gizi Buruk di NTT Bertambah Lahan Rakyat Masuk Kawasan Taman Nasional (KTN) Mantan Wakapolres Sumba Timur Diberi Teguran Pembangunan Pasar Matawai Capai 50 Persen Pemkab Sumba Tengah Siapkan Dana Untuk Jaringan Telepon Pemprop Diminta Bayar Gaji Guru Honor SDK Gollu Sapi Sumba Barat Daya Stop Dreaming Start Action Sumba Timur Dapat Subsidi Kedelai Sumteng Butuh Pemimpin Berhati Luhur Sumtim Tak Perlu Wabup Tiga Sukses Umbu Saga Anakaka Warga Kambajawa Krisis Air Warga Kodi Kunsumsi Air Kali Warga Minta Bupati Basmi Pencuri Warga Pahomba Minta Mobil Tangki Warga Weetebula Krisis Air Bersih
  • ( Serba Serbi )
  • Berita NTT
  • Sosok
  • Sumba Package Tours
  • Sumba Zone
    • Sumba Barat
    • Sumba Barat Daya
    • Sumba Tengah
    • Sumba Timur

eXTReMe Tracker

Copyright 2007 - 2010