• Home
  • Tentang Sumba
    • Budaya Sumba
    • Peta Sumba
    • Geografis Sumba
    • Pasola Sumba
  • Photo Gallery
  • Info Sumba
    • Sumba of Events
    • General Info
    • Hotel & Resort
      • Sumba Nautil Resort
      • Nihiwatu Resort
      • Monalisa Cottages
      • Manandang Hotel
      • Artha Hotel
    • Pasola Information
      • Pasola Festival 2009
      • Pasola Festival 2010
  • Buku Tamu
  • Berita NTT
  • Sosok
  • Sumba Package Tours
  • Sumba Zone
    • Sumba Barat
    • Sumba Barat Daya
    • Sumba Tengah
    • Sumba Timur
  • Teknologi
Tuesday, September 7, 2010
  • News Feed
  • Comments Feed

Lahan Rakyat Masuk Kawasan Taman Nasional (KTN)

Tagged with: Lahan Rakyat Masuk Kawasan Taman Nasional (KTN)
Sunday, August 24, 2008, 15:53 | 659 views

tana_daru.jpgWAIBAKUL, PK- Masih banyak lahan rakyat daerah pinggiran di Kawasan Taman Nasional (KTN) Manu Peu Tana Daru yang masuk kawasan hutan lindung. Akibatnya, rakyat tidak bisa menggarap maksimal. Hal ini perlu didiskusikan lagi sehingga rakyat tidak dirugikan dalam pemetaan kawasan taman nasional itu.
Hal ini dikatakan Asisten II Setkab Sumba Barat, Drs. Umbu Sappi Pateduk alias Umbu Bintang saat ditemui di kediamannya, Kamis (21/8/2008).

Menurut Umbu Bintang, masalah ini perlu didiskusikan lagi sehingga rakyat tidak dirugikan. Pihaknya yang harus dilibatkan dalam diskusi itu, pemerintah daerah, masyarakat, pemerintah propinsi dan pusat agar rakyat yang berada di pinggir kawasan itu diberi akses berusaha demi peningkatan ekonomi dengan menanam tanaman produktif, seperti kemiri, kopi, asam, nangka dan lainnya.
Ia menyakini tanaman produktif akan membantu meningkatkan ekonomi masyarakat sehingga bisa keluar dari cengkraman kemiskinan. Umbu Bintang yang adalah tokoh Sumba Tengah yang bakal bertarung dalam pilkada daerah itu 8 September 2008, mengatakan, seluruh masyarakat Sumba Tengah mendukung sepenuhnya pelestarian lingkungan, terutama kawasan taman nasional yang tealh ditetapkan pemerintah pusat sebagai kawasan hutan lindung. Apalagi hutan merupakan paruh hidup manusia.
Bagi Umbu Bintang, pelestarian lingkungan kawasan hutan lindung perlu memperhatikan hak-hak rakyat. Dalam penentuan batas kawasan hutan, masih banyak lahan rakyat yang masuk kawasan sehingga tidak bisa digarap lagi. Padahal lahan itu merupakan warisan leluhur yang menjadi modal usaha rakyat.
Untuk itu, tegas Umbu Bintang, masalah ini perlu dipikirkan bersama bagiaman nasib rakyat yang berdiam di daerah pinggiran kawasan itu agar bisa mengakses ke sana dengan tanaman produktif yang bisa menopang ekonomi rumah tangga merekam tanpa merusak kawasan hutan itu.(pet)

Sumber : Pos Kupang

Related Article :
  • Polhut Hadang Pekerja Jalan di Sumba Tengah
  • Pagar Hambat Pekerjaan Preservasi Jalan
  • Sukseskan Sidang Sinode ke-40 GKS
  • Mahasiswa Kedokteran Sumteng Terima Beasiswa
  • Pasar Anakalang Perlu Direlokasi
  • Mahasiswi Kedokteran Sumteng Belum Terima Beasiswa
  • Wakasat Brimob Kunjungi Sumba Tengah
  • Sumteng Tanam Kacang Hijau 1.000 Hektar
  • Pasir Besi di Mamboro 30 Juta Ton
  • Kades Jangan Jadi Pencuri
  • Pendaftaran CPNS 2009 untuk Sumba Tengah



You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Lahan Rakyat Masuk Kawasan Taman Nasional (KTN)”

  1. benediktus rio said on Friday, December 4, 2009, 0:27

    Pak Bupati Umbu Bintang, perkenankan saya menyampaikan beberapa pendapat saya:
    1. Bahwa Penunjukan Taman Nasional Manupeu Tanadaru ditunjuk melalui perubahan fungsi hutan. Jadi memang dari dulu sudah menjadi kawasan hutan, yang memang kurang terurus oleh pemerintah sehingga banyak masyarakat membuat mondu dekat mata air yang kebiasaan masy sumba ini cenderung menjadi salah satu penyebab rusaknya kawasan htan sumba
    2. Pemda Sumba Tengah yang masih baru harus menerapkan pembangunan dengan prinsip kreatifitas, inovasi dan efisiensi da ecofriendly dalam kelola sumberdaya alam untuk meingkatkan kesejahteraan masyarakat Sumba Tengah.
    3. Lahan Sumba Tengah sebelah utara sangat luas dan jka diterapkan semacam transmigrasi lokal dengan pembinaan ntensif menurt saya akan lebih baik, dengan melihat posisi strategis bagian selatan sebagai penyangga bagian utara.
    4. Idealnya Taman Nasional tidak boleh berdampigan secara langsung dengan pemukiman padat, idealnya ada penyangga, entah hutan produksi, atau hutan adat atau minimal lahan hijau seperti kebun. sehingga dapat mencegah Kebakaran, perburuan, ilegl loging (Saya lihat di draft master plan Sumba Tengah, hal ini kurang diperhatikan)
    5. Usul saya, Sumba Tengah jangan hanya mempercepat kejar angka PAD atau investasi dari luar yang ujungnya hanya memberi keuntungan bagi segelintir orang luar sumba yang mengindikasikan NEOLiberalisme/kapitalisme (Contoh, rencana investasi asing dlm proyek jatropa). Sebaiknya membentuk koperasi2 usaha di masyarakat..dengan potensi lokal yang ada, kecil nda masalah asal merata, lambat itu proses, tapi akan benar2 membangun Sumba dari keterbelakangan dan modal yang terkumpul tidak terbang ke luar Sumba. Kita bisa mencontoh semangat Cina dalam bangun UKM2nya sebanyak-banyaknya dengan kreatifitas, inovasi dan iptek, yang sekarang mampu menggulingkan dominasi perusahaan2 besar para kapitalis Amerika dan Eropa..

    Saya telah bekerja 2 tahun di sumba dan sangat prihatin dengan keterbelakangan masyarakat dalam dalam kelola sda yang sudah makin kritis yang semakin membuat miskin..
    Tapi kita harus optimis, doa kami mudah2an Bpk Bupati Umbu Bintang dan jajarannya berhasil dalam menjalankan tugas berat dan mulia ini… GBU..

Leave a Reply


Indonesia Traveling & Adventure

PT. VIP Tour Travel - Bali Hotels & Villas Booking Online - Bali Package Tours - Bali Spa, Wedding, Domestik Tour, Rent Car, Activity, Bali & Beyond

Ayo Dukung Pulau Komodo Menjadi New 7 Wonders of Nature

  • Artikel Terbaru

    • Penyakit Sura Masuk Sumba Timur
    • Julius Muhu, Plh Bupati Sumbar
    • Pelantikan Bupati & Wakil Bupati Sumba Timur
    • Klarifikasi Tapal Batas Wanggameti
    • Pekarangan Rumah Warga Loura Digusur
    • MK Tolak Permohonan PHPU Kab. Sumba Barat
    • Tim Terpadu Pastikan Batas TN Wanggameti
    • Warga Kalaki Kambe, Desa Kadipada, Kecamatan Wewewa Barat Tewas
    • MK Tolak Gugatan Sengketa Pemilukada Sumba Barat
    • Hasil Pemilukada Putaran Kedua Sumba Barat Digugat ke MK
    • Sidang Ke 2 Permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Sumba Barat Di gelar Dalam 2 Sesi
    • SK Lerik Diabadikan Sebagai Nama Jalan
    • Xanana Tantang Kontraktor NTT
    • SK Lerik, Arsitek Kota KASIH
    • Hari Ini Jenazah SK Lerik Tiba di Kupang
    • NTT Punya 14 Bandara dan 42 Pelabuhan
    • Ignatius-Maria Harumkan Nama NTT
    • Karnaval Memperingati HUT RI Ke-65
    • Mantan Walikota Kupang Meninggal Dunia
    • Jumlah Penduduk NTT 4,6 Juta
    • Bupati Sumba Timur Dilaporkan ke Polisi
    

  • Link Partners

    • Bali Blogger
    • Baliorange Communications
    • Baliorange WebBlog
    • Flobamora Blogger NTT
    • Indonesia Travel Guides
    • Pemda NTT
    • Pos Kupang
    • Sumba Barat Kab.
    • Sumba Timur Kab.
    • Sumba Tours
    • VIP Tour Travel Bali
    • Waingapu.Com
    • Warung Mp3
PT. Lombok Tropic Holidays Indonesia Komunitas Blogger NTT Pos Kupang - Suara Nusa Tenggara Timur Asal Usul Corat Coret - Menulis & Berkomentar Tentang Apa Saja Free Download Mp3 Indonesia Terbaru

eXTReMe Tracker

Bali FLower Shop - Toko Bunga Online di BALI ....Buruan Discount 10%
  • Sumba Barat
  • Sumba Timur
  • Sumba Barat Daya
  • Sumba Tengah
  • Berita NTT
Julius Muhu, Plh Bupati Sumbar

Julius Muhu, Plh Bupati Sumbar

Wednesday, September 1, 2010 9:53 |86 views

WAIKABUBAK,  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menunjuk Ir. Julius Muhu sebagai Pelaksana Harian Bupati Sumba Barat karena masa tugas Bupati Drs. Julianus Pote Leba  dan wakilnya, Toda Lero Ora, S.H, berakhir tanggal 30 Agustus 2010. Julius Muhu yang juga Sekda Sumbar itu menjadi Plh Bupati Sumbar sampai Bupati dan Wabup Sumbar terpilih, Jubilate Pieter Pandango-Reko Deta dilantik. Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan Setda Sumba Barat, Drs. Imanuel M Anie mengatakan itu di kantor Bupati Sumba Barat, Senin (30/8/2010). Ia  sempat memperlihatkan surat Mendagri yang difaks ke Waikabubak yang diterima tanggal 30 Agustus 2010 pagi. Isi surat ...

Berita lainnya di Sumba Barat
  • Selengkapnya
  • 0 Komentar
Penyakit Sura Masuk Sumba Timur

Penyakit Sura Masuk Sumba Timur

Thursday, September 2, 2010 17:47 |28 views

PENYAKIT sura yang selama ini menyerang hewan besar di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya mulai masuk ke wilayah Sumba Timur. Dalam sebulan terakhir ditemukan satu kasus di wilayah bagian barat Sumba Timur. Informasi  yang diperoleh Pos Kupang dari sumber yang berkompeten, Senin (30/8/2010), menyebutkan, sejauh ini baru ditemukan satu kasus ternak yang terserang penyakit sura. Namun hewan yang terjangkit penyakit sura itu langsung ditembak dan dikubur.  Lokasi di sekitar kubur  hewan yang terjangkit penyakit sura langsung dilokalisir dan diberi  vaksin. Sebelum penyakit  yang menyerang plasma darah itu memasuki Sumba Timur,  Pemerintah Kabupaten Sumba Timur ...

Berita lainnya di Sumba Timur
  • Selengkapnya
  • 0 Komentar
Pekarangan Rumah Warga Loura Digusur

Pekarangan Rumah Warga Loura Digusur

Thursday, August 26, 2010 18:59 |52 views

TAMBOLAKA, Warga di wilayah Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), khususnya yang mendiami wilayah sepanjang ruas jalan dari Polsek Loura hingga Bandara Tambolaka, serta ruas jalan dari pertigaan Pasar Inpres Tambolaka hingga Pelabuhan Weekelo merelakan sebagian tanah pekarangan rumahnya digusur demi perluasan jalan raya. Bahkan sebagian rumah dan kios terpaksa dibongkar karena terkena pelebaran jalan. Warga dengan kerelaannya membongkar sendiri dan memindahkan ke tempat yang aman setelah diukur petugas. Beberapa warga Loura yang enggan menyebutkan namanya ditemui di kediamannya di Tambolaka, Senin (23/8/2010), mengaku awalnya mereka keberatan dengan rencana perluasan jalan raya oleh pemerintah dengan ...

Berita lainnya di Sumba Barat Daya
  • Selengkapnya
  • 0 Komentar
Polhut Hadang Pekerja Jalan di Sumba Tengah

Polhut Hadang Pekerja Jalan di Sumba Tengah

Sunday, August 1, 2010 3:50 |120 views

Sumba Tengah,  Aparat Polisi Kehutanan (Polhut) Taman Nasional (TN) Manupeu Tanadaru menghadang pekerja proyek jalan nasional di ruas jalan negara Kilometer (Km) 105,  tepatnya di lokasi hutan Taman Nasional (TN) Manupeu Tanadaru di wilayah Sumba Tengah (Sumteng). Hal ini dibenarkan PPK Preservasi Jalan dan Jembatan Sumba Barat, Herman Koreh, ST, saat ditemui di Kupang, Kamis (29/7/2010). Herman  ditemui terkait realisasi fisik pekerjaan proyek tahun 2010 yang ditangani PPK di lintasan jalan nasional di wilayah perbatasan Sumba Barat dan Sumba Timur. Herman menjelaskan, dalam pelaksanaan pekerjaan  berkala berupa hotmix di Km 105, pihaknya sempat dihadang  aparat  Polhut  ...

Berita lainnya di Sumba Tengah
  • Selengkapnya
  • 0 Komentar
SK Lerik Diabadikan Sebagai Nama Jalan

SK Lerik Diabadikan Sebagai Nama Jalan

Saturday, August 21, 2010 6:59 |91 views

KUPANG, SK Lerik (alm) telah membangun Kota Kupang dengan semangat kasih, menoreh banyak karya untuk kemajuan Kota Kupang. Untuk mengenang jasa-jasanya, Pemkot Kupang akan mengabadikan nama SK Lerik sebagai nama jalan di Kota Kupang. Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe mengatakan itu saat menjadi inspektur upacara pemakaman jenazah SK Lerik di Taman Makam Pahlawan Dharmaloka, Kupang, Jumat (20/8/2010). "Kepemimpinan SK Lerik sebagai walikota dua periode patut jadi model yang layak diteladani. Beliau adalah orang yang komit dan teguh dalam menjalankan tugas. Taat dan disiplin serta rasa tanggung jawab yang tinggi," kata Walikota Adoe....

Berita lainnya di Berita NTT
  • Selengkapnya
  • 0 Komentar
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • Penyakit Sura Masuk Sumba Timur - 28 views Dengan 0 Komentar Sejak Thursday, September 2, 2010 17:47
  • Julius Muhu, Plh Bupati Sumbar - 86 views Dengan 0 Komentar Sejak Wednesday, September 1, 2010 9:53
  • Pelantikan Bupati & Wakil Bupati Sumba Timur - 77 views Dengan 0 Komentar Sejak Wednesday, September 1, 2010 9:49
  • Klarifikasi Tapal Batas Wanggameti - 27 views Dengan 0 Komentar Sejak Wednesday, September 1, 2010 9:43
  • Pekarangan Rumah Warga Loura Digusur - 52 views Dengan 0 Komentar Sejak Thursday, August 26, 2010 18:59

  • oetje: sukses ... buat Pater Robert .... dengan penuh har...
  • BENI: pak bos (Polisi).,.,. atur yang baik sedikit tu a...
  • BENI: Saya setuju Dan berharap Penerapan praktik pertani...
  • kristoforusbili: Wah....senang rasanya...ada orang Sumba Asli yang ...
  • kristoforusbili: Mantap!!! Lanjutkan perjuangannya Pak! N lebih cep...
  • rini bato: jelas aja semrawut............terminal sbg tempat ...
  • rini bato: Oh my GOD...........bayar hutang buat makan sendir...
447 Caleg Rebut 30 Kursi DPRD Sumtim Bupati Meninggal Dunia Verifikasi DPD Sumba Timur Dihen Dermaga Weekelo Buka Isolasi Sumba Drs. Umbu Sappi Pateduk Canangkan Gerakan Seribu Ternak Gidion Dilantik Jadi Bupati Sumtim Jelang Musim Tanam- Warga Waihibur Minta Handtractor Kantor Bupati Sumba Barat Daya Telan Dana Rp 6.3 M Korban Tewas Akibat Gizi Buruk di NTT Bertambah Lahan Rakyat Masuk Kawasan Taman Nasional (KTN) Mantan Wakapolres Sumba Timur Diberi Teguran Pembangunan Pasar Matawai Capai 50 Persen Pemkab Sumba Tengah Siapkan Dana Untuk Jaringan Telepon Pemprop Diminta Bayar Gaji Guru Honor SDK Gollu Sapi Sumba Barat Daya Stop Dreaming Start Action Sumba Timur Dapat Subsidi Kedelai Sumteng Butuh Pemimpin Berhati Luhur Sumtim Tak Perlu Wabup Tiga Sukses Umbu Saga Anakaka Warga Kambajawa Krisis Air Warga Kodi Kunsumsi Air Kali Warga Minta Bupati Basmi Pencuri Warga Pahomba Minta Mobil Tangki Warga Weetebula Krisis Air Bersih
  • Berita NTT
  • Sosok
  • Sumba Package Tours
  • Sumba Zone
    • Sumba Barat
    • Sumba Barat Daya
    • Sumba Tengah
    • Sumba Timur
  • Teknologi
Copyright © 2007 - 2010