• Home
  • Tentang Sumba
    • Budaya Sumba
    • Peta Sumba
    • Geografis Sumba
    • Pasola Sumba
  • Photo Gallery
  • Info Sumba
    • Sumba of Events
    • General Info
    • Hotel & Resort
      • Sumba Nautil Resort
      • Nihiwatu Resort
      • Monalisa Cottages
      • Manandang Hotel
      • Artha Hotel
    • Pasola Information
      • Pasola Festival 2009
      • Pasola Festival 2010
      • Pasola Festival 2011
  • Buku Tamu
  • ( Serba Serbi )
  • Berita NTT
  • Sosok
  • Sumba Package Tours
  • Sumba Zone
    • Sumba Barat
    • Sumba Barat Daya
    • Sumba Tengah
    • Sumba Timur
Tuesday, February 7, 2012
  • News Feed
  • Comments Feed

Mariana Kareri Hara, Mengajar Sambil Gendong Anak

1,583 views | Share ke Teman

SEORANG perempuan hitam manis dengan wajah polos tanpa make up. Pakaian seadanya, agak lusuh, rambutnya dikonde. Sosoknya tidak berbeda jauh dengan perempuan Sumba yang belum tersentuh modernisasi.
Beralaskan sandal jepit, sambil menggendong bayinya,  ia berdiri tegak bak seorang guru profesional di depan anak-anak berseragam putih merah dalam ruangan berukuran sekitar 4 x 6 meter.

Dia adalah Mariana Kareri Hara (39), perempuan masa kini yang rela mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan anak-anak di daerah terbelakang, yang tidak tersentuh oleh kabijakan pendidikan.

Di atas meja di hadapannya, ada tumpukan batu seukuran bola pingpong.  Sesekali ia memanggil nama para bocah di hadapannya dan menyuruh mereka menyelesaikan beberapa soal berhitung yang ada di papan tulis berwarna hitam ukuran 1x 2 meter itu. Satu persatu bocah berseragam putih merah itu maju ke depan mengambil batu di atas meja dan mulai menghitung. Setelah menghitung, mereka menuju papan tulis dan menyelesaikan soal-soal yang diberikan Mariana.

mariana-kareri-haraDalam keterbatasan, Mariana tetap bersemangat. Tidak tampak ada kelelahan pada raut wajahnya. Juga tidak ada keluhan keluar dari mulutnya. Bayi yang ada dalam gendongannya juga diam seakan memahami pekerjaan yang sedang dijalani sang bunda. Meskipun sesekali bayi itu menangis karena kehausan.

Tatkala sang bayi menangis, Mariana harus bergegas mencari air untuk menenangkan sang bayi. Kemudian ia kambali ke kelas untuk membimbing anak didiknya.

Mariana bukan tamatan sekolah guru atau sarjana pendidikan.  Keadaanlah yang memaksanya untuk berdiri menjadi guru. Ia rela meninggalkan keluarga dan menghabiskan waktu di depan anak didiknya hanya karena prihatin terhadap sekolah yang letaknya tidak jauh dari rumahnya ini, SD Mbatapuhu, Kecamatan Haharu, yang sering tidak ada gurunya. Padahal, dia digaji oleh  WVI, bukan digaji sekolah atau Dinas Pendidikan Kebupaten Sumba Timur.

Mariana  mengabdi di sekolah tersebut sejak tahun 2000 lalu.
Awalnya, Mariana perempuan berambut lurus ini, hanya mengajar di Taman Belajar Anak (TBA) Praimarada bentukan WVI. Namun karena melihat sekolah anak didik di SD Masehi Mbatapuhu sering berkeliaran pada jam belajar karena tidak ada guru, maka ia merasa terpanggil untuk mengabdi di sekolah itu. “Saya kasihan dengan anak-anak. Pada tahun 2000 hanya ada dua guru PNS di sini. Padahal di sini ada enam kelas dengan 93 siswa. Kalau guru tidak ada, anak-anak berkeliaran. Sampai sekarang kondisi itu masih terjadi. Jika guru-guru lain tidak masuk, saya terpaksa tangani kelas satu sampai kelas enam,” demikian Mariana.

Butuh kesabaran
Mariana menuturkan, kondisi ini butuh kesabaran untuk mendidik anak-anak di sekolah tersebut. Faktor jarak tempuh anak-anak dari rumah ke sekolah membuat anak-anak malas ke sekolah. Tidak hanya sekadar jarak, untuk sampai di sekolah anak-anak harus turun naik bukit. Jika sekolah atau guru tidak proaktif untuk menjemput, pendidikan anak-anak di daerah itu akan terbengkalai.
Kondisi tersebut memaksa sekolah atau  guru  seperti Mariana untuk mengalah. Jam belajar harus diundur atau guru harus turun naik bukit mencari siswa.

“Kadang-kadang jam belajar harus diundur. Proses belajar mengajar seharusnya pukul 07.00 Wita. Namun kadang-kadang mundur karena harus menunggu siswa. Jika kita tidak tunggu,  mereka yang datang terlambat tidak akan mau masuk kelas,” kata Mariana. Bahkan, kata Mariana, dirinya terpaksa  menjemput anak-anak didiknya sampai di balik bukit atau rumah.

Ia mengaku, setiap hari harus berdiri di bukit yang ada di belakang sekolahnya untuk memantau para mridnya yang muncul dari balik bukit. “Kalau saya yang lihat duluan, saya langsung memanggil mereka supaya mereka tidak pulang,” ungkap Mariana.
Menunjang pekerjaannya sebagai guru, Mariana saat ini tengah kuliah lagi di PGSD. Namun kuliahnya terancam putus di tengah jalan karena kesulitan biaya. “Penghasilan saya hanya Rp 380 ribu. Sementara biaya registrasi untuk satu semester Rp 1 juta. Belum lagi saya harus membiayai keluarga dan pendidikan anak yang sudah masuk SMA,” katanya.

Kondisi di SD Mbatapuhu ini menggambarkan  sektor pendidikan di Sumba Timur masih memprihatinkan. Padahal dana untuk sektor pendidikan baik dari APBN maupun APBD Kabupaten Sumba Timur di atas 30 persen.
Kekurangan tenaga pengajar masih terjadi di mana-mana. Belum lagi guru yang mulai beralih profesi dari pendidik menjadi tukang urus proyek. Dinas Pendidikan lebih fokus urus proyek daripada peningkatan kualitas anak didik dan kualitas guru.
Guru-guru lebih senang berkumpul di kota dengan alasan keluarga atau ikut suami. Kondisi ini diperparah oleh sikap permisif dari pemerintah daerah karena alasan kemanusiaan. Sekolah-sekolah yang ada di pelosok dan jauh dari jangkauan pengambil kebijakan menjadi korban. SD Masehi Mbatapuhu dan kondisi yang dialami Mariana merupakan gambaran dari sistem pendidikan yang buruk di Sumba Timur. (adiana ahmad)*Pos Kupang

Lihat Yang Lain :


  • Pegawai Teladan Ditjen Pajak
  • NTT Kehilangan Tokoh Lingkungan, Tius Natun
  • Ignatius-Maria Harumkan Nama NTT
  • Atlet KKI Jaga Nama NTT
  • Semoga Sumba-ku Mendunia
  • Cari Kepuasan dalam Tulisan
  • Ignatia Sabrina Akan Kembali ke Kupang
  • Ibu Aloysia Kolin Berkisah: Perkembangan Paroki Sang Penebus
  • Agustinus Umbu Rauta: Krusial, Pemimpin Pertama Kabupaten Sumba Tengah
  • Drs. Umbu Dedu Ngara



You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.

4 Responses to “Mariana Kareri Hara, Mengajar Sambil Gendong Anak”

  1. afriati said on Thursday, July 8, 2010, 15:02

    maulah aku kesana…menjadi guru…daripada disini tiada arti buat orang lain…

  2. nona kanathalo said on Friday, August 13, 2010, 2:26

    sebenarnya lulusan s1 yg banyak menganggur…,untuk lapangan kerja masih bnyak yg membutuhkan…,,knp tdk diimuat di koran ato radio unt pmberitahuan mbutuhkan tnga krja bt seorang guru…pasti bnyk yg akan melamar,
    kekurangan guru diberbagai pelosok sumba timur bisa teratasi jika pemerintah peduli….
    mungkin kurangnya penyuluhan ttg pentingnya pendidikan shg hal trsbt terjadi..kasian anak2 yg tinggal jauh dr kota…sdgkn jaman skg SDM sngat2 brpengaruh
    smOga mslah2 di SUMBA TIMUR dpt sgera diatasi oleh pemerintah….
    GBU sumtim…..

  3. Yohanes K. Windi said on Thursday, September 30, 2010, 2:54

    Lucunya SPG negeri Waingapu dibubarkan padahal kita masih butuh banyak guru rupanya. Ayo bapak2 Ibu2 guru SPG bangkit kembali untuk menghidupkan SPG Negeri Waingapu. Salam hormat buat Pak Willy, Pak Hendrik Changkui, Ibu Eta, Ibu Yoh Manutede, Pak Soleman, Ibu Nyoko, Pak Petrus Radjalangu, dll. Salam kangen buat alumni SPG tahun 1987 Sonny Radjah, Melkianus Ngunjurawa, Katauhi Ranggajawa, Amos HD, Marlin Kire, Marlin Kale, and others.

  4. Fredrik Samuel Pabundu said on Sunday, November 14, 2010, 14:05

    Ya… itulah gambaran pendidikan di pelosok Sumba Timur, kalau di kota sdh berbeda. Kita cari solusinya…, mengapa guru sering ke kota Waingapu? Apakah Dinas pendidikan tidak mau angkat guru Honor? Marilah kita berikan pendapat yang positif, mengurus pendidikan itu tidak gampang, dan hasilnya tunggu beberapa tahun. Mau buka SPG lagi, tidak mungkin. Saya juga lulusan SPG Negeri Waingapu tahun 1986, kalau bisa…. buat program PGSD, yang saya tahu saat ini sedang berjalan. Dimana-mana guru itu tetap kurang, sekolah bertambah terus, guru yang diangkat sedikit, yang pensiun banyak. Jadi jangan menilai 1 sekolah seperti itu, lantas difonis semua sama.
    Saya juga bekerja di Dinas Pendidikan di salah satu kabupaten di pedalaman Papua, yang lebih sulit dari keadaan di Sumba Timur. Ayo kita suport…. biar pendidikan di Sumba Timur, lebih baik ke depan.

Leave a Reply


Indonesia Traveling & Adventure

PT. VIP Tour Travel - Bali Hotels & Villas Booking Online - Bali Package Tours - Bali Spa, Wedding, Domestik Tour, Rent Car, Activity, Bali & Beyond

Toko Bunga Online di Bali - bali flower shop - www.baliflowershop.com

Berbagi Ilmu Pegetahuan & Wawasan - Media Sharing

  • Artikel Terbaru

    • Waspada! Pencuri Sepeda Motor di Kupang Marak Lagi
    • Perangi Geng Pelajar Perempuan
    • Jalan Propinsi Berlubang-lubang
    • Masyarakat Untung Jika Tanah di Tanjung Karoso Terjual
    • Gedung Paris Matawai Diduga Bermasalah
    • Janji Fokker 100, Datang MA-60, Merpati Dinilai Ingkar Janji
    • Rotary Club Sumbang Dua Mesin Desalinasi Air
    • Wanggameti Masih Memanas
    • 10 Ekor Kerbau Gagal ke Luar Sumba
    • Ditolak Sekolah Kepala Panti Mengadu
    • Pengusaha Jangan Permainkan Harga
    • Uma Peghe Berdayakan Masyarakat
    • DPRD Sumtim Wacanakan Pemekaran Wilayah
    • Warga Wanokaka Kurang Berminat ke Laut
    • PT FR Eksplorasi Tanpa Amdal
    • Sumba Krisis Semen n Harga Semen Rp 72 Ribu/Zak
    • Manfaatkan Dana dengan Baik
    • Retribusi Parkir Belum Ditarik
    • Bidan Jarang ke Pustu, Pasien Telantar
    • Sumba Tengah Alokasikan Rp 3,7 M
    • Beri Sepeda Motor Operasional
    • Harga Melambung, Warga Minta OPM
    • Warga Waikabubak Gunakan Air Sumur
    • Jualan di Jalan Supaya Laku
    

  • Link Partners

    • Bali Blogger
    • Baliorange Communications
    • Baliorange WebBlog
    • Flobamora Blogger NTT
    • I Love Sumba
    • Indonesia Travel Guides
    • Indonesia.Travel
    • Merpati Airlines
    • Monalisa Cottages
    • PA Waikabubak
    • PA Waingapu
    • Pemda NTT
    • Pos Kupang
    • Sumba Barat Kab.
    • Sumba Nautil Resort
    • Sumba Tengah Kab.
    • Sumba Timur Kab.
    • Sumba Tours
    • Trans Nusa
    • VIP Tour Travel Bali
    • Waingapu.Com
PT. Lombok Tropic Holidays Indonesia Komunitas Blogger NTT Pos Kupang - Suara Nusa Tenggara Timur Corat Coret - Menulis & Berkomentar Tentang Apa Saja

Lombok Hotels & Villas

Flores Explore

Informasi Wisata Pulau Lombok dan Gili Islands

Labuanbajo Hotels, Resorts, Cottages, Guesthouse, Homestay
  • Sumba Barat
  • Sumba Timur
  • Sumba Barat Daya
  • Sumba Tengah
  • Berita NTT
Perangi Geng Pelajar Perempuan

Perangi Geng Pelajar Perempuan

Sunday, August 21, 2011 18:38 |1,448 views | Share ke Teman

WAIKABUBAK -- Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango, S.Pd, M.Si, memerintahkan para kepala sekolah (Kepsek) menengah umum se-Kota Waikabubak   memerangi fenomena munculnya geng pelajar perempuan yang beroperasi di salah satu SMA di kota itu. Perilaku geng tak patut dilakoni para  perempuan. “Saya sudah mendapat laporan adanya tiga geng perempuan yang beroperasi di salah satu SMA di kota ini. Saya minta kepala sekolah awasi dan kalau temukan segera keluarkan dari sekolah. Perbuatan itu memalukan sekolah, orang tua dan masyarakat daerah ini. Jangan tiru perbuatan tak patut dicontoh ...

Berita lainnya di Sumba Barat
  • Selengkapnya
  • 2 Komentar
Gedung Paris Matawai Diduga Bermasalah

Gedung Paris Matawai Diduga Bermasalah

Friday, August 19, 2011 18:22 |1,092 views | Share ke Teman

"Selama ini bupati ditipu karena panitia dan SKPD tidak ada laporan. Mereka juga melakukan rekayasa menjadi proyek multiyears padahal sebenarnya tidak." -- Ketua Komisi B DPRD Sumtim, Arnold Huki Lalatana -- WAINGAPU -- Proyek pembangunan gedung Pasar Inpres (Paris) Matawai, di Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) senilai Rp 9,8 miliar diduga bermasalah. Dugaan ini terungkap dalam rapat dengar pendapat antara Pemerintah dan  PT Adhi Karya (AK). Dalam dengar pendapat itu menemukan dugaan terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Penyimpangan tersebut terkuak saat DPRD ...

Berita lainnya di Sumba Timur
  • Selengkapnya
  • 1 Komentar
Masyarakat Untung Jika Tanah di Tanjung Karoso Terjual

Masyarakat Untung Jika Tanah di Tanjung Karoso Terjual

Saturday, August 20, 2011 18:25 |1,356 views | Share ke Teman

"Masyarakat justru merasa untung tanah itu bisa dijual daripada tidak digarap. Ada yang membelinya, syukurlah," kata Yosep Rangga Tene, Kepala Desa Kalela Rongngo. TAMBOLAKA --- Kepala Desa Kalela Rongngo, Yosep Rangga Tena, membenarkan kalau kawasan di pesisir Tanjung Karoso ini sudah dikapling pemodal. Menurut  Yosep, warga setempat atau pemilik tanah belum jauh berpikir dan melihat potensi wisata dari kawasan pantai di situ. Karena itu mereka melepas tanah itu tanpa banyak berpikir keuntungan ekonomisnya untuk jangka panjang. "Masyarakat justru merasa untung tanah itu bisa dijual daripada tidak ...

Berita lainnya di Sumba Barat Daya
  • Selengkapnya
  • 0 Komentar
Sumba Tengah Alokasikan Rp 3,7 M

Sumba Tengah Alokasikan Rp 3,7 M

Monday, August 1, 2011 19:23 |801 views | Share ke Teman

WAIBAKUL -- Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah mengalokasikan dana senilai Rp 3,7 miliar untuk mendukung program Desa Mandiri Anggur Merah (DeMAM) di daerah itu. Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumba Tengah, Ir. Agustinus Umbu Sorung, menjelaskan hal tersebut kepada Pos Kupang, Jumat (29/7/2011). Dikatakannya, sejak pekan lalu pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan verifikasi kegiatan kelompok yang dipimpin Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Sumba Tengah, Lukas Woli, S.E. Verifikasi dilakukan untuk memperoleh kepastian kemajuan kelompok tani dalam menyerap dana DeMAM maupun dana P2ED. Secara teknis, jelas Umbu Sorung, terjadi keterlambatan pelaksanaan program ...

Berita lainnya di Sumba Tengah
  • Selengkapnya
  • 1 Komentar
Waspada! Pencuri Sepeda Motor di Kupang Marak Lagi

Waspada! Pencuri Sepeda Motor di Kupang Marak Lagi

Sunday, August 21, 2011 18:49 |964 views | Share ke Teman

KUPANG --- Bagi warga Kota Kupang kembali harus waspada terhadap aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Berdasarkan laporan yang diterima  pihak kepolisian  Mapolres Kupang Kota, Sabtu (20/8/2011) telah  terjadi dua  kasus pencurian motor. Kasus pencurian  pertama  terjadi di Arena  Pameran Fatululi, Jumat (19/8/2011), sekitar pukul  23.30 wita.  Motor Suzuki Fu 150 SCD, warna merah-hitam  DH 6058 AK, milik Enjelina Missa Pake,  warga Jalan Alor RT 02 RW 01, Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kelapa Lima, hilang di arena pameran Fatululi. Pake dalam laporannya mengisahkan, peristwa ini berawal ...

Berita lainnya di Berita NTT
  • Selengkapnya
  • 0 Komentar
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • Waspada! Pencuri Sepeda Motor di Kupang Marak Lagi - 964 views Dengan 0 Komentar Sejak Sunday, August 21, 2011 18:49
  • Perangi Geng Pelajar Perempuan - 1,448 views Dengan 2 Komentar Sejak Sunday, August 21, 2011 18:38
  • Jalan Propinsi Berlubang-lubang - 861 views Dengan 0 Komentar Sejak Sunday, August 21, 2011 18:27
  • Masyarakat Untung Jika Tanah di Tanjung Karoso Terjual - 1,356 views Dengan 0 Komentar Sejak Saturday, August 20, 2011 18:25
  • Gedung Paris Matawai Diduga Bermasalah - 1,092 views Dengan 1 Komentar Sejak Friday, August 19, 2011 18:22

  • jayanti: PESAWAT TERBANG ! Dengan pesawat terbang orang ja...
  • hurek.D: bukan cuman sekedar bagi kondom saja,peran Orang T...
  • WIRA JAYA: hampir satu tahun.. mana janjimu pak pol?? sekaran...
  • harry potter: Ayo Global......mana taringmu........................
  • harry potter: klo Radio udah dilarang siaran.....gimana dengan i...
  • Aftrinal Lubis, SP.: Mantap Pak Bupati. Lebih mantap kita naikkan menja...
  • Muhak: Kerugian jiwa dan atau materi yang dialami konsume...
447 Caleg Rebut 30 Kursi DPRD Sumtim Bupati Meninggal Dunia Verifikasi DPD Sumba Timur Dihen Dermaga Weekelo Buka Isolasi Sumba Drs. Umbu Sappi Pateduk Canangkan Gerakan Seribu Ternak Gidion Dilantik Jadi Bupati Sumtim Jelang Musim Tanam- Warga Waihibur Minta Handtractor Kantor Bupati Sumba Barat Daya Telan Dana Rp 6.3 M Korban Tewas Akibat Gizi Buruk di NTT Bertambah Lahan Rakyat Masuk Kawasan Taman Nasional (KTN) Mantan Wakapolres Sumba Timur Diberi Teguran Pembangunan Pasar Matawai Capai 50 Persen Pemkab Sumba Tengah Siapkan Dana Untuk Jaringan Telepon Pemprop Diminta Bayar Gaji Guru Honor SDK Gollu Sapi Sumba Barat Daya Stop Dreaming Start Action Sumba Timur Dapat Subsidi Kedelai Sumteng Butuh Pemimpin Berhati Luhur Sumtim Tak Perlu Wabup Tiga Sukses Umbu Saga Anakaka Warga Kambajawa Krisis Air Warga Kodi Kunsumsi Air Kali Warga Minta Bupati Basmi Pencuri Warga Pahomba Minta Mobil Tangki Warga Weetebula Krisis Air Bersih
  • ( Serba Serbi )
  • Berita NTT
  • Sosok
  • Sumba Package Tours
  • Sumba Zone
    • Sumba Barat
    • Sumba Barat Daya
    • Sumba Tengah
    • Sumba Timur

eXTReMe Tracker

Copyright 2007 - 2010