Perangi Geng Pelajar Perempuan
WAIKABUBAK -- Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango, S.Pd, M.Si, memerintahkan para kepala sekolah (Kepsek) menengah umum se-Kota Waikabubak memerangi fenomena munculnya geng pelajar perempuan yang beroperasi di salah satu SMA di kota itu. Perilaku geng tak patut dilakoni para perempuan. “Saya sudah mendapat laporan adanya tiga geng perempuan yang beroperasi di salah satu SMA di kota ini. Saya minta kepala sekolah awasi dan kalau temukan segera keluarkan dari sekolah. Perbuatan itu memalukan sekolah, orang tua dan masyarakat daerah ini. Jangan tiru perbuatan tak patut dicontoh ...

Dalam keterbatasan, Mariana tetap bersemangat. Tidak tampak ada kelelahan pada raut wajahnya. Juga tidak ada keluhan keluar dari mulutnya. Bayi yang ada dalam gendongannya juga diam seakan memahami pekerjaan yang sedang dijalani sang bunda. Meskipun sesekali bayi itu menangis karena kehausan.
















afriati said on Thursday, July 8, 2010, 15:02
maulah aku kesana…menjadi guru…daripada disini tiada arti buat orang lain…
nona kanathalo said on Friday, August 13, 2010, 2:26
sebenarnya lulusan s1 yg banyak menganggur…,untuk lapangan kerja masih bnyak yg membutuhkan…,,knp tdk diimuat di koran ato radio unt pmberitahuan mbutuhkan tnga krja bt seorang guru…pasti bnyk yg akan melamar,
kekurangan guru diberbagai pelosok sumba timur bisa teratasi jika pemerintah peduli….
mungkin kurangnya penyuluhan ttg pentingnya pendidikan shg hal trsbt terjadi..kasian anak2 yg tinggal jauh dr kota…sdgkn jaman skg SDM sngat2 brpengaruh
smOga mslah2 di SUMBA TIMUR dpt sgera diatasi oleh pemerintah….
GBU sumtim…..
Yohanes K. Windi said on Thursday, September 30, 2010, 2:54
Lucunya SPG negeri Waingapu dibubarkan padahal kita masih butuh banyak guru rupanya. Ayo bapak2 Ibu2 guru SPG bangkit kembali untuk menghidupkan SPG Negeri Waingapu. Salam hormat buat Pak Willy, Pak Hendrik Changkui, Ibu Eta, Ibu Yoh Manutede, Pak Soleman, Ibu Nyoko, Pak Petrus Radjalangu, dll. Salam kangen buat alumni SPG tahun 1987 Sonny Radjah, Melkianus Ngunjurawa, Katauhi Ranggajawa, Amos HD, Marlin Kire, Marlin Kale, and others.
Fredrik Samuel Pabundu said on Sunday, November 14, 2010, 14:05
Ya… itulah gambaran pendidikan di pelosok Sumba Timur, kalau di kota sdh berbeda. Kita cari solusinya…, mengapa guru sering ke kota Waingapu? Apakah Dinas pendidikan tidak mau angkat guru Honor? Marilah kita berikan pendapat yang positif, mengurus pendidikan itu tidak gampang, dan hasilnya tunggu beberapa tahun. Mau buka SPG lagi, tidak mungkin. Saya juga lulusan SPG Negeri Waingapu tahun 1986, kalau bisa…. buat program PGSD, yang saya tahu saat ini sedang berjalan. Dimana-mana guru itu tetap kurang, sekolah bertambah terus, guru yang diangkat sedikit, yang pensiun banyak. Jadi jangan menilai 1 sekolah seperti itu, lantas difonis semua sama.
Saya juga bekerja di Dinas Pendidikan di salah satu kabupaten di pedalaman Papua, yang lebih sulit dari keadaan di Sumba Timur. Ayo kita suport…. biar pendidikan di Sumba Timur, lebih baik ke depan.