Perangi Geng Pelajar Perempuan
WAIKABUBAK -- Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango, S.Pd, M.Si, memerintahkan para kepala sekolah (Kepsek) menengah umum se-Kota Waikabubak memerangi fenomena munculnya geng pelajar perempuan yang beroperasi di salah satu SMA di kota itu. Perilaku geng tak patut dilakoni para perempuan. “Saya sudah mendapat laporan adanya tiga geng perempuan yang beroperasi di salah satu SMA di kota ini. Saya minta kepala sekolah awasi dan kalau temukan segera keluarkan dari sekolah. Perbuatan itu memalukan sekolah, orang tua dan masyarakat daerah ini. Jangan tiru perbuatan tak patut dicontoh ...

Juga minta Dinas Nakertrans NTT menertibkan perusahaan yang merekrut para calon TKI dengan fee tinggi. Sebab, kalau rekrut dengan fee atau biaya tinggi, ujung-ujungnya uang TKW yang banyak dipotong. Pemotongan tidak hanya enam bulan lagi, tapi bisa sampai 10 bulan, katanya.
















Ratu Wulla Talu,ST said on Wednesday, April 21, 2010, 10:19
Sebagai Warga Nusa Tenggara Timur asal Sumba,dan Juga Pemerhati Perempuan,,saya sangat prihatin dengan kondisi Tkw asal NTT,,,,menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mencari solusi terhadap persoalan para TKW,,Pemerintah di mohon untuk lebih memberikan perhatian terhadap PJTKI yang mengirim tenaga kerja,baik persoalan Legalitas Perusahaan mupun Legalitas TKW itu sendiri,sehingga ada jaminan bagi Tkw,keluarga maupun Pemerintah baik daerah maupun Pusat. Selain itu di harapkan kerjasama dari PJTKI dan Pemerintah,yang akan bermitra dengan Lembaga Pelatihan &Ketrampilan untuk melatih para Tenaga Kerja.Sehingga bukan sekedar mengirim Tenaga Kerja,tetapi Tenaga Kerja Profesional,yang memiliki keahlian,,Otomatis pendapatan akan bertambah dan tingkat kekerasan dan pelecehan terhadap TKW akan berkurang,,,,,