Perangi Geng Pelajar Perempuan
WAIKABUBAK -- Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango, S.Pd, M.Si, memerintahkan para kepala sekolah (Kepsek) menengah umum se-Kota Waikabubak memerangi fenomena munculnya geng pelajar perempuan yang beroperasi di salah satu SMA di kota itu. Perilaku geng tak patut dilakoni para perempuan. “Saya sudah mendapat laporan adanya tiga geng perempuan yang beroperasi di salah satu SMA di kota ini. Saya minta kepala sekolah awasi dan kalau temukan segera keluarkan dari sekolah. Perbuatan itu memalukan sekolah, orang tua dan masyarakat daerah ini. Jangan tiru perbuatan tak patut dicontoh ...

WAIKABUBAK, Pencurian di Sumba Barat Nusa Tenggara Timur (NTT) makin meresahkan warga. Tidak hanya ternak sapi, tetapi pakaian dan jenis makanan tertentu yang dijemur di halaman rumah selalu hilang dalam sekejap.
















Simon Nany said on Monday, April 13, 2009, 1:20
Saya org Sumba yg tinggal di luar Sumba jg merasakan stigma itu, org sering mengatakan bahwa Sumba identik dgn pencurian dan perampokan…..maluuuuu…….kan…..
Pemda dan aparat keamanan harus bertindak tegas (katanya ada oknum aparat yg kadang2 jd backing…apa iya?…). Pemerintah jg harus buat program ato kegiatan yg dpt membuka lapangan kerja terutama bagi tenaga kerja non formal bagi Ama-ina, umbu-rambu, kabani-warcoyo Sumba spy kebutuhan hidup dpt tercukupi dan tdk mencuri lagi..Selain itu pendidikan moral, etika dan keagamaan hrs ditingkatkan……Usul, buat regulasi ato kesepakatan adat utk mengurangi pesta2 adat yg memboroskan tp adat/budaya yg baik hrs dipertahankan krn itulah yg menjadikan Sumba eksotik…
lexan said on Wednesday, April 29, 2009, 10:39
Buat pemerintah terkait carilah solusi tepat untuk menangani masalah tersebut yang paling penting adalah perhatikan tingkat kesejateraan terutama untuk pangan, sebagai orang sumba kita semua tau kalau masalah utama yang menyebabkan hal tersebut terjadi. marilah kita mencari solusi yang tepat dan tidak menggunakan kekerasan terutama buat aparat keamanan yang selalu bertindak di atas kewajaran saat menangkap para pelaku..karena cara tersebut tidak akan menyelesaikan masalah ini….
Erna said on Friday, May 1, 2009, 15:56
setuju dengan 2 comment di atas, saya ga tinggal di sumba tapi tiap hari dengar dari keluarga, ada aja kasus pencurian/perampokan, mereka ga segan menyakiti korban lagi dgn bawa-bawa parang dan benda2 tajam…KEMANA AJA APARAT disana????????????????????? gimana wisatawan mau betah disana kalau ga aman????
STEFANUS DAPPA said on Monday, May 25, 2009, 12:08
orang melakukan pencurian,alasannya pasti karena lapar. Nah solusi dari pemkab sumba barat,APA? masalah ini adalah tanggung jawab kita bersama,tapi pemerintah daerah yg lebih pegang peranan dalam hal ini. krn kasus kasus spt ini sudah lama sekali ada di masyarakat sumba barat pada umumnya. oleh krn itu kita sebagai warga sumba,marilah kita bersama sama memberikan solusi atau jalan keluarnya kepada pemkab sumba barat
Marlyne said on Monday, June 1, 2009, 21:56
Sejak saya kecil sampai sekarang saya tinggal di luar kota Sumba pun kasus pencurian bukan lagi suatu yang asink di telinga untuk di dengar.Saya tidak mengerti sebegitu miskinnya kah orang Sumba sampai harus mencuri segala! Bahkan barang milik saudara atau orang yang dikenal baikpun juga dicuri!! Dimana moral kita sebagai orank Sumba kalau kejadian ini sering didengar oleh orang luar Sumba.Apa lagi yang harus kita banggakan kalau pencuri ada dimana2.Bagaimana kota kita mau berkembang dan maju kalau sampai orang asli Sumbapun malas untuk tinggal di Sumba hanya karena kasus pencurian yang marak terjadi?!!!
Sepertinya pihak aparat harus lebih BEKERJA KERAS untuk ini!!
nuraini said on Thursday, June 18, 2009, 14:47
saya orang sumba barat yang sekarang kul di MLG. kok bisa sieh skrg di SB makin byk pencurinya?????
kasihan pendatang donggg!!!!
bisa2 sumba ditinggalin ma pendatang cz takut ma para pencuri
rambu said on Sunday, June 28, 2009, 10:37
tak’s all,gue setuju dgn semua koment diatas.gmn org dr daerah lain betah tgl diSB,kl setiap hari ada aja kasus pencurian?????kl bgn trs kpn SB mau berubah&berkembang?????
Michael Umbu zasa said on Saturday, August 8, 2009, 18:26
Pencurian di Sumba ?????
1. kalau alasan kelaparan saya agak ragukan. karena yang di curi bukan komodity yg berupa makanan sehari2 yg urgent dibutuhkan, tapi kebanyakan adalah ternak peliharaan , Kerbau, sapi ,Kuda dan Babi.
2.Ada pencuri karena ada Penadanya / backing ( Elite ), orang2 ini dulu lah yang harus di awasi karena mereka kayaknya Kebal Hukum dan Pat Gulipat dgn aparat…Wassalam ???
3.Kebutuhan Ternak Potong pada acara2 adat yang pada saat pemotongannya tidak mendapatkan pengawasan yang ketat dari aparat, sehingga dengan mudah dan cepat ternak curian ini lenyap sesaat karena sudah masuk ke priuk masing2.
4.transaksi antar pulau akanperdagangan hewan2 ini tidak melalui 1 pintu keluar, Waikelo atau wgp karena banyak pelabuhan Tradisional yang tersebar di sepanjang Pantura Pulau Sumba yang tidak dalam pengawasan Aparat keamnan , sehingga dengan Perahu kecil kayu sudah dapat memberangkatkan ternak2 ini ke tengah lautan atau bahkan ke pulau seberang ( Bima dan flores , dalam hitungan 6 Jam saja.
5 encurian hampir di seluruh muka bumi ini ada saja, hanya beda Intensitas, Motif dan Jenis barang curiannya, jadi kita tidak perlu pesimislah hanya gara2 itu terus Pulau Sumba Tanah Marapu jadi tidak di kunjungi oleh orang2 dari daerah luar, karena di Jakrta pun hampir setiap detik terjadi pencurian dengan berbagai tingkatan tetap saja jadi magnet bagi kebanyakan orang, jadi Pencurian dan kedatangan orang2 dari luar itu kasus dan topik serta upaya lain lagi yang harus kita upayakan. Tks. GBU all !!!