Julius Muhu, Plh Bupati Sumbar
WAIKABUBAK, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menunjuk Ir. Julius Muhu sebagai Pelaksana Harian Bupati Sumba Barat karena masa tugas Bupati Drs. Julianus Pote Leba dan wakilnya, Toda Lero Ora, S.H, berakhir tanggal 30 Agustus 2010. Julius Muhu yang juga Sekda Sumbar itu menjadi Plh Bupati Sumbar sampai Bupati dan Wabup Sumbar terpilih, Jubilate Pieter Pandango-Reko Deta dilantik. Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan Setda Sumba Barat, Drs. Imanuel M Anie mengatakan itu di kantor Bupati Sumba Barat, Senin (30/8/2010). Ia sempat memperlihatkan surat Mendagri yang difaks ke Waikabubak yang diterima tanggal 30 Agustus 2010 pagi. Isi surat ...

















Lorensius Buni Bero, SE. said on Tuesday, December 1, 2009, 14:01
kerawanan yang terjadi di waimanu dan labariri, perluh perhatian khusus pihak keamanan dan pemerintah setempat, dan dukungan masyarakat, agar tercipta keadaan yang kondusif. Kalau keadaan sudah aman maka dengan sendirinya investor akan menanamkan modalnya di kedua kabupaten tersebut. Namun semuanya itu berangkat dari kemauan dan komitmen masyarakat dan pemerintah, apakah mereka memiliki keinganan memajukan daeranya apa tidak, atau hanya retorika belaka……..?
Rio said on Monday, December 21, 2009, 0:19
Konsep pembangunan di Sumba Barat, jelas2 hanya memajukan para pemilik modal, para pejabat, dan memelaratkan masyarakat.. Lihat siapa sebenarnya yang punya ternak?? Ji k a konsep pembangunan tidak berbasis masyarakat miskin (pro poor), alias kapitalis ala sumba, dijamin perampokan akan terus terjadi.. Kabupaten baru lainnya harusnya juga melihat fakta ini… bahwa masyarakat asli sumba Barat sebagian besar tetap miskin, terbelakang walau sudah puluhan tahun diperintah jadi kabupaten..