Perangi Geng Pelajar Perempuan
WAIKABUBAK -- Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango, S.Pd, M.Si, memerintahkan para kepala sekolah (Kepsek) menengah umum se-Kota Waikabubak memerangi fenomena munculnya geng pelajar perempuan yang beroperasi di salah satu SMA di kota itu. Perilaku geng tak patut dilakoni para perempuan. “Saya sudah mendapat laporan adanya tiga geng perempuan yang beroperasi di salah satu SMA di kota ini. Saya minta kepala sekolah awasi dan kalau temukan segera keluarkan dari sekolah. Perbuatan itu memalukan sekolah, orang tua dan masyarakat daerah ini. Jangan tiru perbuatan tak patut dicontoh ...



















Lorensius Buni Bero, SE. said on Tuesday, December 1, 2009, 14:01
kerawanan yang terjadi di waimanu dan labariri, perluh perhatian khusus pihak keamanan dan pemerintah setempat, dan dukungan masyarakat, agar tercipta keadaan yang kondusif. Kalau keadaan sudah aman maka dengan sendirinya investor akan menanamkan modalnya di kedua kabupaten tersebut. Namun semuanya itu berangkat dari kemauan dan komitmen masyarakat dan pemerintah, apakah mereka memiliki keinganan memajukan daeranya apa tidak, atau hanya retorika belaka……..?
Rio said on Monday, December 21, 2009, 0:19
Konsep pembangunan di Sumba Barat, jelas2 hanya memajukan para pemilik modal, para pejabat, dan memelaratkan masyarakat.. Lihat siapa sebenarnya yang punya ternak?? Ji k a konsep pembangunan tidak berbasis masyarakat miskin (pro poor), alias kapitalis ala sumba, dijamin perampokan akan terus terjadi.. Kabupaten baru lainnya harusnya juga melihat fakta ini… bahwa masyarakat asli sumba Barat sebagian besar tetap miskin, terbelakang walau sudah puluhan tahun diperintah jadi kabupaten..