Pemkab Sumbar Tertibkan Persekutuan Doa
WAIKABUBAK, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Barat (Sumbar melalui tim gabungan terdiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol Linmas), Viktor Umbu Sulung, Camat Kota Waikabubak, David Buningani, Lurah Komerda, Oktavianus Dappa Ngago, S.Ip, Kepala Satpol PP, Pua Manung Sape, Kabag Tatapem, Imanuel Ani, serta beberapa staf kelurahan setempat, Jumat (5/3/2010), menertibkan kegiatan Persekutuan Doa `Bukti Kasih' yang beralamat di jalan Bhayangkara Kota Waikabubak, Kabupaten Sumbar. Pasalnya, keberadannya persekutuan doa ini dinilai ilegal. Penertiban kegiatan Persekutuan Doa Pelajar dan Mahasiswa Bukit Kasih dilakukan ...





























































Lorensius Buni Bero, SE. said on Tuesday, December 1, 2009, 14:01
kerawanan yang terjadi di waimanu dan labariri, perluh perhatian khusus pihak keamanan dan pemerintah setempat, dan dukungan masyarakat, agar tercipta keadaan yang kondusif. Kalau keadaan sudah aman maka dengan sendirinya investor akan menanamkan modalnya di kedua kabupaten tersebut. Namun semuanya itu berangkat dari kemauan dan komitmen masyarakat dan pemerintah, apakah mereka memiliki keinganan memajukan daeranya apa tidak, atau hanya retorika belaka……..?
Rio said on Monday, December 21, 2009, 0:19
Konsep pembangunan di Sumba Barat, jelas2 hanya memajukan para pemilik modal, para pejabat, dan memelaratkan masyarakat.. Lihat siapa sebenarnya yang punya ternak?? Ji k a konsep pembangunan tidak berbasis masyarakat miskin (pro poor), alias kapitalis ala sumba, dijamin perampokan akan terus terjadi.. Kabupaten baru lainnya harusnya juga melihat fakta ini… bahwa masyarakat asli sumba Barat sebagian besar tetap miskin, terbelakang walau sudah puluhan tahun diperintah jadi kabupaten..