• Home
  • Tentang Sumba
    • Budaya Sumba
    • Peta Sumba
    • Geografis Sumba
    • Pasola Sumba
  • Photo Gallery
  • Info Sumba
    • Sumba of Events
    • General Info
    • Hotel & Resort
      • Sumba Nautil Resort
      • Nihiwatu Resort
      • Monalisa Cottages
      • Manandang Hotel
      • Artha Hotel
    • Pasola Information
      • Pasola Festival 2009
      • Pasola Festival 2010
      • Pasola Festival 2011
  • Buku Tamu
  • ( Serba Serbi )
  • Berita NTT
  • Sosok
  • Sumba Package Tours
  • Sumba Zone
    • Sumba Barat
    • Sumba Barat Daya
    • Sumba Tengah
    • Sumba Timur
Monday, February 6, 2012
  • News Feed
  • Comments Feed

Penghentian Tambang Wanggameti

870 views | Share ke Teman

WAINGAPU, Direktur PT Fathi Resources, Achmad Chandra, menilai alasan permohonan penghentian sementara kegiatan eksplorasi di kawasan Wanggameti oleh DPRD Sumba Timur, yang dituangkan dalam suratnya ke Bupati Sumba Timur dengan tembusan ke PT Fathi Resources  Nomor: 522/165/DPRD/VIII/ 2010 tanggal 2 Agustus 2010, tidak tepat.

Pasalnya, titik-titik eksplorasi berada di luar kawasan taman nasional di Desa Wanggameti, bukan di Desa Karipi. Sementara alasan yang dipakai DPRD, karena PT Fathi tidak memiliki Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan dan adanya penolakan dari 160 warga Desa Karipi, Kecamatan Matawai Lapawu.

Achmad Chandra mengatakan,  pihaknya memang tidak tidak memiliki Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan dan tidak akan mengurus izin tersebut karena kegiatan eksplorasi berada di luar kawasan hutan taman nasional, tepatnya di areal penggunaan lain (APL).

Izin pinjam pakai kawasan hutan, kata Achmad Chandra, hanya berlaku jika kegiatan eksplorasi ada dalam kawasan hutan lindung atau taman nasional.

Sementara mengenai penolakan dari warga Desa Karipi, Chandra menjelaskan, sampai saat ini kegiatan eksplorasi di desa itu belum dilakukan. Saat ini kegiatan eksplorasi baru di Desa Wanggameti. Karena itu, Chandra mengatakan, tidak relevan masyarakat Desa Karipi menyampaikan penolakan karena masyarakat Desa Wanggameti sendiri tidak protes. Kepala Desa Wanggameti, Umbu Tay Maramba Hamu, kata Chandra, telah memberikan klarifikasi kepada DPRD dan Bupati Sumba Timur tentang isu yang disampaikan segelintir orang saat menggelar unjuk rasa di DPRD Sumba Timur beberapa waktu lalu.

Chandra mengatakan, pihaknya tidak akan berani mengeluarkan investasi besar jika tidak memenuhi ketentuan yang berlaku. Chandra menegaskan, tahapan untuk sampai kepada produksi masih panjang.  Eksplorasi, jelas Chandra, belum tentu bisa berakhir dengan produksi karena izin produksi tergantung pemerintah daerah Kabupaten Sumba Timur.

Meskipun  kegiatan eksplorasi saja, demikian Chandra, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai triliunan rupiah. “Setiap minggu saja kita mengeluarkan biaya Rp 100 juta. Sementara eksplorasi itu bisa memakan waktu lima sampai enam tahun,” kata Chandra.

Ia mengatakan, pihaknya mengantongi izin lengkap dari pemerintah pusat, termasuk dari Departemen Pertahanan dan Keamanan, izin dari pemerintah daerah serta foto udara. Sebelum eksplorasi, kata Chandra, pihaknya telah melakukan enam kali sosialisasi kepada masyarakat di sekitar kawasan hutan. Sosialisasi itu, katanya, melibatkan petugas dari Jakarta, Denpasar, Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Kupang dan instansi terkait di Kabupaten Sumba Timur.

Chandra kembali menegaskan, masyarakat dan pemerintah daerah masih mempunyai kesempatan untuk memberikan penilaian, apakah tambang di Wanggameti dilanjutkan dengan eksploitasi atau tidak pada saat uji kelayakan dan AMDAL, karena studi kelayakan itu akan melibatkan DPRD setempat, masyarakat dan pemerintah daerah.

“Kita juga tidak mau mengambil risiko mengeluarkan dana besar dengan tidak mematuhi aturan. Kalau mau tolak, alasannya harus jelas dan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Jangan pakai kata “pokoknya”. Kita menyadari ada kelompok yang anti tambang dan berusaha membatalkan tambang di  daerah ini. Kalau seperti itu, kita kembali ke zaman batu,” kata Chandra.

Dikatakan Chandra, untuk sampai ke tahap produksi harus didahului dengan telling atau pembuatan instalasi pengolahan limbah) yang biayanya bisa mencapai  Rp 1 triliun.   Chandra mengaku bahwa kandungan emas di Wanggameti cukup bagus meskipun depositnya belum diketahui secara pasti karena masih menunggu penelitian lebih lanjut.

Chandra membantah semua tuduhan FPL Sumba Timur bahwa dalam kegiatan eksplorasi ada penebangan pohon besar-besaran. “Tidak ada semburan lumpur, tidak ada penebangan pohon besar-besaran dan tidak ada kerusakan lingkungan. Air yang sembur dari lubang bekas pemboran itu air yang diisi ke dalam lubang untuk mempermudah pengeboran. Pada saat kegiatan pengeboran berhenti, tidak ada lagi semburan.  Kita juga menghargai budaya dan tradisi masyarakat setempat karena selalu koordinasi dengan kepala desa. Kita tidak pernah menggunakan alat berat. Evakuasi alat bor dari satu titik ke titik yang lain dilakukan secara manual yaitu dipanggul tenaga manusia. Kita tidak akan buang uang kalau di taman nasional. Dalam eksplorasi ini, ada indikasi saja kandungan emas dalam Taman Nasional, kita hentikan kegiatan,” katanya.

Chandra mengungkapkan, memang ada dua titik yang dekat dengan Taman Nasional, tetapi jaraknya 300-500 meter dari batas luar taman nasional. “Tidak akan berdampak pada kerusakan linkungan karena eksplorasi hanya mengambil sample. Lubang bor pun diameternya sangat kecil 6,4 cm dengan kedalamam maksimal 150 meter dan selalu kita tutup kembali setelah selesai pengambilan sampel. Karena itu, kita juga heran foto-foto yang ada di LSM itu diambil dari mana. Kalau dalam pelaksanaan ada yang salah, kita diberi tahu. Yang penting jelas,” demikian Chandra.

Chandra mengakui bahwa ada ketentuan tentang kawasan penyanggah yang jaraknya 500 meter dari batas luar kawasan hutan. Namun penentuan kawasan penyanggah harus diajukan bupati dan gubernur kepada Menteri Kehutanan. Menteri Kehutanan, katanya, akan menetapkan kawasan penyanggah. Untuk Kawasan Hutan Wanggameti, terang Chandra, belum ada penetapan kawasan penyanggah karena bupati maupun gubernur belum mengusulkannya kepada Menteri Kehutanan.

Kepala Desa Wanggameti, Umbu Tay Maramba Meha dan Sekdes, Umbu Ali menegaskan, apa yang disampaikan FPL di DPRD itu tidak benar. Sejauh ini, kata mereka, tidak ada kerusakan lingkungan.

“Kalau sampai ada penebangan besar-besaran, kita yang akan tegur mereka. Kita juga tidak mau hutan kita rusak. Memang mereka  (PT Fathi Resources) pernah mengambil air di danau, tetapi sekarang tidak lagi.Air disedot dari sungai. Air di danau itu juga hanya ada pada saat musim hujan. Kalau musim kemarau kering. Air yang ada di danau itu diisi PT Fathi pada malam hari dengan air dari Taman Nasional. Jadi danau semacam penampung saja. Bukan air dari danau,” terang  Sekdes Wanggameti, Umbu Ali.

Meski demikian, kata Umbu Maramba Meha, pihaknya menghargai aksi penolakan tambang di Wanggameti  dan berharap pemerintah daerah melakukan sosialisasi secara terus menerus dan terbuka kepada masyarakat tentang dampak negatif dari kegiatan tambang tersebut terhadap lingkungan, tidak hanya dampak positif saja.

Umbu Marambah Meha juga meminta pemerintah daerah mempertemukan pihak-pihak yang menolak dan mendukung tambang  serta memberikan penjelasan sedetail mungkin sehingga tidak ada benturan di antara warga.

Pantauan Pos Kupang di beberapa titik eksplorasi di Wanggameti belum ditemukan kerusakan yang luar biasa. Memang ada bekas-bekas penggalian parit uji, namun sudah tertutup kembali. Demikian juga lubang-lubang bekas pengeboran sudah ditutup. Bekas parit uji yang ditutup kembali sudah ditanami pohon gamelina. Titik-titik pengeboran juga berada jauh di luar kawasan hutan.

Di titik-titik pengeboran hanya semak dan hamparan batu cadas dan batu kapur. Ada memang satu dua pohon yang ditebang, tetapi hanya di tempat pengeboran. Pohon yang ditebang pun hanya pohon-pohon kecil. Sedangkan pohon-pohon besar sama sekali tidak disentuh. Juga tidak ditemukan alat berat.

Chandra mengatakan, alat berat seperti ada dalam foto yang ditunjukkan LSM sesungguhnya milik kontraktor yang sedang membuka jalan di lokasi itu, bukan milik PT Fathi Resources.

Sementara itu, surat DPRD ke Bupati Sumba Timur tentang permohonan penghentian kegiatan eksplorasi di Wanggameti tidak berpengaruh terhadap aktivitas di lokasi tambang. Pengeborang tetap berlangsung.

Berdasarkan informasi dari tenaga teknisi di lokasi tambang, sampai dengan Sabtu (8/8/2010), sudah 20 titik yang dibor dari 40 titik yang direncanakan di Desa Wanggameti. Sedangkan di Karipi dan Karera baru sebatas survai.

Namun pihak FPL mengatakan, PT Fathi Resources dan masyarakat di sekitar lokasi sengaja tidak menunjukkan lokasi  dengan tingkat kerusakan serius kepada rombongan wartawan. Padahal lokasi dengan tingkat kerusakan yang cukup serius ada di titik satu dan dua.

Pihak PT Fathi juga dinilai memberikan keterangan palsu kepada pers karena setelah disesuaikan dengan peta resmi yang dikeluarkan oleh BPKH Kupang maupun Departemen Kehutanan, ada beberapa titik eksplorasi di dalam kawasan taman nasional. Hal itu dibuktikan dengan plang batas taman nasional yang ada di sekitar danau yang ada di lokasi itu. (dea)*Pos Kupang

Lihat Yang Lain :


  • Gedung Paris Matawai Diduga Bermasalah
  • Wanggameti Masih Memanas
  • 10 Ekor Kerbau Gagal ke Luar Sumba
  • DPRD Sumtim Wacanakan Pemekaran Wilayah
  • PT FR Eksplorasi Tanpa Amdal
  • Manfaatkan Dana dengan Baik
  • Warga Maubokul Sulit ke Waingapu
  • Lima Kelompok Tani Dapat Dana Rp 500 Juta
  • Rumput Laut Disikat Penyu
  • Ratusan Liter Miras Disita
  • Tobat Jadi TKW
  • Bides Jadi Artis, Warga ke Dukun
  • Abrasi Ancam Pulau Salura
  • Pemenang Proyek Diumumkan Malam Hari
  • Belanja Pegawai Dipotong 10 Persen
  • 1.200 Siswa SMP Tidak Lanjut Sekolah
  • SMAN II Waingapu Sabet Mega Pro
  • Gaji Karyawan PT Aquamor Dipotong 25 Persen
  • 150 Warga Bedah Mata Katarak
  • DPRD Sumtim Panggil Disperindag
  • Realisasi pajak kendaraan bermotor (PKB) Rp 2,4 Miliar
  • Sumtim Antisipasi Gizi Buruk
  • PDAM Sumba Timur Bocor 61 Persen
  • Dinas Perindustrian Diduga Mark Up HOK
  • Penyelundupan Miras-Mitan di Sumtim Di Gagalkan
  • Pencurian, Kriminal Tertinggi di Sumba Timur
  • Tiga Bulan Rumah Warga Tergenang
  • 300 Penderita Siap Operasi Katarak
  • Bendungan Kadumbul Meluap, 1.000 Jiwa Mengungsi
  • Sumtim Butuh Perda Perjudian
  • Jalan Waingapu – Kambata Rusak Berat
  • Traffic Light Tidak Berfungsi
  • Gelar Operasi Katarak – RSU Imanuel Gandeng Sidomuncul
  • Perangi Perjudian/Pencurian Pakai Sumpah Adat
  • Sumba Tertinggi Kasus Kematian Akibat AIDS
  • 13 Anak di Matawai Atu Kurang Gizi Laporan Jhona Taena
  • PNPM-MP Bantu Produksi Panen
  • Menteri PDT Kunjungi Sumba – Pacu Ekonomi, Janji Kucurkan Dana
  • Tikus-Tungro Serang Rindi dan Umalulu di Sumba Timur
  • Budaya Picu Kemiskinan di Sumba Timur
  • Jaksa Ingatkan Pejabat Tertib Keuangan
  • Isu Penculikan Anak Resahkan Warga
  • Warga Tanam 2.000 Anakan di Batas Kota Waingapu
  • Pencurian dan Penganiayaan Menonjol di Sumtim
  • PT Pelindo Pecat Edy Mbuilima, Kasus Video Mesum Siswa SMA
  • Pegawai Teladan Ditjen Pajak
  • Tertangkap Penyebar video porno Siswa SMA di Kota Waingapu
  • Dua Ruas Jalan Putus di Desa Pinupahar & Desa Napu, Kecamatan Hahar
  • Hivos Survai Potensi Energi Terbarukan
  • 5 TKW Diduga Berdokumen Palsu



You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply


Indonesia Traveling & Adventure

PT. VIP Tour Travel - Bali Hotels & Villas Booking Online - Bali Package Tours - Bali Spa, Wedding, Domestik Tour, Rent Car, Activity, Bali & Beyond

Toko Bunga Online di Bali - bali flower shop - www.baliflowershop.com

Berbagi Ilmu Pegetahuan & Wawasan - Media Sharing

  • Artikel Terbaru

    • Waspada! Pencuri Sepeda Motor di Kupang Marak Lagi
    • Perangi Geng Pelajar Perempuan
    • Jalan Propinsi Berlubang-lubang
    • Masyarakat Untung Jika Tanah di Tanjung Karoso Terjual
    • Gedung Paris Matawai Diduga Bermasalah
    • Janji Fokker 100, Datang MA-60, Merpati Dinilai Ingkar Janji
    • Rotary Club Sumbang Dua Mesin Desalinasi Air
    • Wanggameti Masih Memanas
    • 10 Ekor Kerbau Gagal ke Luar Sumba
    • Ditolak Sekolah Kepala Panti Mengadu
    • Pengusaha Jangan Permainkan Harga
    • Uma Peghe Berdayakan Masyarakat
    • DPRD Sumtim Wacanakan Pemekaran Wilayah
    • Warga Wanokaka Kurang Berminat ke Laut
    • PT FR Eksplorasi Tanpa Amdal
    • Sumba Krisis Semen n Harga Semen Rp 72 Ribu/Zak
    • Manfaatkan Dana dengan Baik
    • Retribusi Parkir Belum Ditarik
    • Bidan Jarang ke Pustu, Pasien Telantar
    • Sumba Tengah Alokasikan Rp 3,7 M
    • Beri Sepeda Motor Operasional
    • Harga Melambung, Warga Minta OPM
    • Warga Waikabubak Gunakan Air Sumur
    • Jualan di Jalan Supaya Laku
    

  • Link Partners

    • Bali Blogger
    • Baliorange Communications
    • Baliorange WebBlog
    • Flobamora Blogger NTT
    • I Love Sumba
    • Indonesia Travel Guides
    • Indonesia.Travel
    • Merpati Airlines
    • Monalisa Cottages
    • PA Waikabubak
    • PA Waingapu
    • Pemda NTT
    • Pos Kupang
    • Sumba Barat Kab.
    • Sumba Nautil Resort
    • Sumba Tengah Kab.
    • Sumba Timur Kab.
    • Sumba Tours
    • Trans Nusa
    • VIP Tour Travel Bali
    • Waingapu.Com
PT. Lombok Tropic Holidays Indonesia Komunitas Blogger NTT Pos Kupang - Suara Nusa Tenggara Timur Corat Coret - Menulis & Berkomentar Tentang Apa Saja

Lombok Hotels & Villas

Flores Explore

Informasi Wisata Pulau Lombok dan Gili Islands

Labuanbajo Hotels, Resorts, Cottages, Guesthouse, Homestay
  • Sumba Barat
  • Sumba Timur
  • Sumba Barat Daya
  • Sumba Tengah
  • Berita NTT
Perangi Geng Pelajar Perempuan

Perangi Geng Pelajar Perempuan

Sunday, August 21, 2011 18:38 |1,441 views | Share ke Teman

WAIKABUBAK -- Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango, S.Pd, M.Si, memerintahkan para kepala sekolah (Kepsek) menengah umum se-Kota Waikabubak   memerangi fenomena munculnya geng pelajar perempuan yang beroperasi di salah satu SMA di kota itu. Perilaku geng tak patut dilakoni para  perempuan. “Saya sudah mendapat laporan adanya tiga geng perempuan yang beroperasi di salah satu SMA di kota ini. Saya minta kepala sekolah awasi dan kalau temukan segera keluarkan dari sekolah. Perbuatan itu memalukan sekolah, orang tua dan masyarakat daerah ini. Jangan tiru perbuatan tak patut dicontoh ...

Berita lainnya di Sumba Barat
  • Selengkapnya
  • 2 Komentar
Gedung Paris Matawai Diduga Bermasalah

Gedung Paris Matawai Diduga Bermasalah

Friday, August 19, 2011 18:22 |1,088 views | Share ke Teman

"Selama ini bupati ditipu karena panitia dan SKPD tidak ada laporan. Mereka juga melakukan rekayasa menjadi proyek multiyears padahal sebenarnya tidak." -- Ketua Komisi B DPRD Sumtim, Arnold Huki Lalatana -- WAINGAPU -- Proyek pembangunan gedung Pasar Inpres (Paris) Matawai, di Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) senilai Rp 9,8 miliar diduga bermasalah. Dugaan ini terungkap dalam rapat dengar pendapat antara Pemerintah dan  PT Adhi Karya (AK). Dalam dengar pendapat itu menemukan dugaan terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Penyimpangan tersebut terkuak saat DPRD ...

Berita lainnya di Sumba Timur
  • Selengkapnya
  • 1 Komentar
Masyarakat Untung Jika Tanah di Tanjung Karoso Terjual

Masyarakat Untung Jika Tanah di Tanjung Karoso Terjual

Saturday, August 20, 2011 18:25 |1,348 views | Share ke Teman

"Masyarakat justru merasa untung tanah itu bisa dijual daripada tidak digarap. Ada yang membelinya, syukurlah," kata Yosep Rangga Tene, Kepala Desa Kalela Rongngo. TAMBOLAKA --- Kepala Desa Kalela Rongngo, Yosep Rangga Tena, membenarkan kalau kawasan di pesisir Tanjung Karoso ini sudah dikapling pemodal. Menurut  Yosep, warga setempat atau pemilik tanah belum jauh berpikir dan melihat potensi wisata dari kawasan pantai di situ. Karena itu mereka melepas tanah itu tanpa banyak berpikir keuntungan ekonomisnya untuk jangka panjang. "Masyarakat justru merasa untung tanah itu bisa dijual daripada tidak ...

Berita lainnya di Sumba Barat Daya
  • Selengkapnya
  • 0 Komentar
Sumba Tengah Alokasikan Rp 3,7 M

Sumba Tengah Alokasikan Rp 3,7 M

Monday, August 1, 2011 19:23 |796 views | Share ke Teman

WAIBAKUL -- Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah mengalokasikan dana senilai Rp 3,7 miliar untuk mendukung program Desa Mandiri Anggur Merah (DeMAM) di daerah itu. Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumba Tengah, Ir. Agustinus Umbu Sorung, menjelaskan hal tersebut kepada Pos Kupang, Jumat (29/7/2011). Dikatakannya, sejak pekan lalu pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan verifikasi kegiatan kelompok yang dipimpin Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Sumba Tengah, Lukas Woli, S.E. Verifikasi dilakukan untuk memperoleh kepastian kemajuan kelompok tani dalam menyerap dana DeMAM maupun dana P2ED. Secara teknis, jelas Umbu Sorung, terjadi keterlambatan pelaksanaan program ...

Berita lainnya di Sumba Tengah
  • Selengkapnya
  • 1 Komentar
Waspada! Pencuri Sepeda Motor di Kupang Marak Lagi

Waspada! Pencuri Sepeda Motor di Kupang Marak Lagi

Sunday, August 21, 2011 18:49 |960 views | Share ke Teman

KUPANG --- Bagi warga Kota Kupang kembali harus waspada terhadap aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Berdasarkan laporan yang diterima  pihak kepolisian  Mapolres Kupang Kota, Sabtu (20/8/2011) telah  terjadi dua  kasus pencurian motor. Kasus pencurian  pertama  terjadi di Arena  Pameran Fatululi, Jumat (19/8/2011), sekitar pukul  23.30 wita.  Motor Suzuki Fu 150 SCD, warna merah-hitam  DH 6058 AK, milik Enjelina Missa Pake,  warga Jalan Alor RT 02 RW 01, Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kelapa Lima, hilang di arena pameran Fatululi. Pake dalam laporannya mengisahkan, peristwa ini berawal ...

Berita lainnya di Berita NTT
  • Selengkapnya
  • 0 Komentar
  • Terkini
  • Komentar
  • Tags
  • Waspada! Pencuri Sepeda Motor di Kupang Marak Lagi - 960 views Dengan 0 Komentar Sejak Sunday, August 21, 2011 18:49
  • Perangi Geng Pelajar Perempuan - 1,441 views Dengan 2 Komentar Sejak Sunday, August 21, 2011 18:38
  • Jalan Propinsi Berlubang-lubang - 853 views Dengan 0 Komentar Sejak Sunday, August 21, 2011 18:27
  • Masyarakat Untung Jika Tanah di Tanjung Karoso Terjual - 1,348 views Dengan 0 Komentar Sejak Saturday, August 20, 2011 18:25
  • Gedung Paris Matawai Diduga Bermasalah - 1,088 views Dengan 1 Komentar Sejak Friday, August 19, 2011 18:22

  • jayanti: PESAWAT TERBANG ! Dengan pesawat terbang orang ja...
  • hurek.D: bukan cuman sekedar bagi kondom saja,peran Orang T...
  • WIRA JAYA: hampir satu tahun.. mana janjimu pak pol?? sekaran...
  • harry potter: Ayo Global......mana taringmu........................
  • harry potter: klo Radio udah dilarang siaran.....gimana dengan i...
  • Aftrinal Lubis, SP.: Mantap Pak Bupati. Lebih mantap kita naikkan menja...
  • Muhak: Kerugian jiwa dan atau materi yang dialami konsume...
447 Caleg Rebut 30 Kursi DPRD Sumtim Bupati Meninggal Dunia Verifikasi DPD Sumba Timur Dihen Dermaga Weekelo Buka Isolasi Sumba Drs. Umbu Sappi Pateduk Canangkan Gerakan Seribu Ternak Gidion Dilantik Jadi Bupati Sumtim Jelang Musim Tanam- Warga Waihibur Minta Handtractor Kantor Bupati Sumba Barat Daya Telan Dana Rp 6.3 M Korban Tewas Akibat Gizi Buruk di NTT Bertambah Lahan Rakyat Masuk Kawasan Taman Nasional (KTN) Mantan Wakapolres Sumba Timur Diberi Teguran Pembangunan Pasar Matawai Capai 50 Persen Pemkab Sumba Tengah Siapkan Dana Untuk Jaringan Telepon Pemprop Diminta Bayar Gaji Guru Honor SDK Gollu Sapi Sumba Barat Daya Stop Dreaming Start Action Sumba Timur Dapat Subsidi Kedelai Sumteng Butuh Pemimpin Berhati Luhur Sumtim Tak Perlu Wabup Tiga Sukses Umbu Saga Anakaka Warga Kambajawa Krisis Air Warga Kodi Kunsumsi Air Kali Warga Minta Bupati Basmi Pencuri Warga Pahomba Minta Mobil Tangki Warga Weetebula Krisis Air Bersih
  • ( Serba Serbi )
  • Berita NTT
  • Sosok
  • Sumba Package Tours
  • Sumba Zone
    • Sumba Barat
    • Sumba Barat Daya
    • Sumba Tengah
    • Sumba Timur

eXTReMe Tracker

Copyright 2007 - 2010