<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sumba Island - Media Informasi Pulau Sumba &#187; Warga Kambajawa Krisis Air</title>
	<atom:link href="http://sumbaisland.com/tag/warga-kambajawa-krisis-air/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sumbaisland.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Jan 2012 04:00:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Warga Kambajawa Krisis Air</title>
		<link>http://sumbaisland.com/warga-kambajawa-krisis-air/</link>
		<comments>http://sumbaisland.com/warga-kambajawa-krisis-air/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 03:52:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sumba Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Kambajawa Krisis Air]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumbaisland.com/east-sumba/warga-kambajawa-krisis-air.html</guid>
		<description><![CDATA[WAINGAPU, PK &#8212; Warga Kelurahan Kambajawa, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur sudah tiga minggu mengalami krisis air bersih. Krisis air bersih terparah terjadi di pemukiman belakang Gudang Bulog Sumba Timur. Warga sudah menyampaikan kesulitan air itu kepada manajemen PDAM setempat, namun tidak ada tanggapan. Direktur Utama PDAM Sumba Timur, Cornelis R Mone yang ditemui Pos [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img class="alignleft size-full wp-image-491" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" title="krisis_air" src="http://sumbaisland.com/wp-content/uploads/2008/09/krisis_air.jpg" alt="krisis_air" width="250" height="188" />WAINGAPU, PK &#8212; Warga Kelurahan Kambajawa, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur sudah tiga minggu mengalami krisis air bersih. Krisis air bersih terparah terjadi di pemukiman belakang Gudang Bulog Sumba Timur. Warga sudah menyampaikan kesulitan air itu kepada manajemen PDAM setempat, namun tidak ada tanggapan.<br />
Direktur Utama PDAM Sumba Timur, Cornelis R Mone yang ditemui Pos Kupang, Kamis (19/9/2008), mengatakan, warga pemukiman belakang Gudang Bulog cukup sulit untuk mendapat pasokan air bersih karena jaringan distribusi air bersih ke lokasi itu belum diatur sesuai pemukiman.</p>
<p align="justify">Selama ini, jelas Cornelis, distribusi air bersih ke lokasi tersebut menggunakan sambungan dari rumah yang ukuran pipanya hanya dua dim. Sementara dari segi topografi, lokasi perumahan itu berada di tempat yang lebih tinggi. Kekurangan pasokan air bersih ke lokasi tersebut juga karena adanya perbaikan bronkaptering atau bak penampung di mata air Mbatakapidu.<br />
&#8220;Sekarang kami sedang mengajukan lagi dana kepada pemerintah daerah untuk menambah jaringan guna meningkatkan distribusi air bersih ke seluruh wilayah di Kota Waingapu. Kami juga sedang membuat bak penampung yang baru di mata air Mbatakapidu, karena bak penampung yang lama pecah akibat banjir,&#8221; kata Cornelis.<br />
Ia menegaskan, sambungan jaringan distribusi air bersih di perumahan di belakang Gudang Bulog bukan merupakan jaringan baru untuk pemukiman karena pada saat alokasi kegiatan beberapa tahun yang lalu di lokasi itu belum ada pemukiman.<br />
Idealnya, kata Cornelis, jika ada pemukiman harus ada jaringan distribusi keliling pemukiman. Tetapi hal itu belum dilakukan karena PDAM kekurangan dana. Karena keterbatasan dana dan belum ada peningkatan volume air, katanya, maka konsentrasi PDAM Waingapu selama ini terpusat di titik-titik padat penduduk. &#8220;Kalau kami bangun jaringan tetapi volume air belum ditingkatkan, maka jaringan yang dibangun akan mubazir,&#8221; ujarnya.<br />
Cornelis mengatakan, krisis air bersih tidak hanya di Kambajawa, tetapi juga di Padadita. Bahkan Padadita lebih parah, karena jumlah penduduknya mencapai 1.000 kepala keluarga (KK). Untuk Padadita, katanya, pihaknya sudah mengusulkan ke DPRD Sumba Timur agar dibangun reservoar 100 kubik. &#8220;Kita berharap bisa diterima dan ditampung di anggaran perubahan,&#8221; katanya.<br />
Cornelis optimis, jika ada reservoar dan bak penampung yang sedang dibangun saat ini selesai, maka pelayanan air bersih ke pelanggan akan lebih baik. Cornelis mengakui, dengan personel yang cukup terbatas, pihaknya sulit untuk melakukan pengawalan ke semua titik. Karena itu, katanya, jika ada krisis air masyarakat bisa langsung menelepon ke PDAM untuk dilayani pakai mobil tangki.<br />
&#8220;Silakan masyarakat telepon ke sini langsung bicara dengan saya. Saya akan perintahkan mobil tangki untuk melayani daerah-daerah tersebut. Atau bisa langsung menyampaikan kepada para sopir tangki. Sopir tangki yang tidak mau melayani masyarakat, lapor ke saya,&#8221; tegas Cornelis.<br />
Pelayanan air bersih menggunakan mobil tangki ini gratis tanpa dipungut biaya. Ia mengaku untuk daerah-daerah yang ada di tempat yang lebih tinggi memang cukup sulit, karena sistem distribusi air bersih di Kota Waingapu saat ini mengikuti topografi, bukan pompa. Kalau menggunakan pompa, katanya, investasinya sangat besar, sementara nilai jual air bersih di Kota Waingapu hanya Rp 1.200,00/ kubik. (dea)</p>
<p>Sumber : Pos Kupang</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumbaisland.com/warga-kambajawa-krisis-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

