WAIKABUBAK, PK- Sebelas rumah adat di Kampung Kamotorara Bisa, Desa Kabukarudi, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, terbakar, Senin (18/8/2008) sekitar pukul 13.00 Wita. Sebelas rumah adat beratap alang-alang beserta isinya ludes dilalap si jago merah. Bahkan uang tunai Rp 40 juta milik salah seorang warga ikut ludes.
Saat kejadian sebagian warga kampung itu tengah melakukan kerja kelompok mempersiapkan lahan. Warga tak sempat menyelamatkan barang-barang seperti perabot dapur, pakaian, emas, mamoli, juga ternak yang dilepas di bawa kolong rumah panggung itu. para korban hanya mengenakan pakaian di badan. Marselinus Gela,
korban kebakaran itu kepada Pos Kupang, Selasa (19/8/2008), menuturkan, saat kejadian warga kampung itu tengah bergotong royong menyiapkan lahan mereka. Dari 13 kepala keluarga (KK), semua turun ke kebun. Warga tak curiga kalau sial akan menimpa mereka. Jarak tempat kejadian dengan kebun tempat mereka bekerja sekitar dua kilometer sehingga mereka tak dapat menyelamatkan barang-barang, apalagi memadamkan api.
Peristiwa itu, kata Gela, disaksikan dua anak kecil warga kampung tetangga yang melintasi lokasi itu. Kedua anak itu mengaku melihat kobaran api berasal dari sebuah rumah kecil yang berada di tenagh-tengah kampung adat itu. Kobaran api itu merambat begitu cepat akibat ditiup angin sehingga dalam waktu sekejab sebelas rumah ludes. Gela dan ayahnya Yohanis Tadu Bili baru tida di lokasi kejadian pukul 13.45 Wita. Saat tiba rumah mereka sudah rata tanah. Gela mengaku hanya menangis menatapi puing- puing itu.
Camat Lamboya, Thimotius Woda dikonfirmasi pertelepon Selasa (19/8/2008), mengaku sudah mendapat laporan dari warga. Dia dan stafnya langsung turun ke lokasi kejadian mendata kerugian untuk dilaporkan ke Pemerintah Kabupaten Sumba Barat agar diambil langkah-langkah darurat. (pet)
Sumber : Pos Kupang




























































