WAIKABUBAK, PK- Bangunan los pasar hewan di Desa Weekorou yang dibangun dengan dana Rp 1,3 miliar tahun anggaran (TA) 2006 mubazir. Angka di atas belum termasuk alokasi penambahan dana untuk item penerangan, pelataran parkir dan lainnya yang pelaksanaan pekerjaannya sudah berakhir pada tahun 2007 lalu. Namun sampai saat ini los pasar itu dibiarkan tanpa dihuni pedagang hewan layaknya sebuah pasar. Sementara pedagang hewan yang ada di wilayah setempat siap menempati lokasi pasar itu.
Jakob Lede Ngongo Bani dan Piga Ani, warga yang tinggal di sekitar pasar hewan Weekerou mengatakan, warga setempat berharap agar beberapa pasar yang ada di wilayah ini segera dimanfaatkan daripada ditelantarkan dan dibiarkan mubazir seperti itu.
“Pasar ini terletak di depan Kantor Bupati Sumba Barat. Kasian kalau bangunan ini dibiarkan tanpa ada perawatan, juga tanpa ada pedagang yang menghuni. Kalau bisa pemerintah pindahkan sebagian pedagang yang ada di Pasar Inpres Waikabubak agar masuk ke pasar ini. Bangunan ini sebaiknya jangan hanya dijadikan pasar hewan, tapi sebaiknya juga dijadikan pasar umum. Artinya, semua pedagang bisa berjualan di sini biar ramai,” kata Lede dan Piga. Keduanya juga berharap pemerintah memindahkan pedagang masuk ke pasar itu karena bangunan ini sudah dua tahun tidak dimanfaatkan. “Sebetulnya pedagang siap memanfaatkan gedung itu, namun pengaturannya harus dilakukan pemerintah sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di antara pedagang. Apalagi lokasi Pasar Inpres Waikabubak sudah tak mampu lagi menampung pedagang,” ujarnya. Kepala Dinas (Kadis) Pendapatan Kabupaten Sumba Barat, Umbu Dingu, dihubungi di kantornya, Kamis (7/8/2088), namun sulit ditemui. (pet)
Sumber : Pos Kupang




























































